11.04.2008

Acara Empat Mata Tukul Dihentikan; Gosip

Bintang Tamu Makan Ikan Hidup, 'Empat Mata' Dilarang Tayang
Sumber: detik.com Selasa, 04/11/2008 17:39 WIB
Eny Kartikawati - detikhot

Empat Mata (Trans7)
Jakarta Pelawak Tukul mungkin tak bisa lagi memamerkan kumisnya di 'Empat Mata.' Mulai Selasa (4/11/2008) ini, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memerintahkan Trans7 untuk menghentikan penayangan 'Empat Mata".

Melalui siaran persnya yang diterima detikhot Selasa (4/11/2008) KPI menilai, 'Empat Mata' kembali melakukan pelanggaran. Pelanggaran tersebut terjadi saat Tukul menghadirkan Sumanto sebagai bintang tamu pada Rabu, 29 Oktober 2008.

Ketua KPI Sasa Djuarsa Sendjaja menilai, tayangan tersebut sangat tidak pantas. Pada tayangan itu, seorang bintang tamu memakan seekor ikan hidup-hidup.

'Empat Mata' dianggap melanggar tiga pasal dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3-SPS). Tiga pasal itu adalah pasal 28 ayat 3, pasal 28 ayat 4 dan pasal 36. Pasal yang disebutkan terakhir berbunyi lembaga penyiaran dilarang menyiarkan program yang mendorong atau mengajarkan tindakan kekerasan atau penyiksaan terhadap binatang.

KPI mengambil tindakan pada 'Empat Mata' berdasarkan pengaduan masyarakat. Sebelumnya lembaga negara tersebut juga sudah menegur 'Empat Mata' sebanyak tiga kali pada 5 Mei 2007, 27 September 2007 dan 25 Agustus 2008.(eny/bdi)
=========================================================================

Waddduuuhhh.... Empat Mata mau gak tanyang lagi ya? Hehe peduli amat!.., wong aku mah gak suka nonton kok. Aku tulis ini karena kebetulan aja pas baca berita di atas, ada point yang perlu digarisbawahi yaitu pasal yang berbunyi "lembaga penyiaran dilarang menyiarkan program yang mendorong atau mengajarkan tindakan kekerasan atau penyiksaan terhadap binatang." ck.. ck.. ck.. Subhanallah.. keren kan yah.. program yang mendorong atau mengajarkan tindakan kekerasan dan penyiksaan terhadap binatang aja tuh dilarang, logikanya kan kalo untuk binatang aja dilarang, apalagi untuk manusia kan? bener gak?.

Ternyata eh ternyata fakta bercerita lain lho, di negara Indonesiaku yang tercinta ini program yang mendorong atau mengajarkan tindakan kekerasan dan penyiksaan terhadap manusia baik secara fisik terlebih lagi mental banyak bergentayangan dan semakin menjamur. Mulai dari yang dikemas dalam bentuk sinetron, berita, gaya hidup, terlebih lagi acara tayangan khusus "mengorek-ngorek urusan orang lain" yang disebut gosip.

Dari pada meluas, aku mau bahas point terakhir aja deh, tentang gosip. Sebenernya penting gak si gosip tu?... Ummmm kalo kita fikir yah... kita hidup tuh udah punya urusan masing-masing, punya kesibukan masing-masing, punya kekurangan masing-masing yang harus terus coba dibenahi. Tapi kok anehnya kenapa ya.. kita sendiri yang banyak kekurangannya malah sibuk mencari-cari kesalahan dan kekurangan orang lain, sibuk membuka-buka aib orang lain. Padahal kalo dia jadi orang itu, belum tentu aib kita mau di publish di depan umum kan?. Kamu mau gak aib kamu dibeberin ke semua orang biar pada tau kekuranganmu? (Na'udzubillah min zalik) tentu tidak kan? ya udah.... berarti kita gak usah buat-buat kerjaan baru "mencari-cari kekurangan orang lain" dong!. Lagian udah jelas lho larangannya di Al-Quran, ini dia:

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah sebagian kalian menggunjingkan (ghibah) sebagian yang lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujuuraat: 12)

Subhanallah.. prasangka aja dosa apalagi ngegosip. Eh, tapi kan kita membicarakan kebenaran tentang dia, ini kan fakta bukan bohong? gimana dunksz?. Okeh kita liat perbedaan makna "ghibah dan bohong."

“Tahukah kalian apa itu ghibah?”, Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Beliau bersabda, “Yaitu engkau menceritakan tentang saudaramu yang membuatnya tidak suka.” Lalu ditanyakan kepada beliau, “Lalu bagaimana apabila pada diri saudara saya itu kenyataannya sebagaimana yang saya ungkapkan?” Maka beliau bersabda, “Apabila cerita yang engkau katakan itu sesuai dengan kenyataan maka engkau telah meng-ghibahinya. Dan apabila ternyata tidak sesuai dengan kenyataan dirinya maka engkau telah berdusta atas namanya (berbuat buhtan).” (HR. Muslim. 4/2001. Dinukil dari Nashihatii lin Nisaa’, hal. 26)

Nah looooo hayyuuuu sira!! . Trus kamu belum tau nanti di akhirat diapain kan?

Di dalam Sunan Tirmidzi terdapat riwayat yang menceritakan hadits dari jalan Ibnu ‘Umar, beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam naik mimbar dan menyeru dengan suara yang lantang: “Wahai segenap manusia yang masih beriman dengan lisannya namun iman itu belum meresap ke dalam hatinya janganlah kalian menyakiti kaum muslimin. Dan janganlah melecehkan mereka. Dan janganlah mencari-cari kesalahan-kesalahan mereka. Karena sesungguhnya barang siapa yang sengaja mencari-cari kejelekan saudaranya sesama muslim maka Allah akan mengorek-ngorek kesalahan-kesalahannya. Dan barang siapa yang dikorek-korek kesalahannya oleh Allah maka pasti dihinakan, meskipun dia berada di dalam bilik rumahnya.” (Hadits ini tercantum dalam Shahihul Musnad, 1/508)

Di dalam Sunan Abu Dawud juga terdapat riwayat dari Anas bin Malik, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ketika aku dimi’rajkan aku melewati suatu kaum yang memiliki kuku-kuku dari tembaga. Dengan kuku-kuku itu mereka mencakar-cakar wajah dan dada-dada mereka sendiri. Maka aku berkata: ‘Siapakah mereka itu wahai Jibril?’ Jibril menjawab, ‘Mereka itu adalah orang-orang yang berani memakan daging-daging manusia serta menjatuhkan kehormatan dan harga diri orang lain’.” (Hadits ini Shahih) (Nashihati lin Nisaa’, hal. 26-27)

Naudzubillah min zalik. serem yaaahh... trus gimana dong kalo kita gak ngegosip dengan mulut kita sendiri tapi cuma dengerin orang ngegosip atau dengerin program gosip di TV doang?.

Ternyata.... yang diancam oleh syari’at bukan hanya orang yang menggunjing doang lho.., tapi termasuk juga orang yang mendengarkannya. Hayoooo kenna' looo . Ini didasarkan dari beberapa hadits. Diantaranya ialah hadits Al Aslami yang datang kepada Rasulullah untuk bertaubat dari perbuatan zina yang telah ia lakukan, hingga kemudian ia dirajam. Kemudian Rasulullah mendengar dua orang anshar sedang berbisik, dia mengatakan kepada kawannya, “Lihatlah orang ini. Allah telah menutup aibnya,namun ia membiarkan dirinya dirajam seperti dirajamnya anjing..”

Orang yang ngomong gitu cuma dua doang kok, yang lainnya mah cuma dengerin aja. Trus apa kata Rasulullah, Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,” Makanlah oleh kalian bangkai ini!” Kemudian beliau berkata kepada mereka, “Apa yang kalian peroleh dari mengusik kehormatan orang ini, (sungguh) lebih berat daripada memakan bangkai ini.

So, kalo ada yang ngegosip, mendingan buru2 kabur deh sampe mereka meninggalkan acara pergosipan itu. Kalo kita mampu mah, mendingan kita coba untuk menasehati atau bahasa hadisnya membela dan melindungi kehormatan saudara kita, karena Rasululllah sallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Barang siapa yang melindungi kehormatan saudaranya, maka baginya tabir (penghalang) dari api neraka (Shahihul Jami’ hadits no. 6139 karya Al Albani.)

Subhanallah.....
Trus gimana dunks kalo kita terlanjur doyan ngegosip atau dengerin acara gosip di TV? Maksudnya sih mau tobat gituuuu..

Bagus bagus!!.. kalo kamu mau keluar dari dunia pergosipan itu bagus banggetz dan ternyata hukumnya wajib lho... walah.. walah... beneran deh mesti taubat sekarang.

Eits.. tapi ada syaratnya lho... ini dia syarat taubat dari ghibah:

1. Hendaknya orang yang menggunjing itu mencabut omongannya (gunjingannya).
2. Hendaknya ia menyesali perbuatannya.
3. Hendaknya ia bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan itu selama-lamanya.
4. Hendaknya ia meminta maaf kepada orang yang digunjingnya, dan meminta kepada orang tersebut agar memohonkan ampun baginya. Syaikh Albani rahimahullah berkata, “Hal ini, jika permintaan maafnya itu tidak mengakibatkan timbulnya kerusakan lain. Namun, jika tidak bisa, maka wajib bagi dia -pada saat itu- untuk mendo’akannya.”

Mari bersama kita meninggalkan gosip, Ayo kita vote for leaving gossip.
/>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih atas komentar Anda di blog ini. :)

-- Admin Dourbest2day.blogspot.com --