10.05.2009

Emas oh Emas

Ini bukan Mas Jawa ya.. tapi E-mas batangan hehe. Aku sekarang punya hobi baru yaitu mengamati fluktuasi harga emas. Subhanallaahh... ketika tulisan ini sedang ditulis, berdasarkan sumber yang selalu aku amati yaitu di logammulia.com(tertera tanggal Oct 06, 2009 11:02 NY Time, emas mencapai + 26,40 yaitu 1043,60 (kita bicara satuan harganya dalam USD per oz ya..). Waaooww... subhanallah.. padahal sebelum lebaran kemarin tepatnya saat Ramadhan bulan September, emas hanya sekitar 900an sekian (maaf saya tidak hafal karena hanya melihat dan menutup situs itu saja tanpa mengambil atau mengumpulkan datanya, sepertinya 900an nya gemuk dengan kata lain diatas 950an insya Allah). Tapi hanya selang sebulan saja, emas sekarang menembus sampai 1043,60. Apa ini artinya?.

Aku juga belum terlalu mengerti (kalau ada pembaca yang lebih faham, tolong di sharing pengetahuannya ya.. makasih sebelumnya).

Sedikit tulisan ini, (karna pembahasan emas luas sekali, mencakup dinar juga tapi nanti terlalu luas, jadi fokus ke emas batangan aja ya.. biar general.) hanya berdasarkan apa yang aku baca dan aku amati. Sepertinya akan mudah difahami jika kita menggunakan contoh:

Ini hanya contoh aja ya... tapi contoh dengan data akurat dong.. kalo ga percaya, bisa langsung konfirmasi ke Antam hehe. Misalnya bulan kemarin (25 Agustus 2009) si A membeli emas 25 gram seharga Rp 7.888.500,- ketika itu emas masih sekitar 900an sekian seperti yang telah dijelaskan di atas. Nah.. penutupan hari ini jam 12 siang (6 Oktober 2009 kalau tidak salah ingat, saat itu di harga 1019an) harga emas dengan berat yang sama ditutup pada Rp 8.138.500,-. Berarti selama 1 bulan 13 hari ada selisih sebesar Rp 250.000,-. Kecil? insya Allah tidak.

Dari contoh itu, apa yang bisa kita lihat?

1. Emas bagus untuk investasi.
Hanya perbedaan waktu sedikit saja, harga emas bisa melambung tinggi (walaupun ada bulan-bulan tertentu harga emas selalu naik). Ini berarti emas merupakan alat investasi yang terbaik dibandingkan dengan alat investasi yang lainnya, dengan tanpa resiko. kecuali diambil maling atau ilang yaa itu urusan lain lagi.

2. Menyimpan uang dan/atau nilai uang tanpa riba. Nah, ini dia yang terpenting. Kalau kita simpan uang sebesar 7 juta-an itu di bank, insya Allah selain kita mendapatkan bunga, kita juga mendapatkan surat dari Allah yaitu:

"Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah." (Ar Rum : 39)

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa." (Al Baqarah : 275-276)

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertobat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya" (Al Baqarah : 278-279).


Tapi dengan menyimpan uang dalam bentuk emas, selain uang kita aman, berkah dan masuk ke point ke 3 yaitu tidak tergerus inflasi.

3. Emas tidak tergerus inflasi. Ya, bagaimana tidak?. Dulu kita bisa membeli beras atau kebutuhan pokok lainnya dengan harga terjangkau (misalnya saat itu penghasilan kita Rp 1.000.000,- dan bisa belanja kebutuhan pokok dengan total Rp 200.000,-), tapi semakin hari beras dan kebutuhan pokok semakin mahal dan dengan penghasilan kita yang tidak bertambah (penghasilan Rp 1.000.000,- pengeluran kita menjadi Rp 350.000,-) lalu siapa yang mencuri uang kita? dialah INFLASI, pencuri yang tidak pernah terpenjara selamanya, tapi inflasi ini bisa terkalahkan oleh emas.

4. Mudah dijual kembali
Wah, lagi butuh duit nih buat nikahan atau buat nikah lagi hehehe lol. Yo wes jual aja emasnya!, gampang toh? paling juga rugi kalo baru beli bentar trus dijual lagi hihihi, karna sesuai buku pintar (baca: buku pelajaran), emas itu untuk investasi jangka panjang, bukan jangka pendek. ya salah sendiri kalo rugi qeqeqe

Mungkin segitu dulu aja sharing tentang emas, tapi perlu diketahui bahwa emas merupakan investasi jangka panjang, jadi bila tujuan kita untuk mencari keuntungan dalam jangka waktu singkat, emas bukanlah pilihan yang tepat. Apabila tujuan kita hanya sebagai alat penyimpan nilai dan juga untuk transaksi, maka dinar (berbentuk emas) dan dirham (berbentuk perak) lah pilihannya.

Apabila ada yang berminat mengamati dan/atau membeli emas batangan, Anda bisa mengunjungi situs resmi Antam di sini dan apabila ingin membeli dinar atau dirham, banyak sekali wakala-wakala (tempat jual beli dinar dirham bahkan bisa menyimpan dinar/dirham juga dalam bentuk tabungan) salah satunya di sini.
/>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih atas komentar Anda di blog ini. :)

-- Admin Dourbest2day.blogspot.com --