2.10.2009

Mencium Anak Kecil

Dianjurkan bagi orang tua untuk mencium anak-anaknya, demikianlah yang dilakukan oleh Rasulullah yang mencium anaknya, Fathimah, dan Abu bakar yang mencium puterinya pula, 'Aisyah. (HR. Al-Bukhari (no. 3917, 3918) dari hadis al-Bara' bin 'Azib, beliau berkata:
"Lalu aku masuk bersama Abu Bakar menemui keluarganya, dan di sana ada 'Aisyah yang sedang berbaring sakit demam. Lalu aku melihat bapaknya yang mencium pipinya dan berkata, 'Bagaimana keadaanmu wahai puteriku?"
Aku berkata (Mushthafa), "Ini adalah hadis Hijrah, 'Aisyah pada waktu itu belum baligh, dan al-Bara' menemui keluarga Abu Bakar sebelum turun ayat yang mewajibkan hijab."

Ibnu Baththal berkata, "Berdasarkan pendapat kebanyakan ulama diperbolehkan mencium semua anggota badan anak kecil begitu pula orang dewasa kecuali auratnya." Ungkapan ini dinukil oleh Al-Hafiz Ibnu Hajar (Fathul Baari X/427).

Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari no 1303, dari hadis Anas bin Malik, beliau berkata:
"Kami dan Rasulullah datang ke rumah Abu Saif al-Qayyin, ia adalah bapak susuan bagi Ibrahim, lalu beliau menciumnya."

Diriwayatkan oleh Muslim no. 2316 dari hadis Anas, beliau berkata:
"Belum pernah aku melihat seorangpun yang sangat penyayang terhadap keluarganya dari pada Rasulullah." (Anas) berkata, "Ibrahim menyusu kepada (seorang wanita) di perkampungan Madinah, pada suatu hari aku dan Rasulullah pergi bersama ke sana dan masuk ke dalam rumahnya yang penuh dengan asap, bapak susuannya adalah seorang tukang besi, lalu Rasulullah mengambil (Ibrahim) dan menciumnya, kemudian pulang. 'Amr berkata; "Ketika Ibrahim meninggal, Rasulullah berkata, "Sesungguhnya Ibrahim adalah anakku, ia meninggal pada masa menyusui , dan sesungguhnya baginya dua orang ibu susuan yang akan menyempurnakan masa menyusuinya di dalam surga."

Di dalam riwayat lain milik Muslim no. 2315, dari hadis Anas pula beliau berkata, "Rasulullah bersabda:
' Malam tadi aku dikaruniai seorang anak, lalu aku beri nama dengan nama bapakku, Ibrahim. 'Lalu Rasulullah memberikan anak itu kepada Ummu Saif, seorang istri pandai besi yang bernama Abu Saif. Beliau pergi ke sana dan aku mengikutinya, sesampainya kami di (rumah) Abu Saif, ternyata dia sedang memandai besi sehingga rumahnya penuh dengan asap, lalu aku berjalan cepat di hadapan Rasulullah dan berkata, "Wahai Abu Saif, berhentilah! Rasulullah telah tiba." Lalu dia berhenti, setelah itu Rasulullah memanggil si kecil lalu merangkulnya dan mengatakan sesuatu. Anas berkata, "Aku melihat dia yang sedang merelakan jiwanya di hadapan Rasulullah lau berlinanglah air mata Rasulullah seraya berkata, 'Air mata berlinang, dan hati merasa sedih, kami sama sekali tidak mengucapkan sesuatu kecuali yang diridhai oleh Rabb kita. Demi Allah, wahai Ibrahim, karenamu kami bersedih."

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim (HR. Al-Bukhari no 5998 dan Muslim no 2317), dari hadis 'Aisyah beliau berkata:
"Seorang Badui datang kepada Nabi dan berkata, "Engkau mencium anak-anak kecil,sedangkan kami tidak menciumnya, lalu Nabi berkata, 'Aku sama sekali tidak kuasa atas kalian jika Allah mencabut kasih sayang dari hati kalian."

Demikian pula yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim (HR. Al-Bukhari no 5997 dan Muslim no 2318), dari hadis Abi Hurairah, beliau berkata:
"Rasulullah mencium al-Hasan bin 'Ali dan di sisi beliau ada al-Aqra' bin Habis at-Tamimi sedang duduk, al-Aqra' berkata 'Saya mempunyai sepuluh anak, tidak satupun di antara mereka yang pernah aku cium'. Lalu Rasulullah melirik kepadanya dengan berkata,'

Siapa saja yang tidak menyayangi, tidak akan disayangi

. (HR. Al-Bukhari)

[ Dikutip dari buku Ensiklopedia Pendidikan Anak, Jilid 1, Mushthafa al-'Adawi, Pustaka Al-Inabah]
/>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih atas komentar Anda di blog ini. :)

-- Admin Dourbest2day.blogspot.com --