2.03.2013

Seorang Muslim yang Baik adalah yang Banyak Memberikan Udzur

Subhaanallaah.... aku tertegun ketika mendengarkan kajian tentang bagaimana seorang muslim itu tidak boleh suudzan sedikitpun kepada orang lain. Bahkan seorang muslim yang baik itu adalah seorang muslim yang paling banyak memberikan udzur. Apakah maksud Udzur di sini?. Maksud udzur di sini adalah keringanan atau pengertian terhadap orang lain atau dalam bahasa gampangnya adalah positif thinking.

Contohnya ketika teman kita tidak datang saat dia janji akan bertemu di suatu tempat dengan kita. Dia janji untuk datang jam 10.
- Tapi setelah jam 10 lewat dia tidak datang. Kita harus memberikan udzur kepada dia dan berfikir "oh, mungkin dia sedang di jalan dan terkena macet".
- Kemudian ada orang lewat di depan kita yang kebetulan mereka berbincang tentang bagaimana lancarnya jalanan yang tidak seperti biasanya". Kita pun harus memberikan udzur yang lain "oh, mungkin dia telat dari rumahnya sehingga sampai sekarang belum juga datang"
- Setelah 1 jam kita tunggu, kita telpon dia tapi tidak diangkat-angkat bahkan telponnya mati. Maka kita pun harus memberikan udzur yang lain. "Oh, mungkin baterainya habis di tengah jalan"
- Kita coba telpon keluarganya menanyakan di mana dia dan keluarganya mengatakan dia tidak ada di rumah dan hp nya pun di bawa, kita harus memberikan udzur dan berfikir yang lain lagi "oh, berarti dia memang masih di jalan tapi cuma belum sampai aja, trus dia ga denger pas ditelpon atau lupa mengaktifkan hpnya, semoga Allaah lindungi dia dan dia baik-baik saja"
- dan udzur-udzur yang lain (alasan-asalan lain) yang meng-cut timbulnya buruk sangka kita kepada saudara kita itu bahkan kalau bisa, kita mendoakannya.

Contoh lain ketika seseorang ditanya sesuatu lewat sms, dia tidak membalasnya, kita harus berfikir "oh, mungkin dia sedang sibuk", trus kita ingat kalau ini hari minggu dan dia selalu santai dan ada di rumah kalau hari minggu, kita harus berfikir positif yang lain "oh, mungkin dia tidak ada pulsa". Kita ingat ini tanggal muda dan dia baru aja gajian dan ga mungkin kalau tidak bisa membeli pulsa, kita harus berikan udzur yang lain "oh, mungkin dia belum sempat aja membeli pulsanya" dan segudang udzur atau alasan positif yang menyebabkan kita tidak berfikir negatif atau suudzan kepada saudara kita.

Karena sekali lagi, su'udzan dalam islam adalah dosa. Sehingga bagaimanapun juga, udzur-udzur yang kita berikan kepada saudara kita itu sangat sangat penting untuk menghilangkan atau minimal menghindari rasa suudzan kita kepadanya. Bahkan Ustad di kajian tersebut menyatakan, kalau bisa, kita memberikan 70 udzur atau 70 alasan atau pengertian tentang apa yang saudara kita perbuat kepada kita. Kalau sampai kita sudah membuat 70 udzur pun ternyata tidak ada yang benar, maka tetaplah kesalahan akan ada pada kita. Ko bisa jadi kita yang salah?,  "lha iyaaaa, kenapa juga kita mencoba mencari-cari kesalahan orang lain sampai 70 keringanan yang diberikan pun tidak ada yang benar, trus apalagi namanya kalau kita tidak mencari-cari kesalahan saudara kita sesama muslim?. Ustad itu juga mengatakan kalaupun suudzan kita itu ternyata benar, maka dia tetap masuk dalam kategori suudzan atau berburuk sangka dan itu adalah dosa. Tapi bila suudzan kita itu ternyata salah, maka kita akan jatuh kepada fitnah yang kita semua tau kalau fitnah itu jauh lebih berdosa lagi bahkan fitnah lebih kejam dari pembunuhan. Subhaanallaah.... all I can say is Subhaanallaah.. betapa indahnya Islam yang sangat menjunjung nilai kekeluargaan sesama muslim sampai-sampai cuma suudzan (buruk sangka) saja itu adalah suatu dosa. Terlebih jika kita menggunjing saudara kita sesama muslim, Rasulullaah menyatakan hal itu seperti memakan daging saudaranya sendiri. N'audzubillaah min dzaalik.

Subhaanallaah Alhamdulillaah Allaahu Akbar yang menjadikan kita hidup di dunia ini dalam keadaan muslim. Karena bagaimanapun baiknya seorang non muslim, ketika dia melakukan kebaikan sepenuh langit dan bumi, maka kebaikan itu laksana fatamorgana dan akan sirna tanpa bekas dan tidak akan bisa membantu menyelamatkan dia di akhirat nanti dan dia akan mendapatkan adzab yang pedih. Na'uudzubillaah. Semoga Allaah kuatkan iman kita dan menjadikan kita sebagai orang yang beriman sampai akhir hidup kita dan memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang bertakwa dan memasukkan kita ke dalam surga Firdaus-Nya dan memberikan hidayah kepada mereka yang belum memeluk Islam untuk menjadi muslim sepenuhnya. Amin.
/>

4 komentar:

  1. Assalamu Alaikum Mba Aisyah..sy butuh alamat email mba..tolong kirim ke fifidilbarif@gmail.com..ada yg ingin sy tanyakan mba..terima kasih,,

    BalasHapus
  2. @all: Wa'alaykumsalaam warahmatullaah wabarakaatuh. Jazaakumullaah khair atas semua komentarnya.
    @mba Fifi: Cek email ya
    @ mba U: Waiyyaaki Ukhti... :)

    BalasHapus

Terima kasih atas komentar Anda di blog ini. :)

-- Admin Dourbest2day.blogspot.com --