5.01.2009

Cobaan Diturunkan Sesuai dengan Kedudukan

Hadits - Hadits Tentang Sabar

Imam at-Tirmidzi berkata (hadis 2398), 'Qutaibah telah menceritakan kepada kami. Dari Ashim bin Bahdalah, dari Mush'ab bin Sa'ad dari ayahnya, ia berkata,

"Saya berkata 'Ya Rasulullah, Siapakah orang yang paling berat mendapatkan cobaan?' Beliau menjawab, 'Para nabi, kemudian orang-orang yang terbaik lainnya. Seorang laki-laki dicoba berdasarkan agamanya. Jika agamanya kuat, niscaya cobaannya berat. Jika di dalam agamanya ada kelemahan, niscaya ia mendapatkan cobaan menurut kadar agamanya. Senantiasa berjalan di atas bumi, tidak ada lagi kesalahan atasnya." (H.R Ibunu Majah 4023).


Imam Ibnu Majah berkata (hadits 4024), "Abdurrahman bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami. Ia berkata, Ibnu Abi Fudaik menceritakan kepada kami. (Ia berkata), 'Hisyam bin Sa'ad menceritakan kepada saya. Dari Zaid bin Aslam, dari Atha' bin Yasar dari Abu Sa'id al-Khudri, ia berkata,

"Aku mengunjungi Nabi dan beliau sedang sakit panas berat, lalu aku meletakkan tanganku atasnya, maka aku merasakan panasnya di antara dua tanganku di atas selimut. Aku bertanya, 'Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling berat menerima bala? beliau bersabda, 'Para Nabi'. Aku bertanya lagi 'Kemudian siapa?' beliau menjawab 'Orang-orang shaleh'. Salah seorang dari mereka benar-benar akan diuji dengan kemiskinan sampai dia tidak mendapatkan selain baju luar (mantel) yang menyelimutinya. Salah seorang dari mereka benar-benar akan merasa bahagia dengan mendapatkan bala', sebagaimana salah seorang dari kalian berbahagia dengan mendapatkan kesenangan.'

Imam Al-Bukhari berkata (hadis 5647), "Muhammad bin Yusuf telah menceritakan kepada kami (ia berkata), 'Sufyan telah menceritakan kepada kami. Dari al-A'masy, dari Ibrahim at-Taimi, dari al-Harits bin Suwaid, dari Abdullah, ia berkata,

"Aku mengunjungi Nabi di saat sakitnya - beliau sedang sakit panas berat. Aku berkata, 'Sesungguhnya engkau menderita panas berat.' aku berkata lagi, 'Sungguh hal itu memberikan dua pahala untukmu.' Beliau menjawab, 'Benar, tidak ada seorang muslim yang mengalami sakit melainkan Allah menggugurkan kesalahan-kesalahan darinya sebagaimana daun-daun pohon-pohon yang berguguran'.

Imam Ahmad berkata di dalam al-Musnad (5/429) "Sulaiman bin Daud telah menceritakan kepada kami. (Ia berkata), 'Isma'il bin Ja'far telah mengabarkan kepada saya. (Ia berkata), 'Amr mengabarkan kepada saya, dari Mahmud bin Labid, bahwa Nabi bersabda,

"Apabila Allah mencintai suatu kaum, Dia memberi cobaan kepada mereka. Maka barangsiapa yang sabar, maka baginya pahala yang sabar, dan barangsiapa yang berkeluh kesah (tidak sabar), maka beginyalah keluh-kesah itu."

Imam at-Tirmidzi berkata (hadits 2396), "Qutaibah telah menceritakan kepada kami. (Ia berkata), 'Al-Laits menceritakan kepada kami, dari Yazid bin Abu Habib. Dari Sa'ad bin Sinan, dari Anas ia berkata, Rasulullah bersabda,

"Apabila Allah menghendaki kebaikan kepada hambaNya, niscaya Dia menyegerakan siksa untuknya di dunia. Dan apabila dia menghendaki keburukan kepada hamba-Nya, niscaya Dia menahan dosanya darinya sampai diperhitungkan di Hari Kiamat."

dan dengan isnad ini dari Nabi, beliau bersabda,

"Sesungguhnya besarnya balasan disertai besarnya bala', dan apabila Allah mencintai suatu kaum, niscaya Dia menguji mereka, maka barangsiapa yang ridha, maka baginya keridhaan, dan barangsiapa yang murka maka baginya kemurkaan."

(disalin dari Kitab Fadhail A'mal, Ali bin Muhammmad al-Maghribi)


/>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih atas komentar Anda di blog ini. :)

-- Admin Dourbest2day.blogspot.com --