9.15.2014

Kehidupan di Kanada

Setelah menunggu sekitar 2 tahunan untuk mendapatkan Permanent Resident Canada Alhamdulillaah selesai juga dan akhirnya Alhamdulillaah aku bisa berkumpul dengan suami kembali dan menjadi seorang istri. Perpisahan yang begitu lama memang menjadikan kami "belajar" mengenal kembali seperti dulu setelah kami menikah. Tapi asyik juga ;) Alhamdulillaah.

Kanada. Alhamdulillaah akhirnya sampai juga di Kanada. Kampung halaman baru yang menyenangkan dengan suasanya yang sangat jauh berbeda dengan Jakarta. Di sini tidak banyak polusi, tidak banyak ditemui perokok yang sembarangan merokok dan aku ingat komentar salah satu temanku bahwa aku tidak perlu lagi menegur setiap perokok seperti dulu di Indo hehe. Aku memang paling tidak suka perokok yang seenaknya aja merokok dan mengganggu kesehatan orang lain. Ok, kita lewatkan saja perokok, mari kita bicara tentang Kanada.

hidup di kanada
Kehidupan di Kanada
Seperti pepatah mengatakan lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Pepatah itu sangat pas membedakan Indonesia dengan Kanada. Mari kita sedikit banyak bicara tentang Kanada dibandingkan Indonesia dari berbagai sisi:

 - Cuaca: Jangan berfikir bahwa Kanada itu selalu diliputi salju, selalu dingin karena berada di kutub Utara. Ternyata ketika aku datang yang kebetulan di musim panas, saat siang hari panasnya banget banget melebihi Jakarta. Tapi enaknya dengan panas yang sangat tersebut masih terasa segarnya hawa dingin seperti kita berada di Bogor atau Bandung (dengan catatan di siang hari yaaa...). Baru ketika menjelang malam, sedikit demi sedikit cuaca berubah menjadi dingin dari yang siangnya 20-23 derajat celcius berubah ke malam menjadi kadang 15 derajat celcius-an malah tambah malam tambah dingin sampe 8 derajat bahkan akan lebih dingin dari itu menjelang musim dingin bbbrrrrr.... Memang seperti yang kita ketahui bahwa cuaca biasanya akan berbeda ketika musim sudah berganti. Beruntung aku berasal dari negeri yang panas dan datang ke sini dalam keadaan cuaca panas sehingga tidak terlalu membutuhkan adaptasi yang berat untuk sekarang ini. Alhamdulillaah. Walau sama-sama Kanada tapi cuaca di Vancouver ini agak berbeda dengan kota lainnya di Kanada. Vancouver cenderung lebih stabil dan tidak terlalu dingin seperti Toronto dan sekitarnya. Mereka kadang bisa sampai minus berapa derajat sedangkan di sini hanya mungkin mendekati nol derajat. Mereka sering sekali bersalju sedangkan di sini tidak terlalu bahkan bisa dikatakan jarang bersalju. Satu tips bagi Asian yang mau berkunjung ke Kanada ini, jangan lupa membawa minyak zaitun atau pelembab kulit lainnya karena biasanya kulit kita akan terasa kering dan gatal. Beruntung juga Alhamdulillaah aku membawa Squalene dan Minyak zaitun HPAI sehingga Alhamdulillaah tidak terlalu bermasalah dengan kulit kering karena cuaca. Kalau persediaan habis bisa gunakan minyak kelapa yang buat masak itu (di sini banyak sekali dijual minyak kelapa (coconut oil tuk memasak -dioleskan ke seluruh tubuh terutama bagian tubuh yang kering) Malah bagi yang tidak memakai parfum sepertiku dan punya suami, akan lebih enak juga pake minyak kelapa karena lebih harum di tubuh dan tidak berbahaya di kulit bahkan tubuh jadi wangi ;) )

- Waktu: Perbedaan waktu pastinya ada. Perbedaan waktu Indonesia-Kanada biasanya 14 jam (karena kadang beda 15 jam kalau ada DLS -Day Light Saving-) dan waktunya Indonesia duluan dibandingkan Kanada. Cara ngitungnya gampang. Jam berapa sekarang di Indonesia trus dikurangi 2, lalu dibalik siang malemnya. Jadi kalo di Indonesia jam 5 sore, dikurangi 2 jadinya 3, dibalik dari sore menjadi pagi. Jadinya di Kanada nya jam 3pagi. Lucunya kalo di sini malem jam 7an lebih masih kelihatan terang dan baru terlihat agak gelap (waktu maghrib) ketika jam 8 kadang jam 9 malam. Tapi itupun bergantung musim juga, ada saatnya nanti berkebalikan dan siangnya lebih pendek dibanding malamnya. Kebetulan untuk saat ini keadaannya seperti itu.

- Mobil: Di Kanada, supir mobil ada di sebelah kiri sedangkan di Indonesia ada di sebelah kanan. Hehe aku sering sekali lupa ketika masuk mobil dan suamiku sering bertanya "....., do you wanna drive?" hehe karena aku sering langsung menuju ke arah kiri mobil kami. Jalananpun agak membingungkan untukku yang baru mengenal negeri ini. Aturan belak belok di jalanannya pun agak aneh menurutku. Jadi sebaiknya jangan coba-coba untuk berkendara sebelum benar-benar menguasai jalan. Anyway ga perlu takut juga toh akan diuji dulu sebelum kita bener2 boleh mengendarai mobil di jalanan.

- Sampah: Di sini subhaanAllaah sangat tertib tentang persampahan. Sejak dari rumah, mereka membedakan antara sampah biasa, sampah yang bisa di daur ulang (seperti kertas, dus dan semacamnya), dan sampah dari botol bekas minuman (yang ini dipisahkan juga karena kita bisa menjualnya kembali). Jalananpun terlihat bersih tanpa sampah. Kalaupun ada sampah itu adalah sampah dedaunan yang jatuh dari pohonnya. Bak sampah di sini dibuat percis sama ukuran dan bentuknya dan ada jadwal sendiri tuk pengambilan sampah di tiap area. Prosesnya ketika ada jadwal pengambilan sampah, sampah harus diletakkan di depan rumah masing-masing agak maju ke pinggir jalan. Jika tidak, maka sampah kita tidak akan dibuang. Jadi ketika waktu pengambilan sampah tiba, kita akan melihat deretan tong sampah yang percis sama berjejer di depan rumah2 mereka hehe lucu juga ketika pertama kali melihatnya.

-Pertemanan: Pertama kali aku mendapatkan teman adalah di masjid. SubhaanAllaah mereka sangat welcome dengan sesama muslim. Kebetulan Alhamdulillaah suamiku termasuk aktif di masjid sehingga sedikit mudah bagiku untuk mendapatkan teman yang baik-baik yaitu dari masjid. Sempat kaget juga karena baru pertama kali kenal hari itu, salah satu keluarga muslim mengatakan ingin datang berkunjung ke rumah di sore harinya dan Allaahu Akbar mereka dengan 3 anak perempuan mereka dating ke rumah kami dengan membawa masing-masing 1 hadiah kepada kami, seperti acara seserahan setiap orang membawa satu box hadiah. Isinya 1 kotak besar nasi Tanduri (subhaanAllaah wow enak buaangeett), 1 kotak besar buah-buahan, 1 kotak besar salad dan box hadiah berisi beberapa pakaian Arab dan beberapa jilbab. Beberapa hari kemudian aku bertemu dengan sister yang lain dan keluarga mereka meminta kami untuk datang berkunjung ke rumahnya. Tibalah saatnya dan subhaanAllaah kami dijamu dengan berbagai macam makanan yang akupun lupa apa namanya hehe. Mereka menjamu kami laksana ada pesta dan membawakan kami oleh2 beberapa roti buatan sister itu sendiri dan buah2an dari ladang belakang rumahnya. Allaahu Akbar betapa nikmat persaudaraan di dalam Islam. Beberapa minggu depanpun kami sudah di-invite tuk berkunjung ke salah satu keluarga muslim.

-Shalat Jumat: Tidak seperti di Indonesia ketika shalat Jumat dilaksanakan yang datang ke masjid hanya laki2nya saja. Tetapi di sini selain laki-laki, hampir semua perempuan muslim yang tidak ada halangan untuk shalat, mereka berkumpul untuk melakukan shalat jumat berjamaah dan menjadi ajang silaturrahmi yang baik antar sesama muslim.

- Lampu otomatis di setiap rumah: Mungkin terdengar agak kampungan juga tapi tak masalah karena tidak semua orang mengetahui tentang hal ini dan aku cuma pengen sharing apa yang baru aku ketahui tentang sesuatu. Sempet kaget ketika pertama kali dateng ke rumah tiba-tiba lampu nyala sendiri. Tak ada fikiran macam-macam sampai ketika kami jalan-jalan berdua di malam hari menyusuri perumahan tempat kami tinggal, tiba2 lampu luar rumah tetangga nyala sendiri ketika kami sedikit dekat dengan rumah itu. Ternyata banyak dipasang lampu otomatis di sini. Plus garasi mobil otomatis, pintu otomatis juga merupakan sesuatu yang menurutku cool walau mungkin itu karena kekampunganku. Satu lagi yang aku suka, di sini banyak terlihat mobil yang di dalamnya dibuat rumah, jadi sekalian bisa buat tempat tinggal juga. Cool!.

-Serba Mesin: Enaknya di sini semua bisa dilakukan dengan lebih simple dengan bantuan mesin dari nyuci baju, nyuci piring, bersih-bersih rumah, masak dll (maksudnya di sini masak ga pake kompor atau gas, tapi pake listrik) jadi ga terlalu cape atau bingung karena kehabisan gas. Mencuci bajupun lebih enak walaupun baju yang dipake tebel2 dan berat kalo dicuci, jadi terasa lebih meringankan pekerjaan. Semuanya serba mesin sampai parkirpun di sini dilakukan sendiri alias self service melalui mesin parkir. Kemarin liat tukang sampah yang lagi ngangkutin sampah ke  mobil sampahpun dilakukan dengan mesin, jadi bak sampahnya ga usah berat-berat diangkat ke mobil seperti yang kita liat di Indo, tapi tinggal ditaro aja trus mesin lah yang akan ngangkat ke mobilnya dan bak sampah akan kembali dalam keadaan kosong. Karena semua dilakukan dengan mesin, kemarin liat tukang sampahnya pun melakukannya sendirian tanpa ada teman jadi lebih meringankan pekerjaan dan meringankan biaya penggajian tukang sampah.

 -Makanan: Jangan takut tidak bisa makan nasi di sini. Di sini malah banyak pilihan nasi dari berbagai negara dan nasinyapun gede2 dan lebih panjang dibandingkan nasi Indo. enaknya?? jangan ditanya. Enak baanggeeet dengan bumbunya yang mantap subhaanAllaah. Nasi yang aku suka adalah nasi Tanduri, nasi Basmati, nasi Biryani dan mungkin ada nasi lain yang aku belum tau yang enak juga. Di sini ada restoran Malaysia, China, Turki, Timur Tengah dan beberapa Negara lain yang pastinya mereka hanya menyediakan yang halal saja Alhamdulillaah. Kalaupun masak, kita bisa masak yang simple dengan bumbu simple juga contohnya masak nasi uduk ternyata gampang juga lhooo..padahal aku belum pernah coba sebelumnya. Jangan takut, di sini banyak dijual bumbu-bumbu seperti di Indonesia. Di sini kita bisa temukan serai, jahe, bawang merah, bawang putih dan kawan-kawannya. Malah gede2 banget pula hihi.

- Perdagangan: Di Kanada banyaaak sekali pedagang dari Cina terutama di Vancouver ini. Banyak sekali di sana sini tertulis dua bahasa yaitu Cina dan Inggris. Kadang terasa bukan berada di Kanada, tapi di Cina karena orang-orangnya banyak sekali bermata sipit alias dari Cina dan tulisan di mana-mana bertuliskan Cina. Sampai ada China Mall ketika aku ke sana terheran-heran karena mereka menuliskan di atas barang dagangannya semuanya dalam huruf cina tanpa satupun dalam bahasa Inggrisnya (ketika itu berupa herba-herba kering atau bumbu2 masakan sepertinya). Sampai ada sebutan (sindiran) "HongCouver" karena banyak sekali orang-orang Hongkong di Vancouver ini. Di beberapa mall mereka menjual barangnya dengan barang yang langsung besar dan grosir dan memang harganyapun jauh lebih murah. Bayangkan suamiku membeli 1 pepsi dengan harga sekitar $2-an tapi ketika di grosiran hanya berharga sekitar $3 sekian dan dapetnya ga kira-kira 12 pepsi. wow.

Di beberapa mall besar mereka menggunakan kasir dan self service sekaligus. Self service di sini maksudnya kita sendiri yang men-scan barang yang kita beli dan membayar dengan kartu debet atau kredit. Keterangan barang sangat jelas di sana tinggal memasukkan kode yang tertera di barang yang kita beli dan kalaupun kita tidak yakin atau bingung bisa ditanyakan ke customer service dan mereka akan dengan senang hati membantu. Suatu ketika kami membeli sebuah barang dan ternyata harga yang tertera di kasir tidak sama dengan harga yang tertera di barang tersebut. Ketika kami bertanya dan memang terdapat perbedaan, kami langsung dapat discount free untuk barang yang berbeda tadi. Kalo di Indonesia kan kita harus gontok2an dulu yaaa hehe. Kalo di sini, mereka benar2 sangat mengutamakan kepuasan pelanggan. Belanja apapun kalau ga cocok, bisa dibalikin lagi dan dituker dengan barang yang lain.

 Mungkin ini dulu sharingan tentang Kehidupan Kanada.  Semoga nanti bisa disambung lagi :). In shaa Allaah.

/>

11 komentar:

  1. makasih sharing nya, mba.
    jadi ada bayangan kehidupan muslim di canada. :)
    kalo pengajian2 gitu ada kah disana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama mba.

      Alhamdulillah di sini ada pengajian juga. Ada pengajian bulanan untuk semua kalangan, ada mingguan khusus buat dewasa dan anak2 juga terutama para remaja. Ada juga kelas belajar Quran yang terbagi buat yang baru belajar huruf terutama buat para muallaf, ada yang belajar tajwid dan bahkan ada kelas khusus untuk menghafal AlQuran setiap minggu. Alhamduillaah lengkap kajiannya dan orang-orangnya pun saling menguatkan dan saling mengingatkan dalam kebaikan Alhamdulillaah. Hayuk main ke Canada...

      Hapus
  2. assalamualaikum,info bagus mbak,akhir-akhir ini saya mulai sering browsing tentang kehidupan di kanada,saya punya kenalan gadis asal kanada dia non muslim,kita sering chating dan dia mengajak saya ke arah serius/pernikahan.kehidupan,perilaku dan budaya sehari-hari gadis/orang kanada itu gimana mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaykumsalaam warahmatullaah wabarakaatuh. Jujur bingung jawabnya Mas tapi saranku jika ada wanita muslimah yang baik sebaiknya menikahlah dengannya karena pernikahan itu bukan hanya untuk tujuan dunia saja tetapi akhirat itu yang lebih utama.

      Kehidupan Canada yang sedang saya bicarakan ini terkhusus untuk kehidupan di wilayah Vancouver atau British Columbia sesuai domisi saya yaaa. Seandainya dilakukan generalisasi area menjadi Canada, saya takutnya yang bersangkutan berdomisili di suatu wilayah yang mereka sangat sensitif terhadap muslim sehingga sangat jarang ada muslim di daerah tersebut dan perlakuan mereka beda. Itu bertolak belakang dengan keadaan di daerah yang saya tinggali.

      Ok saya ceritakan sesuai yang ada di Vancouver aja ya Mas. Di sini yang saya rasakan kehidupannya asyik, sangat multicultural, penduduknya hampir dari semua negara ada. Jadi ga akan terlihat aneh jika orang Indonesia tinggal di sini. Malah sebagian besar penduduknya dari Asia (Cina). Pergaulan di sini bebas dan itu yang harus bener2 diperhatikan dan diwaspadai. Di sini mau pake baju apa aja bebas ga ada yang komplain, mau jadi gay lesbi atau gonta ganti pasanganpun itu menjadi masalah pribadi mereka masing-masing. Kadang saking bebasnya ketika orang Indo terutama wanita yaaa... diajak ke kafe atau having fun bareng jadinya baper, dikiranya laki2 itu serius padahal dia cuma mau having fun doang, maen2 doang dan ga berniat tuk serius menjalin rumah tangga. Tapi ada juga yang bener2 berniat serius dan mereka bener2 menunjukkan keseriusannya. Seperti yang kita semua ketahui sifat2 manusia itu beda2. Tapi secara umum mereka orangnya baik2, ramah, santun serta toleran.

      Aku ada beberapa temen asli Canada yang nonmuslim, mereka respect banget sama muslim Alhamdulillaah dan baiknya ampun. Mungkin Mas nya bisa kenalkan tentang Islam dan bisa mengajak dia menjadi muslim dan membimbingnya menjadi muslim yang baik, itu merupakan kebaikan yang besar in shaa Allaah. Jika benar2 ingin serius menikah dengannya, niatkanlah menikah karena Alllaah dan doakan dia agar Allaah berikan dia hidayah, jadi wanita salehah dan bersama-sama menuju Syurga-Nya Allaah. Karena jika satu pasangan benar-benar saling mencintai, hidup bersama di dunia ini tidaklah cukup sehingga mereka akan berusaha bersama lagi di akhirat nanti. May Allaah make it easy for you. May Allaah guide her and guide us. Aamiin.

      Hapus
  3. Assalamualaikum.
    Ka aku mau tau bnyak tentang kehidupan di canada..aku ada rencana untuk berimigrasi kesana..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaykumsalaam warahmatullaah wabarakaatuh Nurulfaizah. Maa syaa Allaah, semoga Allah mudahkan semua urusan Nurulfaizah dan semoga Allaah selalu berikan yang terbaik. Aamiin.

      Ayo ditunggu kapan migrasi ke sininya yaa....

      Hapus
    2. assalamualikum ka aisyah,ka bisa mnta kontaknya ga atau email,biar punya teman disana nanti.ini email ku
      Nurul_assiddiqi27@gmail.com.makasih ka aisyah.

      Hapus
  4. Hallo Mb Aisyah, aduh seneng ya tinggal di negara seperti vancouver.. saya mau nanya kalo cari kerja disana mudah ngga ya buat orang indonesia yg ingin part time karena study disana gt..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi mba....? (sebaiknya tuliskan namanya ya mba biar enak manggilnya) :)

      Setauku mendapatkan kerja di sini agak susah-sudah gampang mba. Banyak banget saingannya apalagi kerjaan yang diposting di internet. Tapi kalau udah study dan mau kerja part-time (asal kerja aja yaaa...) kemungkinan bisa lebih mudah didapatkan dibandingkan dengan kerja full time atau perkejaan yang memerlukan sertifikat. Karena banyak koneksi atau sumber berita tentang pekerjaan dari teman2 kuliah, terlebih jika mareka sama-sama senasib walau dari negara yang berbeda.

      Di sini ada seasonnya juga di mana banyak pelajar yang waktu mereka libur, mereka bekerja full-time tapi pas udah masuk kuliah mereka minta part-time (bergantung kebijakan perusahaannya).

      Semoga Allaah berikan yang terbaik dan mudahkan semua urusannya. Aamiin.

      Hapus
    2. Semoga bisa jadi gambaran juga tentang mencari pekerjaan di Canada mba http:www.//dourbest2day.blogspot.ca/2016/09/mencari-kerja-di-canada.html

      Hapus
  5. Assalamualaikum ka aisyah,gimana kabarnya??
    ka,aku bisa mnta kontaknya ga,kebetulan aku rencana imigrasi ke kota vancouver ka,siapa tau kit bisa jadi teman baik.
    ini email aku ka,nurul_assiddiqi27@gmail.com.sebelumnya terima kasih kakak

    BalasHapus

Terima kasih atas komentar Anda di blog ini. :)

-- Admin Dourbest2day.blogspot.com --