Syarat Menikah dengan Warga Negara Asing (WNA)

Tulisan berikut ini hanya sebagai catatan pribadiku yang mungkin suatu saat diperlukan kembali ketika ada yang menanyakan hal yang sama dan semoga bisa berguna bagi mereka yang membutuhkan. Tulisan ini akan dibagi 2 yaitu yang harus dilakukan sebelum menikah dengan warga negara asing dan yang dilakukan setelah menikah.

To the point aja ya.., ketika kita akan menikah dengan warga negara asing (WNA), syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk ke KUA adalah :
1. Copy KTP dan copy Kartu Keluarga calon pengantin
2. Surat Pengantar RT/RW/Kelurahan dari wilayah setempat (di mana KTP kita terdaftar)
3. Surat Keterangan untuk menikah (N-1) dari kelurahan
4. Surat Keterangan asal-usul (N-2) dari kelurahan
5. Surat keterangan tentang orang tua (N-4) dari kelurahan
6. Pas foto 2x3= 4 lembar
7. Copy paspor dan visa
8. Surat ijin dari kepolisian setempat
9. Surat ijin menikah dari kedutaan (CNI = Certified Non Impediment- to marriage, atau surat yang menyatakan tidak keberatan atas ybs untuk menikah di Indonesia)
10. Copy Identitas diri dan akta lahir
11. Surat Lunas Pajak (bagi mereka yang bekerja di Indonesia)
12. Surat Keterangan dari dinas kependudukan (bagi mereka yang bekerja di Indonesia)
13. Sertifikat masuk islam (bagi mereka yang sebelumnya non muslim)

Keterangan tambahan:
- Penikahan kami melalui KUA karena kami berdua Alhamdulillah muslim, apabila kedua calon bukan muslim, maka dilakukan di catatan sipil dan bisa ditanyakan di catatan sipil setempat untuk syarat2nya.

- Berdasarkan pengalaman, yang pertama kali di lakukan sebaiknya meminta CNI dari kedutaan. Kalau bisa jangan lewat telpon apalagi email karena akan membutuhkan waktu lama dalam pelaksanaannya. Dulu dibilang proses CNI itu 2 bulan, tetapi setelah datang langsung ke kedutaan Canada, ternyata Alhamdulillah prosesnya hanya 5 hari kerja dan membayar 256.000 untuk adminstrasinya.

Setelah CNI selesai, foto dan dokumen lain lengkap semua, langsung minta surat pengantar ke RT --> RW --> Kelurahan --> baru ke KUA. Biasanya untuk RT, RW, kelurahan akan di charge seihlasnya (untuk KUA bergantung KUA nya :P ).

Jangan dipusingkan oleh N-1, N-2, N-4 karena itu yang ngurus kelurahan, bukan kita.

Untuk foto, Alhamdulillah bisa terpisah, dalam arti kami tidak harus datang langsung untuk berfoto bersama dalam 1 pas foto, tapi bisa terpisah-pisah, jadi lebih mudah terutama jika sang calon pengantin tinggal beda wilayah pada saat itu.

Surat Ijin dari kepolisian setempat bergantung kondisi calon pengantin. Apabila yang bersangkutan sudah ada di Indonesia, sebaiknya langsung ke kepolisian setempat dengan membawa copy visa on arrivalnya, tapi kalau masih belum di Indonesia, bilang aja ke KUA kalau dokumen tersebut akan disusulkan setelah dia datang. Insyaa Allaah untuk surat ijin dari kepolisian ini bisa ditunggu, bawa aja copy CNI, passport, ktp dan visa on arrival sebagai syaratnya. Yang penting sudah setting date dulu ke KUA bahwa kita akan menikah di tanggal sekian, jam sekian dan visa on arrival menyusul. Waktu itu aja ngurus surat ijin dari kepolisiannya pagi hari percis di hari H pernikahan (nikahnya sore) qeqeqe nekat banget. Alhamdulillah saat itu ada sahabat2ku yang membantu mengurusi surat ijin kepolisian ini, jazaakumullah khair ya teman-teman... subhaanallah... semoga Allah mereward kalian dengan yang jaaaauuuuhhh lebih baik lagi, memudahkan semua urusan kalian dan selalu memberikan yang terbaik bagi dunia akhirat kalian. Amin. Amin. Baarakallah fiikum semoga Allah selalu memberkahi kehidupan kalian. Amin. Sekali lagi terima kasih banyak telah amat sangat membantu kami, hanya Allah lah yang bisa membalas kebaikan kalian. Love you all.

Karena saat itu calon suami tidak tinggal dan tidak bekerja di Indonesia, maka mohon maaf tidak bisa sharing tentang Surat Lunas Pajak dan Surat Keterangan dari dinas kependudukan.

Bagi mereka yang berasal dari negara bukan muslim seperti Canada misalnya, KUA akan menanyakan agama calon kita karena tidak ada satupun informasi agama di seluruh dokumen yang ada. Walaupun dari namanya sudah jelas-jelas muslim tapi tetap akan dimintai keterangan kalau beliau adalah seorang muslim. Alhamdulillah pada saat itu KUA percaya kalau calon suami adalah muslim. Tapi ketika mengurus stempel buku nikah ke kemeterian agama, mereka akan tetap meminta surat keterangan kalau suami adalah muslim.

Mungkin itu dulu yang bisa di-share, semoga bermanfaat. Bagi yang akan melangsungkan pernikahan, menggenapkan setengah dari Dien ini, semoga Allah mudahkan jalannya dan Allah jadikan keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah. Amin.

Teman-teman semuanya.... dikarenakan semakin banyak yang bertanya lewat email dengan pertanyaannya hampir sama bahkan terkadang memang sama, ada juga yang sudah saya tulis di blog tapi masih ditanyakan kembali. Jadi untuk tidak mengulang jawaban yang sama ke beberapa email dan agar teman2 bisa sharing pengalaman di sini juga sehingga bisa lebih bermanfaat bagi pembaca yang lain. Oleh karena itu dimohon semua pertanyaan dituliskan di sini. Kecuali pertanyaan yang memang benar-benar sangat pribadi.

Terima kasih :) . Semoga Allaah selalu memudahkan urusan kita semua. Amin.

Kayaknya kamu perlu baca ini juga deh...



Widget by Scrapur

116 comments:

olivia martina mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
Aisyah mengatakan...

Wa'alaykumsalam warahmatullah wabarakatuh mba... tolong cek emailnya ya... Makasih...

freshlotus mengatakan...

Wah, ribet sekali ya Maft, persiapan kamu waktu itu. Aku cuma bisa bantu sedikit. Cuma undangan kayaknya. Semoga kalian bisa reunite as soon as possible, anywhere.

Aisyah mengatakan...

Amin amin doanya. Makasih banyak ya mba atas bantuannya waktu itu.

Iya mba banyak sekali yang harus diurus untuk persiapan nikah, setelah menikah, terlebih pengurusan tuk reunite dan harus diurus sendiri, tapi itulah proses mba, yang mau ga mau, suka ga suka harus dilewati dan diselesaikan. Alhamdulillaah 'alaa kulli haal :). Alhamdulillaah, bersyukur atas apapun yang kita alami.

Ikhlasul Amal mengatakan...

Mbak Aisyah, saya mau bertanya lewat email, bisa minta alamat email ke ikhlasulamal@myopera.com

Terima kasih sebelumnya.

Anonim mengatakan...

assalamuallaikum...
mbak untuk surat CNI itu harus diurus ybs yah? soalnya calon ku gak tinggal di sini.

Aisyah mengatakan...

Wa'alaykumsalaam warahmatullaah wabarakaatuh Anonim,
CNI itu kita urus sendiri di kedutaan. Dulu waktu mau menikah juga sama ko, calon suami saat itu masih di luar, jadi kita urus sendiri ke kedutaan negara suami yang ada di Indonesia. Datang langsung yaaa.. jangan lewat telpon atau email. Insyaa Allaah jauh lebih cepat.
Semoga Allaah mudahkan segala urusanmu untuk menggenapkan 1/2 Dien ini saudaraku... Amin.

Anonim mengatakan...

Askum mb aisyah,,,,boleh gak tnya dikit klo mau nikah dg warga thailand non muslim,,trs selesai nikah mau tinggal di indo,,tau caranya gak mb..???trims..waslm...

Aisyah mengatakan...

Wa'alaykumsalaam warahmatullaah wabarakaatuh,

Maaf mba ga tau caranya. Yang aku tau sebisa mungkin seorang muslim itu menikah dengan muslim juga terlebih jika dia seorang wanita. Menikah adalah menggenapkan separuh agama kita dan mencari keridha-an Allaah. Jangan sampai dengan menikah malah menjauhkan kita dari Allaah. Na'udzubillaahi min dzaalik. Semoga Allaah menguatkan iman kita dan menjauhkan dari laknat-Nya. Amin.

Anonim mengatakan...

Assalamualaikum Wr. Wb.,

Mb Aisyah, terimakasih bgt untuk postnya :)
Aku ada pertanyaan untuk biaya menikah dengan WNA di KUA. Salah satu temenku bilang mereka akan charge kita tinggi bahkan bisa sampai 10juta. Bener ga mb?
Mohon infonya ya mb, karena Insya Allah ak ingin menikah tahun depan dg WNA.

Jazakillah.

Aisyah mengatakan...

Wa'alaykumsalaam warahmatullaah wabarakaatuh

Anonim (saya tebak sih wanita ya :) )

Kalau biaya tidak resmi KUA biasanya bergantung KUAnya mba. Dulu sebelum memutuskan ke KUA Jakarta, awalnya mau ke KUA daerah asal, ternyata masyaa Allaah dipersulit banget banget yang minta persyaratan ini itu yang memang tidak ada dan calon suami saat itu pun tidak bisa memenuhinya (karena memang surat seperti itu di sana tidak ada) finally ternyata ketahuan juga endingnya UUD yang meminta tarif kisaran sekian dan sekian kalo nikah sama orang luar, akhirnya jadilah kami pindah ke KUA Jakarta yang subhaanallah cuma sekitar 2 hari langsung ok. "Charge" nya pun diminta juga cuma dengan bahasa yang lebih halus dan tidak terlalu memaksa :| . Akhirnya hasil negosiasi kami berikan uang tersebut di hari H setelah akad nikah plus sedikit oleh2 dari negara suami.(tanpa ada DP-DP an dan JANGAN MAU kalau diminta DP ya mba....)

Jadi jawabannya setiap KUA beda2 bergantung "pejabatnya" dan yang penting kita harus pandai bernegosiasi.

Wow 10juta gwede bwanget mbaaa....itu 10x lipatnya dari aku :D . Ingatkan aja pejabat KUA nya kalau biaya ini tidak resmi (seihlasnya dan semampunya kita) dan seharusnya tidak mempersulit orang lain apalagi orang yang mau menjalankan ibadah.

Semoga Allaah mudahkan mba menggenapkan setengah agama ini dan memudahkan semua jalan ke sana. Amin.

nisa arsy mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
nisa arsy mengatakan...

assalamualaikum wr.wb
mb aisyah terima kasih atas postinganny sungguh sangat membantu namun saya ingin menanyakan mengenai CNI..., calon suami saya dari UK trus CNI kan bisa diurus disana apa perlu minta lagi di kedutaan yang di jakarta??
thanks wasalaam...

nisa arsy mengatakan...

assalamualaikum wr. wb
mb aisyah saya mau tny mengenai CNI... calon suami saya kan dari UK dan CNI bisa diurus disana apa msih perlu lgi minta dari kedutaan yg di jakarta??

Anonim mengatakan...

Assalamu'alaikum wr wb..
mba, boleh minta emailnya ga or kirim email kosong ke euis_solihati@yahoo.com, ada yang ingin saya tanyakan, mudah mudahan berkenan. makasih.

Aisyah mengatakan...

Wa'alaykumsalaam warahmatullaah wabarakaatuh mba Nisa :) .

Maaf saya ga tau apakah harus minta lagi ke kedutaan di Jakarta atau ga, tapi alangkah lebih baiknya mba langsung tanyakan ke kedutaan negara calon suami aja mba...

Kalau mba belum ngurus CNI, ini cuma saran aja ya mba... sebaiknya mba urus CNI di sini aja kalau mau nikahnya di Indo. karena takutnya -ini cuma perkiraan aja ya mba-, kalau mba proses di sana, bahasanya kan inggris semua, nanti harus ke sworn translator dulu untuk di translate ke bahasa Indonesia, nanti kalau fotocopy harus minta stempel ke kedutaan lagi atau mungkin harus ke notaris dulu untuk dilegalisir sesuai asli, jadi lebih repot nantinya, apalagi kalau KUA nya mempersulit minta yang macam-macam. Laa hawla walaa quwwata illaa billaah. Tapi waktu aku langsung proses CNI di sini, langsung dapat 2 bahasa dengan stempel asli 22nya. Tapi itu hanya saran aja kalau mba belum buat dan beda cerita kalau KUA tidak mempersulit :) . Sekali lagi, langsung ditanyakan ke kedutaan yaaa... :) .

Semoga Allaah mudahkan jalan mba Nisa menggenapkan separuh agamanya. Amin. :)

Aisyah mengatakan...

Wa'alaykumsalaam warahmatullaah wabarakaatuh teh Euis, silahkan cek emailnya ya.... Makasih.

Anonim mengatakan...

Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh ...
Sis, apakah benar kalo laki2 wna hendak menikahi wanita Indonesia harus membuat deposit sebesar 500juta atas Nama si wanita? Itu saya dapet info lewat Internet juga. Makasih sebelumnya

Aisyah mengatakan...

Wa'alaykumsalaam warahmatullaah wabarakaatuh

Alhamdulillaah engga ko insyaa Allaah, sampai sekarang tidak ada kewajiban membayar deposit dan temanku yang lain yang nikah dengan orang asing juga udah bertahun-tahun sampai punya anakpun tidak ada tagihan deposit sebesar itu Alhamdulillaah.

Mau nikah ama orang asing juga yaaaa? hehe.. Semoga Allaah mudahkan jalannya dan dipilihkan yang terbaik yang saleh dan bisa memimpin keluarga menunju Jannatul Firdaus. Amin.

Anonim mengatakan...

assalamualaikum wr. wb,

Mbak Aisyah, insyaallah di April ini saya akan menikah dengan WNA juga. ada yang mau saya tanyakan sedikit karena saya kurang faham. apakah saya boleh mengetahui email mbak? email saya ninyciu@yahoo.com

Terimakasih, mbak

nee'slifeherepastandfuture mengatakan...

Assallamuallaikum Mba Aisyah, subhanAllah alhamdulillah saya nemu blog mba disaat kepala di rambut sudah mulai memutih dengan smua kekhawatiran buat ngurusin smua syarat *pwuuuih how i hate bureaucracy* bisa minta emailnya biar lebih gayeng tanyanya, saya di putu.nee.hadisewoyo@gmail.com maturnuwun sangeeeet.
wassallam

Anonim mengatakan...

waduw kok syaratnya bnyk bngt, mbak kalo ak mau nkhnya d langsungin d negara suami apa persyaratan juga sebanyak itu ya?thanks

Anonim mengatakan...

jadi ragu mau langsungin nkh d indo,kok ribet bngt ya

Aisyah mengatakan...

Wa'alaykumsalaam warahmatullaah wabarakaatuh mba2....tolong cek emailnya ya...

Hihi... ternyata banyak juga yaaa yang mau nikah sama WNA :D . Welcome deh kalo gitu.

Emang syarat2nya banyak mba.... tapi jalani aja, insyaa Allaah selesai juga ko, onak duri birokrasi mau tidak mau memang harus dilewati. Semoga Allaah selalu memudahkan kehidupan orang yang memudahkan urusan orang lain. Amin.

Dulu saya juga hampir saja mau menikah di negara suami gara2 sulitnya birokrasi dan persyaratan yang macam2 yang memang tidak ada dan tidak bisa dipenuhi, tapi karena banyak faktor pertimbangan akhirnya tetap dilaksanakan di Indo. Padahal kalau baca-baca pengalaman temen2 yang lain dan saran2 mereka, ternyata menikah di negara lain lebih cepet dan gak seribet di sini. Allaah a'lam.

Kalau syarat2 sebaiknya langsung ditanyakan ke kedutaan negara calon suami aja mba... karena kemungkinan setiap negara beda. Semoga Allaah mudahkan kalian semua menggenapkan setengah Dien ini ya...dan semoga memang mereka adalah yang terbaik yang Allaah berikan untuk dunia akhirat kalian. Amin.

Jangan lupa selalu berdoa sama Allaah yaa.... karna hanya Allaah lah yang maha tau yang terbaik dan maha memudahkan sesuatu. Semoga Allaah memberkahi kalian semua. Amin.

Anonim mengatakan...

assalamu'alaikum mba...
mau nanya lagi..memangnya boleh ya kalo calon suami kita menikahnya dengan menggunakan visa on arrival?

Green Love mengatakan...

Dear mbk aisyah salam kenal saya echy ,mbk kira2 berapa bulan mbk mengurus persyaratan menikah mbk supaya saya bisa persiapkan waktu,mbk waktu mbk ngurus dikelurahan apa aja syarat yg harus dipenuhi calon suami wna?kan dia wna trus ga pake surat numpang nikah gitu kan mbk yang kaya wni nikah sama wni beda domisili? trus kalau di kelurahan dulu mbk dikenai biaya administrasi berapa?makasi mbk mohon info

Aisyah mengatakan...

Wa'alaykumsalaam warahmatullaah wabarakaatuh

Visa on arrival (VOA) itu sebagai syarat di Kepolisian mba... sedangkan KUA itu membutuhkan surat dari kepolisian tersebut. Jadi VOA tidak langsung dikasihkan ke KUAnya.

Pengurusan semuanya bergantung dari banyak faktor mba Echy... Dulu mau nikah di tempat asal ternyata tidak dipermudah, jadi langsung mengurus nikah di Jakarta. Waktu itu aku mau nikah tanggal 12 April. Start aku ke RT- RW- Kelurahan Jakarta itu bulan sebelumnya yaitu tanggal 28 Maret, besoknya ke KUAnya. trus ngurus lain-lainnya serba dadakan Alhamdulillaah selesai juga. Bagi-bagi undangan seminggu sebelumya juga cukup Alhamdulillaah walau jadinya undangan sangat tidak sesuai permintaan ~x( hiks, tapi Alhamdulillaah 'alaa kulli haal. So, kalau dihitung, waktu itu cuma butuh 1/2 bulanan lah sampai selesai nikah.

Kalau bisa dibikin rundown time perharinya mba Echy, dilakukan dan terus dipantau. Nanti listnya memang banyaak sekali tapi jangan liat banyaknya, lakukan aja, laksana kita menanjak tangga di Uluwatu di Bali yang dari pantai itu....terlihat panjaaang banget dan banyaak banget tangganya. Tapi janganlah liat ke atas, tapi tundukkan kepala, naiki tangga satu persatu nanti gak kerasa kita ternyata sampai di atas juga, tangga panjang yang harus kita lewati ternyata selesai juga. Sama dengan semua yang kita kerjakan, jangan lihat banyaknya tapi bismillah, langsung kerjakan saja, insyaa Allaah nanti selesai juga. Semua proses pastinya tidak mengenakkan, tapi kita akan merasakan enaknya ketika kita memetik hasilnya ;).

Semangat ya mbaa... Semoga Allaah mudahkan semua urusan teman2 semua. Amin.

Green Love mengatakan...

Assalamualaikum mbk,Terimakasih mbk buat info n suportnya semoga proses pernikahan saya berjalan lancar,oh ya suami mbk wna mana mbk?semoga rumah tangganya awet dan bahagia selalu,sekarang saya malah lg bingung ngurusin visa tunangan saya bulan mei udah habis rencana saya mau buat vitas tapi saya married bulan agustus kalaupun maksa mau buat vitas harus ada notification for married dr embessy jerman,mbk tau ga gimana syarat2 ngurus notification for married atau pernah denger ga tentang itu.maaf ya mbk pertanyaanku simpang siur kesana kemari hehehe sekali lagi makasi ya mbk,semoga kebaikan mbk dibalas sama Allah amin

Aisyah mengatakan...

Wa'alaykumsalaam warahmatullaah wabarakaatuh,
Sama-sama mba... Amin. Makasih juga doanya ya.., semoga begitu juga dengan mba Echy, semoga Allaah mudahkan semuanya dan selalu memberikan yang terbaik untuk dunia akhirat mba Echy. Amin.

Maaf ga tau tentang itu, baru sekali ini juga denger istilah notification for married. Lebih baik langsung ditanyakan ke kedutaan Jerman nya aja mba. Biar lebih jelas dan benar insyaa Allaah.

Sweet Heart mengatakan...

assalamualaikum Mba Aisyah, saya mau tanya banyak hal tenntang menikah dgn WNA, tolong kirim Emailnya ke sweet_pugnrs@yahoo.com
thank you.

Sweet Heart mengatakan...

Assalamualikum, mbk aisyah, kl untk ngurus CNI bs pihak perempuannya, ato hrs WNA nya yg dtg lgsg ke embassy? trs kl misalnya nikah di dearahnya, trs ngurus2nya hrs di daerah pa di jkt nya? bingung nih wktu mepet, calon pngantennya msh di luar smua, kira2 1 bln cukup bwt persyaratan smp prnikahan?
thank you.

Aisyah mengatakan...

Wa'alaykumsalaam warahmatullaah wabarakaatuh,

Silahkan cek emailnya mba.

Ellen Bax mengatakan...

Assalammualaikum Mba
mohon saranya juga saya juga mau menikah dgn warga asing
dari uk
pls send email ke saya ya mba
di
lanny_bax@yahoo.com
terima kasih mbak

Ellen Bax mengatakan...

Assalammualaikum Mbak
saya mohon sarannya juga untuk menika dgn warga asing
calon saya dri uk mbak,
mohon minta emailnya ya mbak
ke lanny_bax@yahoo.com

Zaidah Munakib mengatakan...

Assalamu'alaikum, mba Aisyah.
Alhamdulillah akhirnya pencarianku berhenti di sini. Hampir saja jerawat keluar semua karena stress. Tapi ada banyak sekali yang ingin saya tanyakan. Please, email me, zaidahmunakib@yahoo.com.

Jazakillah dan semoga Allah memberikan keberkahan pada keluarga sist dengan sakinah mawaddah wa rahmah.

Assalamualaikum.

Aisyah mengatakan...

Wa'alaykumsalaam warahmatullaah mba2, mohon di cek emailnya.

riva dave mengatakan...

Maaf sista aisyah aq juga mau married dgn WNA insya allah mei thb ini untuk share info nya pls send ke email aq ya sista aisyah rivadv@gmail.com
Thx....

Aisyah mengatakan...

Teman-teman semuanya.... dikarenakan semakin banyak yang bertanya lewat email dengan pertanyaannya hampir sama bahkan terkadang memang sama, ada juga yang sudah saya tulis di blog tapi masih ditanyakan lagi. Jadi untuk tidak mengulang jawaban yang sama ke beberapa email dan agar teman2 bisa sharing pengalaman di sini juga sehingga bisa lebih bermanfaat bagi pembaca yang lain. Oleh karena itu dimohon semua pertanyaan dituliskan di sini. Kecuali pertanyaan yang memang benar-benar sangat pribadi.

terima kasih :) . Semoga Allaah selalu memudahkan urusan kita semua. Amin.

nee'slifeherepastandfuture mengatakan...

Assallamuallaikum Aisyah
Maaap udah nge bombardir blog and imel dirimu ya sweetieee :) ini ada pertanyaan monggo dibantu hehehe.
Saya posisi di Surabaya, n seperti yang Aisyah udah sebutin bahwa telepon ke pihak Kedutaan or Consulate musykil (kebetulan pas saya telepon dioper-oper dan diberikan website yang mana tidak menjawab pertanyaan saya hahaha). Wong sudah puyeng dikasi website boso Jerman jadi plonga-plongo doang. Sooo the question is:
apa saja data yang diperlukan untuk membuat CNI teman-teman?

Aisyah mengatakan...

Wa'alaykumsalaam warahmatullaah wabarakaatuh mba Neeeeee.... hehe gpp mba... cuma aku pengennya biar lebih bermanfaat untuk orang lain yang sedang kebingungan mencari informasi. Kalau ditulis di sini, semua orang bisa baca, tapi kalau di email, cuma komunikasi 2 arah aja yang mungkin sebenarnya informasi itu sangat dibutuhkan oleh teman2 kita yang lain juga.

Kalo bener2 pertanyaan yang pribadi monggo mba send ke email juga gak popo hehe.

Setelah buka email waktu ngurus CNI, ini dia syarat2nya:
To issue this letter (CNI), we need to have the following information:

- Passport copies of both parties
- Divorce documents if any of you were married before
- Contact information for both of the couple (include address and phone number)
- Fee is CAN$30.00 which is currently Rupiah265,000# payable in rupiah cash only. If you are not in Jakarta, you may send the payment via Pos Wessel. Pos Wessel is a money order through the Post Office.

Itu mbaa syarat2nya. Semoga sih sama ya...karena kadang kebijakan setiap negara beda.

Semoga Allaah mudahkan semua urusan mba Nee. Amin.
Cemungut ya mbaaaaaa

Anonim mengatakan...

Assalamua'alaikum Aisyah...
sungguh keterangan disini cukup banyak membantu..namun saya masih banyak belum mengerti....
sekarang calon saya seorang Pakistan dan netap di Pakistan...dia bekerja disana...
INsya Allah bulan April depan dia akan datang kesini untuk menikahi saya...namun tentu dia tidak bisa lama2 disini karena dia belum dapat kerja disini dan kantornya tidak bisa memberi ijin lama2....mungkin paling lama dia hanya bisa tinggal disini 1 bulan.
saya baca persyaratan untuk menikah...
1. Copy KTP dan copy Kartu Keluarga calon pengantin ----> berarti KTP calon saya itu ya? apa di pakistan ada kartu keluarga juga seperti disini?

2. Surat Pengantar RT/RW/Kelurahan dari wilayah setempat ----> ini surat pengantar apa?

3. Surat Keterangan untuk menikah (N-1) dari kelurahan

4. Surat Keterangan asal-usul (N-2) dari kelurahan ----> asal usul siapa?

5. Surat keterangan tentang orang tua (N-4) dari kelurahan ---> orang tua saya atau calon saya?

6. Pas foto 2x3= 4 lembar

7. Copy paspor dan visa---> ini kalau saya baca dipersyaratan nikah dg WNA harus di translate ke Bahasa Indonesia, trus mesti dilegalisir . apa bisa dilakukan di Kedutaan Indonesia di Pakistan?

8. Surat ijin dari kepolisian setempat

9. Surat ijin menikah dari kedutaan (CNI = Certified Non Impediment- to marriage, atau surat yang menyatakan tidak keberatan atas ybs untuk menikah di Indonesia)---> ini bisa diminta di Kedutaan Indonesia di Pakistan?

10. Copy Identitas diri dan akta lahir

hanya ini pertanyaan saya...untuk jawabannya saya ucapkan banyak terima kasih....Jazakallah sist...:)

Anonim mengatakan...

Asslamualaikum mbak Aisyah..salam kenal..saya shasha,,saya udah baca keseluruhan,,alhamdulillah saya paham,,tapi boleh g saya minta alamat emailnya,,takutnya suatu hari masih ada yang mw saya tanyakan..kirim ke chica.cute12@gmail.com
makasih yaa mbak.. :)

Aisyah mengatakan...

1) Copy KTP dan copy Kartu Keluarga calon pengantin ----> berarti KTP calon saya itu ya? apa di pakistan ada kartu keluarga juga seperti disini?
=> Kartu identitas kedua mempelai. Kalau kita KTP, mereka bisa menggunakan passport

2) Surat Pengantar RT/RW/Kelurahan dari wilayah setempat ----> ini surat pengantar apa?

=> Mba langsung dateng aja ke RT bilang minta surat pengantar nikah nanti dikasih, selanjutnya teruskan surat itu ke RW - Kelurahan - KUA

3) Surat Keterangan untuk menikah (N-1) dari kelurahan
4) Surat Keterangan asal-usul (N-2) dari kelurahan ----> asal usul siapa?
5) Surat keterangan tentang orang tua (N-4) dari kelurahan ---> orang tua saya atau calon saya?

=> No 3,4,5, Jangan dipusingkan oleh N-1, N-2, N-4 karena itu yang ngurus kelurahan, bukan kita

6) Pas foto 2x3= 4 lembar

=> Mba foto aja di studio foto bilang ke abangnya foto buat syarat nikah, insyaa Allaah dia ngerti

7) Copy paspor dan visa---> ini kalau saya baca dipersyaratan nikah dg WNA harus di translate ke Bahasa Indonesia, trus mesti dilegalisir . apa bisa dilakukan di Kedutaan Indonesia di Pakistan?

=> Biasanya untuk translate dilakukan melalui sworn translator (Penerjemah tersumpah). Mba bisa cari di internet insyaa Allaah banyak jasa sworn translator.

8) Surat ijin dari kepolisian setempat

=> Mba bisa dateng langsung ke kantor polisi setempat, biasanya di pelayanan masyarakat.

9) Surat ijin menikah dari kedutaan (CNI = Certified Non Impediment- to marriage, atau surat yang menyatakan tidak keberatan atas ybs untuk menikah di Indonesia)---> ini bisa diminta di Kedutaan Indonesia di Pakistan?

=> Allaah a'lam tapi kemungkinan sih bisa, coba mba langsung hubungi kedutaan Pakistan di Jakarta aja untuk kepastiannya.

10) Copy Identitas diri dan akta lahir

=> Identitas diri seingatku pakai KTP dan passport. Untuk akte lahir kadang tidak semua negara ada, coba mba tanyakan ke calon suami aja, kalo ga ada, konsultasikan lagi dengan KUA di mana mba mau menikah.

Semoga membantu. Saranku, coba cari di internet atau info dari teman yang menikah dengan warga negara Pakistan langsung, karena setauku Pakistan prosesnya lebih rumit dibandingkan dengan negara lain (semoga saya salah dengar tentang ini). Tapi jangan putus asa, karna jalan selalu ada dan pemberi jalan kemudahan itu hanyalah Allaah jadi mintalah kemudahakan sama Allaah. Semoga Allaah mudahkan urusan mba. Amin.

Aisyah mengatakan...

Wa'alaykumussalaam warahmatullaah wabarakaatuh, afwan sampai kelupaan jawab salamnya. Disatukan aja ya...

@Anonim, sorry no 7 belum lengkap. Untuk legalisasi dokumen kalo memang dibutuhkan maka harus dipastikan sesuai persyaratan yang diminta. Apakah harus dilaksanakan di tempat dokumen asal tersebut di buat lalu di legalisasi lagi ke kementerian hukum dan HAM ataukah hanya dilakukan di kantor notaris sambil membawa dokumen asli. Mba harus benar2 pastikan untuk legalisasi ini karena harus benar-benar sesuai permintaan, tidak boleh salah. Coba mba cari info ke kedutaan Pakistan di Indonesia yaa...

Untuk legalisasi lewat notaris cobalah cari tarif yang paling murah. Biasanya tarifnya per lembar. Ada yang 25.000 ada yang 50.000 bahkan ada yang 100.000, saranku googling dulu aja sekalian tanya tarif per lembarnya berapa.

Kalau misalnya harus dilegalisasi sampai ke kemenhumham maka saranku jangan sampai pakai calo. Kerjakan sendiri aja. Biasanya calo mentarif 150.000 bahkan ada yang 300.000 per lembarnya. Sayang banget biayanya.

@mba Shasha salam kenal juga. Silahkan cek emailnya tapi kalau pertanyaanya tidak pribadi tolong ditulis di sini aja biar bisa dibaca teman2 yang lain dan semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman kita yang sedang bingung mencari informasi. Terima kasih.

Anonim mengatakan...

Makasih mbak Aisyah atas jawabannya...sebelumnya saya minta maaf tidak menyebutkan nama...nama saya Vony....memang saya dengar untuk menikah dg warga negara pakistan agak rumit..saya sudah bertanya langsung kepada seorang warga negara pakistan yg kebetulan sudha netap di kota saya....mudah2an ALLAH SWT memudahkan jalan kami..Insya Allah..:)

Aisyah mengatakan...

Sama-sama mba Vony... :). Ya mba biidznillaah. Sekali lagi kabar itu jangan bikin mba putus asa atau ciut nyali ya mba... Tidak ada yang susah kalau Allaah berkehendak untuk memudahkan. Karena Allaah lah yang maha memberi kemudahan. Semoga Allaah berikan kemudahan kalian menggenapkan separuh agama ini. Amin.

Anonim mengatakan...

Assalamu'alaikum mba Aisyah, ini lia.. salam kenal.
Mba... saya mau tanya tentang pembuatan VISA, kira kira pembuatan VISA itu berapa lama dan berapa mahal ya mbak ? saya lihat2 di website tapi gak ada yang jelas :( trus kalo kita mau nikah sama WNA selalu memerlukan yang dinamakan KITAS ? setau saya kan itu diwajibkan bagi WNA yang menikah dengan WNI dan akan bekerja di Indonesia ya mba (Saya baca dari British Embassy website. Nah, tapi ada seseorang yang bilang dan ngotot kalau semua WNA yang menikah dengan WNA itu butuh KITAS, yang benar bagaimana mba? Sebelumnya saya ucapkan terimakasih banyak ya mba Aisyah.. Semoga Allah selalu memberikan barakah kepada mba sekeluarga, Amin :x

Aisyah mengatakan...

Wa’alaykumsalaam warahmatullaah wabarakaatuh Lia… salam kenal juga :) .

Amin amin makasih doanya ya.. Jazaakillaah khair semoga Allaah selalu memudahkan urusan Lia. Amin. Setauku dan pengalaman suamiku sendiri, saat itu beliau hanya menggunakan visa dan itu juga baru diurus di bandara. Kecuali kalau calon suami Lia mau tinggal di Indonesia lama, maka kemungkinan diperlukan kitas. Allaah a’lam. Syaratnya pun lebih rumit sepertinya. Semoga site ini bisa membantu http://www.imigrasi.go.id/

Sorry ya Lia, untuk berapa biaya pembuatan visanya aku ga tau. May Allaah make it easy for you. Amin.

Anonim mengatakan...

Assalamu alaikum mba aisyah..sy jg mau nikah dgn WNA Iran mba..di daerah asal betul2 dipersulit.mba menikah di jakarta KUA mana ?? Trus KTPnya mba memang jakarta atau bgmn mba ?? Mohon pencerahanx..terima kasih mba..

fylingme297 mengatakan...

mbak,, mohon infonya, diatas mbak menyebutkan kalo menikah di KUA daerah asal urusannya ribet kalo boleh tau daerah mana ya? soalnya kondisi saya juga di daerah hanya numpang kerja aja di jkt :), sedangkan calon saya muslim dr scotlandia.. apa kita harus juga ambil surat keterangan atau pendaftaran di jakarta juga? trus rencananya setelah kita menikah nanti saya pindah ke sotlandia apa yang harus saya siapkan untuk dokumennya?

Aisyah mengatakan...

Wa'alaykumsalaam warahmatullaah wabarakaatuh

KUA Jakarta Timur. Ya, KTP Jakarta. Bisa minta emailnya mba?

Aisyah mengatakan...

@Mba Flyingme297. Kondisi setiap KUA beda mba walaupun daerahnya sama. Belum tentu di wilayahku dipersulit tapi di tetangga sebelah yang masih satu daerah dipersulit juga. Semua bergantung manusianya.

Jadi coba dulu mba ke KUA di mana mba KTP nya terdaftar, lengkapi semua syarat2nya, kalau mereka mempersulit minta syarat yang aneh2 yang tidak ada dalam list dan calon suami tidak bisa memenuhi karena memang surat tersebut di negara sana ga ada, maka saranku lebih baik langsung pindah aja numpang nikah di tempat yang lain yang memungkinkan. Kecuali kalau mba mau memenuhi semua yang mereka "minta".

Untuk perpindahan, setiap negara beda-beda syaratnya dan beda juga aturannya. Silahkan mba bisa kunjugi situs kedutaan negara tersebut atau datang langsung ke kedutaan Scotland di Jakarta.

flyingme297 mengatakan...

ini emailku mbak... fylingme297@yahoo.co.id

nanik mengatakan...

assalamualaikum wr wb....
mbak aisyah, terima kasih untuk informasi yg telah mbak bagi di blog ini. alhamdulillah saya jd punya bayangan/wacana ttg pengurusan dokumen2nya. krn apa yg ada di benak saya ttg pengurusan dokumen2 benar2 ruwet, saya tidak tau kemana dulu dan dokumen apa dulu yg harus saya urus. yg ada dibenak saya adalah ke RT/RW dulu smp dpt N1-4 br mengurus ke kedutaan. (beneran mabok mbak pas browsing n nanya2 teman perihal pengurusan dokumen)..
insyaAllah saya akan menikah dgn WNA India. kebetulan saya sudah membuka website kedutaannya dan tidak menemukan ttg CNI, yg ada NOC Marriage. apa kedua dokumen itu sama ya mbak...?
dlm pengurusannya semua dokumen saya yg berbahasa Indonesia harus ditranslate ke bahasa Inggris, apa saya bisa menggunakan penerjemah tersumpah manapun atau telah ditentukan oleh kedutaannya..? karena saya tdk menemukan lampiran ttg referensi penerjemahnya.

mbak, aku sempat menemukan blog yg mencantumkan untuk membawa semua kelengkapan dokumen2 ke Departemen Luar Negeri (direktorat konsuler) dan Departemen Kehakiman (direktorat perdata) untuk mendapatkan legalisir dan keterangan ijin menikah di Indonesia selama jangka waktu 6 bulan. apa benar begitu mbak..? dan di proses sebelah mana dokumen2 itu dibawa ke kedua departemen tsb...?
mbak, maaf ya klo mencerca dirimu dgn banyak pertanyaan. ini alamat email ku its_nanik@yahoo.com.
terima kasih bnyk mbak, wassalam

Aisyah mengatakan...

Wa'alaykumsalaam warahmatullaah wabarakaatuh

Allaah a'lam tentang apakah CNI = NOC?. Untuk kejelasannya sebaiknya ditanyakan langsung ke kedutaan Indianya mba.

Untuk translate dokumen harus dilakukan di sworn translator atau penerjemah tersumpah. Insyaa Allaah banyak di internet. Penerjemah tersumpah biasanya dicari sendiri mba, ga tau juga kalau kedutaan India punya referensi sendiri. Sekali lagi langsung ditanyakan ke kedutaan India nya aja.

Apabila disyaratkan oleh Indian embassy untuk melegalisasi semua dokumen ke kementerian hukum dan HAM (Kemenhumham) dan Kemenlu, maka mba harus pergi ke kemenhumham nya (di Jakarta ada di Jl. H.R. Rasuna Said kav 6-7 Kuningan Jakarta Selatan) baru setelah itu ke Kementerian Luar Negeri. Nanti di sana mba ketemu banyak banget calo dari satpam sampai calo benerannya. Jangan mau dikerjain mba, kerjakan sendiri aja. Paling nunggu 3 hari aja. Kalau pengalamanku, sebelum menikah itu ribet-ribetnya ke RT-RW-Kelurahan-KUA, kepolisian, cari gedung, bikin undangan dll dll dan ga sampe ke kementerian. Ke Kementerian agama, kementerian hukum dan ham, dan kementerian luar negeri itu semua dikerjakan setelah menikah. Semua itu untuk melegalisasi dokumen yang diperlukan untuk melegalkan pernikahan kita secara internasional atau untuk keperluan perpindahan kita ke negara suami sesuai yang disyaratkan embassy.

Mba, beda negara beda aturan. Sekali lagi, alangkah baiknya mba langsung datang aja ke kedutaan Indianya dan ditanyakan sejelas-jelasnya. Kalau saranku, sebelum ke kedutaan mba coba ke KUA dulu, minta list syaratnya apa-apa aja sekalian biayanya, baru setelah itu ditanyakan ke kedutaan terutama yang terkait dengan syarat yang diminta KUA dari kedutaan. Karena yang mau menikahkan kita itu KUA dan istilahnya sebelum pernikahan terjadi KUA lah yang megang bola. KUA lah yang berhak mengeluarkan buku nikah yang kita butuhkan. Jadi ikuti apa yang disyaratkan KUA sebelum nikah. Nah, setelah nikah, barulah kita ikutin aturan atau syarat-syarat dari kedutaan apa-apa aja yang mereka butuhkan untuk melegalkan pernikahan kita secara internasional. Jadi pernikahan kita bisa diakui di kedua negara.

Semoga jawaban ini tidak membingungkan dan semoga Allaah mudahkan semua urusan mba. Amin.

Anonim mengatakan...

Assalamu'alaikum mbak Aisyah......
saya Vony lagi...hehehe....
beberapa hari yang lalu saya sudah menelfon kedutaan Pakistan di Indonesia...dan bertanya masalah syarat pembuatan visa, deposit dan masalah translate dan legalitas dokumen.....trus juga masalah apakah bisa dokumen2 itu ditranslate di Kedutaan Indonesia di Pakistan saja...tapi saya malah disarankan menyuruh calon saya itu kekedutaan Indonesia di Pakistan....
menururt informasi temen saya yg bekerja di KBRI Malaysia, deposit itu tidak mesti disediakan calon saya, tapi cukup mengirimkan fotocopy buku tabungan saya ke kedutaan Indonesia di Pakistan...

Aisyah mengatakan...

Wa'alaykumsalaam warahmatullaah wabarakaatuh mba Vony,

Pengalamanku kalau mengurus lewat telpon terkadang kurang puas dibandingkan datang langsung ke kedutaan. Kalau datang langsung (kalau mba memungkinkan ke Jakarta lho ya...), kita bisa tanya lebih detail dan mungkin bisa minta saran-saran dari orang kedutaan tentang apa yang sebenarnya harus dilakukan sesuai aturan kedua negara.

Kalau memang itu sarannya, berarti minta aja calon suami mba untuk bertanya ke kedutaan Indonesia di Pakistannya. Semoga ada pencerahan dari sana. Amin.

Kalau yang mba maksud itu deposit yang 500juta sebelum menikah, maka insyaa Allaah sampai selesai menikah dan mendapatkan buku nikah pun, baik itu Kedutaan, KUA, Kemenag, Kemenhumham semuanya tidak ada yang meminta bukti deposit tersebut. Jadi jangan memusingkan diri untuk sesuatu yang belum jelas. Lebih baik langsung tanyakan kepastiannya dan kebenarannya dari kantor terkait.

Cuma FYI aja, sebelum menikah kami berdua tidak ada yang dimintai copy buku tabungan dan semacamnya. Tapi kalau itu aturan khusus dari fihak kedutaan Pakistan ya... berarti mau ga mau mba harus ikuti. Semoga Allaah mudahkan urusan mba Vony. Amin.

Anonim mengatakan...

Assalamu alaikum mba Aisya..sy bisa minta alamat email mba aisya ?? Sy akan menikah dgn WNA Iran mba..ada yg ingin sy tanyakan..tolong alamat email mba di fifidilbarif@gmail.com.
Terima kasih sebelumx mba...

Fifi dilbarif mengatakan...

Assalamu alaikum mba Aisya...sejak 2 hari yg lalu sy isi kolom koment tp kok tdk bisa2 yah ?? Sy butuh alamat email mba,ada yg ingin sy tanyakan..tolong kirim ke email sy mba fifidilbarif@gmail.com.terima kasih

Aisyah mengatakan...

Wa'alaykumsalaam warahmatullaah wabarakaatuh Fifi....

Hehe, nah, iniii... Fifi bisa isi kolom komentar. Alhamdulillaah.

Ok karna sudah bisa, jadi pertanyaan Fifi ditulis di sini aja ya... biar bisa dibaca teman-teman yang lain yang mungkin punya pertanyaan yang sama. ;)

ဆန္းထြန္း mengatakan...

Salam...nama sy NaNa . mbk aisyah ada hal penting yang saya mau tnya sama mbk. Saya mau menikah denga WNA. Bisa kasi email kosongnya ke na98039@gmail.com
terima kasih
smoga allah memberkati mbk aisyah.

Fifi dilbarif mengatakan...

Assalamu alaikum mba...ini sy yg akan menikah dg wna Iran dan di daerah asal dipersulit mba..tolong alamat email mba aisyah dong..fifidilbarif@gmail.com...urgent banget mba :(...makasih sebelumnya.

Fifi dilbarif mengatakan...

Assalamu alaikum mba aisyah..mba,sy minta alamat email mba please..urgent mba
Email sy fifidilbarif@gmail.com
Terima kasih

Feranita Gapuri mengatakan...

Assalamualaikum mba Aisyah.. aku udah baca postingan dr yg paling atas ampe paling bawah, dan kesimpulannya pertanyaanku belum terjawab, jadilah aku bertanya di kolom ini.. hehe.. plzzz mba, jika berkenan membantu..
saya berencana menikah bulan April soalnya. Calon saya orang Pakistan.. nah, negara pakistan ini kan visa nya hanya bisa Visit Visa, bukan VOA.. jd lah sy berencana buat Visit Visa utk dia nantinya. Dr pembahasan diatas, utk persyaratan visa ke kantor polisis sepertinya masih bisa ada keringanan sampai org bersangkutan datang. Namun yg saya bingung selanjutnya ini.. krn calon saya berencana tinggal di Indonesia dan kami mau buka usaha disini, nah bisakah saya mensponsori dia utk Permanent Visa ? (yg ktnya sudah jadi 5thn jangka waktunya sekarang) dia berencana utk tdk kembali setelah menikah, jd langsung di ubah ke permanent Visa. apakah hal ini mungkin?? plz buat pembaca lain yg juga punya jawabannya mungkin bisa di share.. krn saya sangat bingung saat ini.
Trus kalau mba Aisyah gmn itu kondisinya? apakah setelah menikah suami kembali ke negara asalnya langsung? dan apakah sekarang menetap di Indonesia dgn visa permanent atau working permit?
maaf ya mba kepanjangan..saya bener-bener butuh bantuan.
terima kasih banyak sebelumnya mba Aisyah utk bantuan dan info2 berguna nya yg di share..
may Allah always bless you and all moslem in the world :-)
oh iya, boleh minta alamat emailnya ga, kalo seandainya saya ada yg ingin ditanyakan lg? email saya nature_ilove@yahoo.com
trima kasih skali lg mba...

Aisyah mengatakan...

Wa'alaykumsalaam warahmatullaah wabarakaatuh mba Feranita,

Mohon maaf jika ada pertanyaan yang tidak terjawab. Perlu saya tegaskan bahwa apa yang saya tuliskan di blog ini semata-mata pengalaman saya yang semoga sedikit banyak bisa membantu atau at least sebagai gambaran apa saja yang harus di lakukan bagi mereka yang akan melaksanakan transational marriage atau penikahan dengan warga negara asing (WNA). Akan tetapi saya berlepas diri dari pertanyaan yang memang tidak bisa saya jawab karena ketidaktahuan saya dan/atau karena perbedaan kebijakan dan hukum setiap negara. Untuk jawaban yang benar dan pasti, mohon tanyakan langsung ke kedutaan calon suami masing-masing.

Seingat saya VOA itu akan didapatkan di perbatasan negara yang akan dituju (cmiiw), jadi kalau mau ke Indonesia berarti VOA didapat di bandara di mana pertama kali dia masuk wilayah Indonesia (nanti akan distempel di passportnya). Nah, stempel itulah yang nanti di copy trus diberikan sebagai salah satu syarat yang diminta kepolisian.

Perlu saya luruskan kalimat mba Feranita berikut ini
"utk persyaratan visa ke kantor polisis sepertinya masih bisa ada keringanan sampai org bersangkutan datang",
Yang memberikan keringanan waktu itu adalah KUA nya sendiri mba, bukan kepolisian. Karna saat itu semua sudah ok tapi surat kepolisian belum jadi, jadi saya minta keringanan KUA untuk menyusulkan salah satu syarat "surat dari kepolisian" dan akan diberikan di hari yang sama sebelum dilaksanakan pernikahan.

Maaf saya tidak tau tentang izin tinggal Indonesia seperti kitas, kitap, dll, mba bisa baca disini http://www.imigrasi.go.id/. Setelah menikah, saya mengurus permanent resident untuk tinggal di negara suami.

Semoga Allaah mudahkan urusan mba. Amin.

Anonim mengatakan...

Assalamu'alaikum mbak aisyah....
saya Vony lagi...
maaf mbak....td pacar saya sudah ke KBRI di islamabad dan mendpat informasi....katanya dia mesti ada bank statement jika untuk menikah...tapi kalau visit visa bisa dia dapat sekedar untuk visit...dan tidak perlu ada bank statement
saya pengen tau.....apa visit visa itu bisa dipakai ya mbak sebagai syarat di KUA nantinya?
maksih penjelasannya mbak aisyah.....wassalam...:)

Aisyah mengatakan...

Wa'alaykumsalaam warahmatullaah wabarakaatuh mba Vony.

Afwan (maaf) saya tidak tahu detail di luar yang pernah saya alami. Tapi kalau saya boleh menduga, "kemungkinan" KBRI di Islamabad mengatakan harus ada bank statement karena calon mba bertanya syarat kalo ingin tinggal di Indonesia setelah menikah. Jadi bukan cuma sekedar "nikah"nya atau sekedar "visitor visa"nya aja, tapi ada "tinggal di Indonesia"nya setelah menikah, jadi mereka minta bank statement. Allaah a'lam (cmiiw).

Karena pengalaman suamiku dan keluarga dulu ke Indo cuma pake visitor visa dan itupun baru diurus di bandara, pun mereka (keluarga) tidak ditanya tujuan ke Indonesia itu untuk apa.

Perlu ditegaskan kembali bahwa syarat yang diminta KUA itu adalah surat dari kepolisian. Nah, kepolisian inilah yang mensyaratkan adanya visa on arrival (VOA), VOA ini didapat ketika mereka baru datang ke Indonesia. Jadi bukan KUA langsung yang minta syarat VOA itu.

Jadi linknya seperti ini mba, calonnya dateng ke Indo (sepertinya apapun visanya (cmiiw) trus dapet VOA (distempel di bandara) --> bawalah VOA tersebut sebagai persyaratan ke Kepolisian --> Nah, surat dari kepolisian inilah yang disyaratkan oleh KUA.

Semoga pertanyaannya terjawab. :)

Anonim mengatakan...

oh mungkin begitu mbak....tadi saya sudah bilang ke dia berdasarkan keterangan mbak ini....kl dia bikin visa visit visa saja...jangan blg buat menikah.....
baiklah mabk...doakan mudah2an saya berhasil danlancar seperti mbak aisyah juga ya....Jazakallah mbak Aisyah..mudah2an bahagia sampe kakek nenek bersm suaminya..aaminn ya rabbal 'alamin....

Anonim mengatakan...

assalammu'alaikum wr wb...

mbak,, boleh kirim emailnya ke o3my2000@yahoo.com... aku mw ty soal ini mbak... makasih sblumnya y... =)

Anonim mengatakan...

assalamu'alaikum wr wb mbak... aku mayme,, mbak boleh kirim alamt emailnya ke o3my2000@yahoo.com... mbak aku pengen ty banyak... boleh y.. trims,,,
wassalam...

ChoRye Jungsoo mengatakan...

ass.. mba minta tolong kirim emailnya ke email saya yanti_qoriah@yahoo.com
InsyaAllah setelah lebaran nanti saya akan menikah dengan warga china ..
tapi berhubung umur saya yang masih 19th .. dan masih belum mengerti apa2 tentang pernikahan apalagi dengan warga asing ,, jadi saya mau minta bantuan infonya mba ..
terimakasih banyak sebelumnya ..

Aisyah mengatakan...

Ass?. (ketika menulis salam mohon ditulis yang lengkap ya teman-teman... karena salam itu doa dan bukan sekedar formalitas).

Qoriah, apabila Qoriah belum tau apa-apa tentang syarat-syarat pernikahan, silahkan dibaca dan dilengkapi syarat-syarat transational marriage di atas ya.... Semoga terbantu.



Anonim mengatakan...

Assalamu'alaikum mbak aisyah....
saya Vony lagi..:)
saya sudah tanya sama sepupu saya yang sudah merit dengan sepupu calon saya....tahun 2011 adik ipar nya datang ke Bandung dengan visa visit family...adik iparnya itu tidak pakai bank statement dan tidak ada deposit....karena visit family dan sepupu saya sebagai sponsornya...jadi cuma pakai surat sponsor dari sepupu saya.
satu lagi mbak..rencana akhir bulan ini saya mau mengurus CNI ke Kedutaan Pakistan...kira2 apa yg saya mesti bawa untuk membuat CNI ini mbak? saya sudah ada KTP dan pasport calon saya....tapi kalau mnta legalisir berarti mesti nunggu dia dateng kan mbak? apa lama ya kalo sekedar minta legalisir nya nanti?

Aisyah mengatakan...

Wa'alaykumsalaam warahmatullaah wabarakaatuh mba Vony, :)

Sebenarnya syarat membuat CNI sudah ada di atas, ini saya copy kan lagi, tapi ini dari kedutaan Kanada, semoga ga jauh beda syaratnya untuk kedutaan Pakistan (lebih baik googling dulu atau langsung telpon ke kedutaan Pakistan di Indonesia sebelum ke sana ya mba..):

To issue this letter (CNI), we need to have the following information:

- Passport copies of both parties
- Divorce documents if any of you were married before
- Contact information for both of the couple (include address and phone number)
- Fee is CAN$30.00 which is currently Rupiah265,000# payable in rupiah cash only. If you are not in Jakarta, you may send the payment via Pos Wessel. Pos Wessel is a money order through the Post Office.

Anonim mengatakan...

Assalamualaikum warahmatulahi wabarakatuh

Salam kenal buat mbak Aisyah ...Alhumdulillah saya menemukan blog ini,sebelumnya saya mencari info tentang legalisir buku nikah,tapi yang saya temukan adalah pertanyaan2 sebelum menikah,tapi gpp,krn blog mbak aisyah sangat berguna sekali untuk beberapa teman2 yang belum menikah,oleh sebab itu saya ada sedikit info untuk Mbak Voni yang mau menikah dengan pria pakistan, sebenarnya kedutaan pakistan di indonesia sangat membantu sekali untuk anda yang mau menikah ,untuk syarat2 pembuatan NOC hanya dibutuhkan foto copy surat N1-N4 dari kelurahan/kecamatan,fotocopy ktp,pasport calon suami,fotocopy kk aja ,prosesnya cepat dlm sehari sudah jadi bayar 185 ribu ,sore jam 4 sudah jadi..NOC ini diperlukan untuk syarat document kita ke KUA,lalu terjemahkan ke sworn translator, itu yang di minta sama KUA...demikian sekilat info dari saya semoga membantu Reny

Aisyah mengatakan...

Wa'alaykumsalaam warahmatullaah wabarakaatuh mba Reny, Alhamdulillaah... terima kasih banyak atas sharingan informasi yang sangat beguna ini semoga Allaah reward mba Reny dengan yang jaauh lebih baik lagi. Amin. Jazaakillaah khair wa baarakallaahu feek. :)

Febi mengatakan...

Ass. Mbak Kalo merit sm wna tu pst byr ijin ting gal ndak mbak? Maklum mbak saya blm tau apa2. Saya mau merit sama org rrc, saya bingung mesti urus dr mana. Thanks febi

Febi mengatakan...

Ass,,wr,,web
Mbak, saya mau merit sm wna RRC saya ga tau awalnya ngurus Dari mana. Dan Apakah nanti calon suami saya dikenakan ijin tinggal.


Trimakasi

Wina Anggun mengatakan...

Assalamualaikum wr. wb.

Alhamdulillah dapet blog ini. Salam kenal ya mba'.
Mba' November ini saya ingin menikah dengan WNA Canada, sama seperti Mba'. Dan saya juga berencana untuk Apply permanent resident disana setelah menikah.


Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan ke mba, tolong di reply ya mba'.

1. Sertifikat masuk islam;
- Ini harus yang asli ya mba'?
- Kalau nama setelah memeluk Islam tidak berubah, apakah ada masalah dalam pengurusannya nnti?

2. Rencananya calon saya akan datang seminggu sebelum hari H(Pernikahan);
- Kira2 untuk waktu yang sesingkat itu, apakah bisa terselesaikan semua? Dengan catatan CNI sudah settled lebih dahulu (InsyaAllah).
- Boleh minta saran gak kapan baiknya saya harus mempersiapkan semua dokumennya?

3. Untuk surat keterangan dari kepolisian itu; - apa aja ya yang perlu dilengkapi?
- Berapa lama surat itu bisa di issue?
- Biayanya juga dong mba', berapa? hehehe

4. Setelah pernikahan berlangsung, saya berencana langsung ke Kanada. Jadi, kita berdua sudah planning untuk apply visa visit Canada lebih dulu, dan setelah sampai di Canada, baru apply Permanent resident. Nah, pertanyaan saya:
- Apa aja yg perlu saya urus sebelum saya apply permanent resident di Kanada?
- Document apa aja yg perlu saya lengkapi?
- Menurut mba', kira-kira untuk planning kami diatas, ada hal-hal lain yang perlu saya pertimbangkan lagi gak? atau boleh nggak saya mengetahui lebih detail gimana proses yg udah mba jalanin sampai akhirnya dapet PR di Kanada?
Terutama kesulitan2 yang mba hadapi dalam persiapan pernikahannya. supaya saya dan calon bisa lebih prepare (Sedia ember sebelum bocor mba' hehehe).

Satu lagi mba'. Tolong kirimin email mba dong ke wina.anggun@gmail.com. Jaga3 kalau nnti ada pertanyaan lagi. hehehe
Sebelumnya makasi banyak ya atas bantuan penjelasannya... BIG HUG untuk mba Aisyah Semoga Allah memberikan berkahnya dalam hidup mba'. Btw, InsyaAllah jika semua berjalan dengan lancar, dan saya bisa sampai di Kanada november ini, wina harap bisa ketemuan mba'Aisyah. :D Bener2 gak sabar jadinya.. pengen Sharing hehehehe

Aisyah mengatakan...

Wa'alaykumussalaaam warahmatullaah wabarakaatuh
@Febi: Tolong dibaca lagi dari awal ya... Insyaa Allaah ada jawabannya, kalo ada yang belum jelas silahkan ditanyakan kembali.

@Wina: Amin doanya, jazaakillaah khair wa baarakAllaahu feek.
Langsung aja ya...

1. Sertifikat masuk islam kalau ada, insyaa Allaah cuma copy-an aja,kalo aku dulu, karena misua Alhamdulillaah sudah muslim dari lahir maka tidak punya sertifikat itu, jadi hanya menunjukkan surat keanggotaan remaja masjidnya aja.
Justru kalau nama berubah itu yang mungkin jadi masalah. Karena kan nanti akan ada perbedaan nama di setiap dokumen. Jadi Alhamdulillaah kalau tidak ada perubahan, insyaa Allaah semoga tidak ada masalah. BiidznIllaah ta'aala.

2. Dulu calon suami saya datang 1 hari sebelum hari H, jadilah hari ini ketemu, besoknya kami langsung menikah. So, insyaa Allaah seminggu mah cukup banget.Tapi dengan catatan semua keperluan nikah seeeemua-muanya sudah selesai diurus sebelum dia datang. Nanti cuma 1 yang belum bisa diselesaikan yaitu surat dari kepolisian karena visa on arrivalnya baru ada setelah dia ke Indonesia. Tapi untuk start ngurus CNI, KUA, undangan, dll dll aku kerjakan 1/2 bulan kelar Alhamdulillaah. Jadi sebenernya tidak ada patokan berapa lama2nya cuma lebih cepat lebih baik dan sealu minta sama Allaah untuk dimudahkan karena Allaah lah yang maha memberi kemudahan.

3. Untuk ke kepolisian bawa aja copy CNI, passport, ktp dan visa on arrival. Bisa ditunggu ko, berapa jam juga insyaa Allaah selesai, asal dateng pagi2 aja ke sananya. Afwan (sorry) biayanya aku lupa berapa.

4. Untuk apply visit visa trus apply PR di sana, Allaah a'lam mungkin itu yang lebih baik karena apply PR di luar Kanada setelah menikah benar2 harus sabar menanti. Untuk info tentang PR dan syarat2nya Wina bisa kunjungi situs ini http://www.cic.gc.ca

5. Saranku kalau bisa nikah di Kanada.. mendingan di sana ajaaa hehe.

Btw, kalau boleh tau Wina tinggalnya di daerah mana dan calonnya Kanadanya di mana?

Semoga Allaah mudahkan jalan pernikahan Wina ya... Amin.

Ratna Dewi mengatakan...

Assalammualaikum mbak Aisyah,
Nama saya Ratna. Bolehkan saya meminta emailnya?
Jika berkenan ada beberapa hal yang ingin saya terkait masalah pengurusan dokumen untuk menikah dgn WN Kanada. Sudah dibaca dari awal sampe terakhir, tp kok ga afdol ya klo ga tnya lgsg melalui email mbak (hehehehe). Soalnya waktu untuk sy mengurus semua dokumen juga tidak banyak mbak, dan calon saya bilang dia akan urus yg dibutuhkan di sana lalu dikirimkan ke saya di Jakarta untuk selanjutnya diselesaikan pengurusannya di sini. jadi dia minta sy untuk mulai cari informasi ttg dokumen2 yg dibutuhkan dari skrg. Mohon mbak Aisyah berkenan untuk membantu memberikan informasi yg dapat membantu sy. Hanya Allah SWT yg dapat membalas kebaikan mbak Aisyah. terima kasih (ratna.dwm@gmail.com)

Aisyah mengatakan...

Wa'alaykumsalaam warahmatullaah wabarakaatuh mba Ratna,

Amin, Jazaakillaah khair atas doanya. Kalau dirangkum memang tidak banyak mba, cuma 3 instansi insyaa Allaah. 1. Kedutaan, 2. Kepolisian, 3. KUA.

Untuk dokumen2 yang dibutuhkan insyaa Allaah sudah saya tulis semuanya di atas. Jadi mba Ratna bisa rangkum dan lengkapi. Semoga Allaah memudahkan semua urusan mba. Amin.

Sejujurnya aku lebih suka ditanya lewat blog karena bisa dibaca mereka yang mungkin membutuhkan informasi tersebut juga bisa jadi media sharing informasi atau pengalaman dan bisa saling meralat kalau ada kesalahan, selain itu insyaa Allaah memudahkanku juga karena tidak mereply jawaban satu persatu pertanyaan di email yang terkadang pertanyaannya sama.

Tapi kalau ada pertanyaan yang sangat pribadi dan tidak mau diketahui orang lain, silahkan bisa ditanyakan lewat email :). Baarakallaahu feek.

Anonim mengatakan...

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh!
Dear Mbak Aisyah!!
Salam kenal mbak, nama saya Diana :)
Insya Allah dalam waktu dekat saya merencanakan untuk menikah dengan WNA asal Amerika! Saya juga telah membaca seluruh postingan! Memang banyak yang harus dipersiapkan oleh saya dan pasangan, namun Insya Allah kami akan mampu melewatinya :)

Begini mbak yang akan saya tanyakan untuk pengurusan Teport Certificate (Surat Tanda Melapor) harus di POLDA Metro Jaya? Apa tidak bisa dilakukan di kantor polisi di kabupaten/kota (POLRES)?

Trima kasih sebelumnya :)

Aisyah mengatakan...

Wa'alaykumsalaam warahmatullaah wabarakaatuh mba Diana. Salam kenal juga :)

Semoga Allaah mudahkan semua urusannya. Amin. Allaah a'lam saya ga tau mba Diana, untuk pengurusan surat keterangan kepolisian apakah bisa di polres atau harus ke polda. Karena saat itu kebetulan tempat saya dekat dengan Polda Metro Jaya, jadi sekalian ke sana. Tapi untuk lebih jelasnya lebih baik bisa ditanyakan ke Polres setempat aja mba. Semoga bisa ya... biidznillaah ta'aala. :)

Nurlina Maretasari mengatakan...

Assalamu'allaikum mba Aisyah,...

Terima kasih untuk postingan dan semua informasi yg diberikan. Insha Allah saya akan menikah dengan WN Belanda, dan kebetulan saat ini memang sedang mecari-cari informasi apa2 saja yg di perlukan u/ pernikahan kami. Saya ingin bertanya mengenai waktu pengurusan CNI itu berapa lama? Karena saya asalnya dari Kalimantan dan apa harus saya datang sendiri u/ kepengurusan CNI di embassy Belanda? Kami juga belum berani menentukan u/ resepsi dan pembuatan undangan karena takut waktu u/ mengurus dokumen2 yg di perlukan tidak pasti. Setelah menikah rencananya saya akan ikut tinggal dengan suami di UK, karena dia bekerja di UK. Dan bener gak sih ribet kalo mau ngajukan sertifikat menikah di negara asal suami dengan Buku Nikah punya RI???

Sebelumnya terima kasih u/ postingnya mba,... Semoga Allah senantiasa memberkahi mba Aisyah denngan keluarga,... :)

Aisyah mengatakan...

Wa'alaykumsalaam warahmatullaah wabarakaatuh mba Nurlina...

Mengenai waktu pengurusan CNI Allaah a'lam apakah setiap negara sama, tapi untuk Kanada kalau langsung datang ke kedutaannya insyaa Allaah selesai dalam 5 hari kerja. Untuk kepastian berapa lamanya, apakah harus datang langsung atau tidak dan lain sebagainya alangkah lebih baiknya langsung ditanyakan ke kedutaan Belandanya aja mba.

Ribet mengajukan akte nikah dari RI? Alhamdulillaah untuk negara Kanada malah gampang, asal di sini di akui, di sana langsung diakui juga Alhamdulillaah, nah kalau untuk Belanda saya yakin beda lagi aturannya. Sekali lagi, lebih baik mba tanyakan langsung ke kedutaan Belandanya aja ya... biar lebih jelas dan benar.

Setelahnya, sama-sama untuk pertanyaannya... Amin, jazaakillaah khair atas doanya, semoga Allaah memberikan kemudahan dalam segala urusan mba Nurlina. BaarakAllaahu fiik. :)

Caca mengatakan...

halo mba aisyah.. saya ingin bertanya, saya akan menikah dg pria WNA, apakah berkas yg harus dilampirkan calon suamivsaya ke catatan sipil harus diterjemahkan ke bahasa indonesia dulu? krn akta kelahiran dan CNI yg didapat calon saya masih dalam bahasa inggris..
terimakasih dan mohon bantuannya...

Anonim mengatakan...

assalamualaikum mba
mba aisya, boleh minta emailnya ?
oia mba surat CNI itu dibuat minimal brp hari atau bulan sebelum hari -H ya ? terima kasih
email saya pinky_uz@yahoo.com

hamba allah mengatakan...

Assalamualaikum wr.wb
maaf mbak sy mau tany.bgini mbak sy mau nikah dgn WNA dr mlsyia.pasangan sy rencananya insyaallah mau jd mualaf dan kita mau nikah diindo.trus lepas menikah sy ikut suami sy.
Yg mau sy tanyakan dokumen2 apa dan apa saja yg hrs sy lakukan buat menikah mbak dan lepas menikah.sy bingung mbak .
Tolong informasinya mbak .atas perhatian mbak sy ucapkan terima kasih.
wassalam

Intan Aulya Rahma mengatakan...

Assalamualaium....
Mbak aisya ada sdkt yg mau saya tanyakan,menikah dgn WNA apa hrs berpindah kewarganegaraan dr slh satu pihak?

Ats jwbnnya trm ksh.

Anonim mengatakan...

Assalamualaikum

mba Aisyah..blog nya sangat berguna sekali terima kasih..

Saya juga berencana akan menikah dengan WNA..

Pertanyaan saya..apakah saya bisa tau Alamat KUA Jakarta mba Aisyah menikah dulu?

ini Email saya mba.. linda.meilani7@gmail.com



just incase saya dibikin susah KUA daerah rumah saya (Rumah saya di Tangerang)

terima kasih

ayu mengatakan...

asslamua'alikum
mba thanks ya info nya...aku juga insya Allah akan menikah dengan warga asing, ..trus apakah ada syarat yang lain jika beliau sudah pensiun
untuk daftar hingga hari pernikahan itu kira2 nunggu berapa lama ya ?
trimakasih ya atas jawabannya
ini blog aku dan aku baru di blog
http://about-ourlove.blogspot.com

ayu mengatakan...

oh ya email aku
ayu_w01@yahoo.com
trims ya mba

diyan sari mengatakan...

Assalamualaikum mba Aisyah... thanks ya sharing info di blog ini bermanfaat banget...
Salam kenal, nama saya Diyan
Kalo boleh tau ada nggak kenalan mba yang senasib dengan saya, mau menikah dgn wn Pakistan di Jakarta atau di Malaysia..??

Curhat dikit nih ya mba..
Saat ini calonku wn Pakistan bekerja di Malaysia..
Udah 2 kali saya coba jadi sponsor untuk ajukan turis visa dan visa sosial budaya ke Jakarta, tapi mentok ditolak waktu saya diwawancara dengan dewan clearing house di jakarta...

trus sekarang mau coba2 daftar nikah di KBRI Kuala lumpur tapi dipersulit juga..

Kalo ada kenalan mba Aisyah yang punya tips nikah dgn wna Pakistan boleh donk sharing2 ke email aku: diyans4ri@gmail.com

makasih banget sharing di blog nya mba Aisyah,, may you be blessed :)

Zdanerina mengatakan...

Assalamualaikum wr wb
Salam Kenal Mbak Aisyah, nama Saya Rina dari Palembang,Sumatera Selatan..sudah menikah dengan warga negara Brunei darussalam.
Alhamdulillah persyaratan yang awalnya terlihat rumit, ternyata cukup mudah diatasi..hanya urusan kedutaan yg memaksa kita dari daerah hrs ke jakarta lagi bersama calon (waktu itu).
Saat ini kami sudah menikah dan sudah mendapatkan sijil(akta pernikahan) dari brunei juga.
Yang saya bingungkan, setelah menikah bagaimana proses selanjutnya karena saya akan pindah ke negara suami pd bulan Februari nanti.apakah buku nikah (yg sudah dicap resmi oleh KUA wilayah saya) hrs dilegalisir lagi ke depag,depkumham,deplu?
Tolong sarannya ya mbak,saya liat di blog mbak jarang ada akhir2 ini mungkin sibuk ya,ini email saya : ina_kirana1@yahoo.com.
Terima Kasih.

Aisyah mengatakan...

Sorry ya teman2 baru sempat balas:
@Caca: Lebih baik coba mba Caca tanyakan kepastiannya di catatan sipil di mana mba Caca mau menikah. Dulu waktu aku menikah di KUA, Alhamdulillaah mereka gak minta terjemahan kecuali CNI. Tapi ada juga teman2 yang diminta sama KUA nya untuk diterjemahkan dulu. Jadi intinya semua berdasarkan permintaan KUA setempat atau Catatan Sipil Setempat.
@Anonim: Untuk kedutaan Kanada (ga tau kalau kedutaan negara lain), CNI jadinya 5 hari kerja dengan catatan harus datang langsung ke kedutaannya. Jangan per email apalagi per telpon, nanti mereka bilang 2 bulanan jadinya :D .
@ Hamba Allaah: Wa'alaykumsalaam warahmatullaah wabarakaatuh. Setauku kalau menikah dengan muallaf berarti harus melampirkan keterangan dia masuk Islam mba. Jadi selain semua dokumen di atas (tolong baca lagi ya... :) ) juga harus dilampirkan keterangan kalo dia jadi Muallaf (coba tanyakan ke KUA nya, tapi kemungkinan besar sih dikeluarkan oleh Dewan Masjid di mana yang bersangkutan jadi Muallaaf. Allaah a'lam). Tuk dokumen setelah menikah nanti tanya kedutaan negara suami mba aja karena dokumennya berdasarkan kebutuhan setelah menikah. Apakah mau buat Permanent Resident ke negara suami atau gimana bergantung kebutuhan mba. Tar konfirm aja ke kedutaannya mba.
@Intan Aulya R: Wa'alaykumsalaam warahmatullaah wabarakaatuh. Insyaa Allaah tidak ada paksaan atau keharusan setelah menikah untuk pindah kewarganegaraan salah satu pihak. Kecuali kewarganegaraan anak yang nanti harus memilih setelah usia 18 tahun kalo ga salah (antara 17 atau 18 tapi kayaknya 18 tahun deh insyaa Allaah).
@Anonim: Wa'alaykumsalaam warahmatullaah wabarakaatuh. Dulu aku menikah di KUA Jakarta Timur mba. Hehe... tentang dipersulit atau ga itu bukan KUA nya mba...tapi personilnya, manusianya. Jadi kalau di KUA dulu aku nikah ternyata pejabatnya udah ganti yaaa..gak jaminan juga kalo tidak dipersulit. Allaah a'lam.
Semoga Allaah selalu memudahkan urusan hidup dan kehidupan kita dan menjadikan kita selalu masuk dalam golongan orang2 yang tidak pernah mau mempersulit urusan orang lain. Semoga Allaah mudahkan pernikahannya ya mba...Amin.

Aisyah mengatakan...

@Ayu: Wa'alaykumsalaam warahmatullaah wabarakaatuh. Allaah a'lam mba ga tau kalau ada syarat untuk yang sudah pensiun, karena setauku menikah itu kaitannya sama status apakah yang bersangkutan sudah pernah menikah sebelumnya atau ga, nah surat keterangan itu yang diperlukan. Kalau sudah pensiun tapi masih ada penghasilan nanti paling tetep ngisi penghasilan dia perbulannya di salah satu form dari KUA. Lebih baik konfirm ke KUA setempat aja mba.
Dari daftar ke KUA hingga hari pernikahan bergantung kitanya dan bergantung jadwal KUA. seminggupun kalau KUA kosong dan mbaknya bisa, mereka siap ko insyaa Allaah.
@Diyan Sari: Wa'alaykumsalaam warahmatullaah wabarakaatuh mba Diyan. Salam kenal juga :). Hiks maaf banget aku ga bisa bantu mba, aku ga ngerti.... Ada sih yang nikah dengan WN Pakistan di Malaysia, sekarang tinggal di Malaysia juga tapi aku ga punya kontaknya. Barangkali ada teman2 yang senasib seperjuangan dengan mba Diyan, tolong sharing pengalaman tips dan trik nya ya... Ingatlah jika kita menolong saudara kita insyaa Allaah, Allaah akan menolong kita dan jika Allaah yang menolong kita, tidak ada satu makhlukpun di bumi ini yang bisa menahannya walaupun mereka berkumpul sedemikian banyaknya. So please temen2 tolong dibantu ya....
Jazaakumullaah khair wa baarakallaahu feek. Amin.
@mba Diyan, semoga Allaah mudahkan semua urusannya ya.... amin.
@Zdanerina: Allaah a'lam mba waktu itu aku lakukan legalisasi ke kemenag, kemenhumham (tapi tidak melanjutkan ke kemenlu) semua itu karena ketakutan akan ditolaknya permanent resident ke negara suami.
Plus pernah denger katanya kalau kita tidak mendaftarkan ke lembaga2 tersebut maka kalau suatu saat kalau ada problem, mereka akan susah menolong kita.
Jadi sebenernya aku lakukan itu nothing to lose juga. Barangkali ada senior yang membaca ketidaktahuan kami ini, mohon sharingan dan bimbingannya ya....
Iya, akhir2 ini sibuk banget di luar mba...hehe maklum deket2 lebaran :D . Oh, baarakallaahu feekum ya mba... semoga Allaah jadikan keluarga mba keluarga yang barakah, sakinah, ma waddah wa Rahmah. Amin :)

Anonim mengatakan...

Asskum ,
Maf. Salam kenal dari saya Yana. Mbak aisyah , saya Mau tnya nie. Sya berencana akan menikah dgn WNA belanda, Dan sya akan melangsungkan pernikahan di belanda dulu. Calon saya seorng chatolick , tapi dia akan masuk islam mngu dpn. Pertnyaan saya adlah, persyaratan apa Saja yg harus saya lengkapi ato documents apa aja yg hrs saya bawah ke belanda? Saya mohon pertolongan nya. Saya juga uda check ke websides. Tapi blom mudeng juga. Pusiiiiing kepala saya mbak. Smga allah membls kebaikan mbak untuk membantu sesama Muslim . Thanks.
My email, dianarif94@gmail.com

rahma mengatakan...

Salam Mbak Aisyah, saya mau menikah dengan WNA, tapi untuk legalisasinya KUA minta sertifikat beragama islam, calon saya memang sudah beragama Islam sejak lahir. gimana ya cara mengurus sertifikatnya? mohon di balas di email saya ya mbak, rahmaibt@gmail.com. Jazakalla Khair.

Aisyah mengatakan...

Maaf sebelumnya tidak jawab per email karna biar bisa bermanfaat tuk pembaca jika terdapat problem yang sama.
@ Anonim: Sebaiknya kalau menulis salam yang lengkap ya...karna selain salam itu doa, bukan formalitas plus bisa merubah arti.
Maaf aku ga tau jawabannya. Coba tanyakan ke kedutaan Belandanya aja.

@Rahma: Wa'alaykumsalaam warahmatullaah wabarakaatuh mba Rahma, ini sama percis dengan pengalamanku dulu. KUA tetap minta bukti kalau dia muslim padahal namanya pun nama muslim yang Alhamdulillaah emang suami udah muslim dari lahir. Akhirnya kami buktikan dengan surat keanggotaan beliau di masjid sana yang ada cap masjidnya. Kalau bukan anggota masjid (kalo di sini DKM kali ya), minta aja surat keterangan ke dewan masjidnya yang menyatakan kalau dia memang seorang muslim. Semoga Allaah memudahkan urusan kita semua. amin.

Anonim mengatakan...

Assalaamu'alaikum wr. wb.
Mba Aisyah, In shaa Allah saya Maia, mau menikah dengan WNA India, dia duda cerai. Ketika saya tanya surat/akte cerainya. dia hanya punya copy-an nya aja... bisakah itu dipakai..? mohon masukannya. maturnuwun

retno dewi utami mengatakan...

Assalamualaikum mba.

MBa boleh minta email nya mba. Karna kebetulan calon aku juga british citizen.

TErimakasih banyak..

Anonim mengatakan...

Assalamu alaykum warahmatullah wa barakatuh.
Mba, saya Layla juga berencana menikah dengan British Citizen yang kerja di Spanyol, dia kemungkinannya hanya bisa berada di Indonesia selama 3 hari. 1 hari sebelum hari H dan 1 hari setelah hari H sehubungan dengan pekerjaan yang tidak bisa ditinggal lama. Rencananya, setelah menikah saya langsung berangkat bersama dia ke Spanyol. Apa dokumen yang saya butuhkan sama dengan yang telah dijelaskan di blog ini? Apakah cukup untuk mengurus segala sesuatu berhubungan dengan hal-hal yang harus dilakukan berhubungan dengan dokumen sebelum dan setelah menikah? Atau apakah saya harus tinggal dulu untuk mengurus segala hal yang berhubungan dengan dokumen yang dibutuhkan saat ke Spanyol? Ada hal lain yang ingin saya tanyakan lewat email juga, mba. Boleh tolong minta alamat emailnya ke email ini (layla.layla779@yahoo.co.id)? Jazakumullah khair atas informasinya. Semoga Allah membalas kebaikan Mba atas informasi yang sangat bermanfaat kepada para pembaca blog ini dengan limpahan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Amiieen

neneng syarifah mengatakan...

Assalaamu'alaikum Mba Aisyah.
Saya Nesya, Insya Alloh nov sy akan menikah dgn wna UK. Coz sy msh nge blank apa saja yg mesti sy persiapkan kemungkinan sy langsung ikut ke UK. Saya divorce dgn 2 anak. Mohon infonya balas ke nesya9999@yahoo.com . Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum

Anonim mengatakan...

mashaallah..semoga ini adalah petunjuk dr Allah melalui mba..jazakillah khair..

Aisyah mengatakan...

Wa'alaykumussalaam warahmatullaah wabarakaatuh
@mba Maia: Afwan, maaf aku ga tau boleh gaknya. lebih baik ditanyakan langsung ke kua tempat dimana mba mau nikah mba.

@Anonim: Amin jazaakillaah khair doanya mba.. Waiyyaaki.
Untuk dokumen yang dibutuhkan sebelum nikah, sepanjang KUA mengikuti prosedur pemerintah insyaa Allaah seharusnya sama mba. Tapi kadang ada kua yang mensyaratkannya beda jadi lebih baik langsung ditanyakan ke kuanya aja.
Allaah a'lam cukup atau tidaknya tapi pengalamanku mengurusi semua dokumen itu sendiri butuh waktu lebih dari itu mba. Terlebih jika dokumen itu berkaitan dengan fihak beruntun dan bertahap ga bisa loncat2 contohnya ngurus surat izin nikah yang ke kua itu harus ngurus ke RT-RW-Kelurahan dulu baru KUA. Iya kalo pak RT-RW dan pak Lurahnya langsung ada di hari yang sama. Kadang bapak pejabatnya baru bisa ditemui malam karena siangnya bekerja di tempat lain.
Contoh lain jika negara Spanyol mensyaratkan adanya legalisasi buku nikah atau legalisasi lain sesuai yang Spanyol syaratkan, di Kemenhumham aja kita taro dokumen hari ini baru bisa diambil 3hari yang akan datang (kecuali pakai calo ya mba...). Jadi Allaah a'lam kalau Allaah berhendak 3hari selesai biidznillaah ta'aala tidak akan ada yang bisa menghalangi. Tapi itulah pengalaman pribadiku mengurus semua itu butuh waktu lebih dari 3 hari mba. Allaah a'lam.

@mba Nesya: Silahkan dibaca lagi blognya ya mba... Insyaa Allaah ada jawabannya.

@Anonim: Amin mba. Afwan waiyyaaki wa baarakallaahu fiik.

Aisyah mengatakan...

Wa'alaykumussalaam warahmatullaah wabarakaatuh
@mba Maia: Afwan, maaf aku ga tau boleh gaknya. lebih baik ditanyakan langsung ke kua tempat dimana mba mau nikah mba.

@Anonim: Amin jazaakillaah khair doanya mba.. Waiyyaaki.
Untuk dokumen yang dibutuhkan sebelum nikah, sepanjang KUA mengikuti prosedur pemerintah insyaa Allaah seharusnya sama mba. Tapi kadang ada kua yang mensyaratkannya beda jadi lebih baik langsung ditanyakan ke kuanya aja.
Allaah a'lam cukup atau tidaknya tapi pengalamanku mengurusi semua dokumen itu sendiri butuh waktu lebih dari itu mba. Terlebih jika dokumen itu berkaitan dengan fihak beruntun dan bertahap ga bisa loncat2 contohnya ngurus surat izin nikah yang ke kua itu harus ngurus ke RT-RW-Kelurahan dulu baru KUA. Iya kalo pak RT-RW dan pak Lurahnya langsung ada di hari yang sama. Kadang bapak pejabatnya baru bisa ditemui malam karena siangnya bekerja di tempat lain.
Contoh lain jika negara Spanyol mensyaratkan adanya legalisasi buku nikah atau legalisasi lain sesuai yang Spanyol syaratkan, di Kemenhumham aja kita taro dokumen hari ini baru bisa diambil 3hari yang akan datang (kecuali pakai calo ya mba...). Jadi Allaah a'lam kalau Allaah berhendak 3hari selesai biidznillaah ta'aala tidak akan ada yang bisa menghalangi. Tapi itulah pengalaman pribadiku mengurus semua itu butuh waktu lebih dari 3 hari mba. Allaah a'lam.

@mba Nesya: Silahkan dibaca lagi blognya ya mba... Insyaa Allaah ada jawabannya.

@Anonim: Amin mba. Afwan waiyyaaki wa baarakallaahu fiik.

Anonim mengatakan...

Percakapan dimulai hari ini

07:30
-Yuyun Briana LovelRosya-
Assalaamu'alaikum Mba Aisyah
Perkenalkan saya riana,moga m'aisyah berkenan membantu saya. Saya sudah baca persyaratan dok.menikah dgn wna. Yg msh saya bingung.
1. Surat tanda lapor diri calon ke polda/kantor polisi setempat dkt dgn tempat tinggal saya??
2. Calon saya muslim dari lahir (bosnian)tp jd wrga negara australia skrg. Apakah surat bukti sertifikat kl dia muslim harus mutlak dicantuumkan. Kl g da bgmana?? Atau sprti yg mba katakan coba dengan bukti anggota masjid (kl ini jg g da bgma), kl memang jg harus dilampirkan, saya harus kemana mba?? (Ada yg bilang ke masjid istiqal or al azhar aja)
3. Akte lahir atau kartu keluarga suami apa harus wajib jg dilampirkan?? Kl g da bgama??
4. Kira" dokumen apa saja ya mba yg hrus di translate baik dari pihak saya dan calon??
And last, minta emailny mba (ada pertanyaan pribadi yg ingin disampaikan) terimakasih. Email saya : yufadar@yahoo.com, see u there m aisyah

Anonim mengatakan...

Ass.mba..Alhamdulillah kbtln bgt sy baca blog ini. Mba blh mnt almt emilnya? Byk yg sy ingn tnykn.sauzansite@yahoo.com thks

Julia Shakeel mengatakan...

Mba aisyah sy minta info donk. Calon suami sy org pakistan..sbnrnya kita sudah mnikah scara agama.. dan saat ini km sudah d karuniai putri.. sy ingin mndaftarkan prnikahan d indo..memang bnyk hal yg mnyulitkan. Tp kami pantang mnyerah :( aq mau tanya Bisa ga sih kita buatin visa calon suami kita di indo.. wkt itu sy pernah tanya lgsg k dirjen imigrasi..tp mereka blg tidak bs apply visa dia tuk dtg ksini.. harusnya sesama negara muslim tidak saling mnyulitkan hehe.. kenapa ya mau nikah resmi susah.. malah yg macam prostitusi malah mudah aduhhh jaman skrg parah bener..mohon balas y..sedang galau.. baby ku udh 5bln tp blm bs ktemu sm daddy nya krn urusan visa ini

nisa arsy mengatakan...

Assalamualaikum mb aisyah, iseng-iseng buka blog mb aisyah lagi mau ngucapin terima kasih mb infonya bener2 memudahkan aku ngurus surat2 nya dan alhamdullilah pernikahanku lancar, mau sharing aja buat temen2 barang kali ada yg mau nikah sama WN Inggris, syarat2nya sama kok dengan yg disebutkan mb aisyah cuman aku g pake surat pernyataan masuk Islam karena kebetulan suami ku masih keturunan Arab cuman tinggalnya di Ealing jadi pihak KUAnya g minta surat tersebut hehe

Wassalam :)

Aisyah mengatakan...

Sebelumnya terima kasih banyak sudah berkomentar di blog ini dan saya minta maaf sekali pada temen2 semua karena telat membalas comment. Ok to d point aja ya...

@ mba Riana: Wa'alaykumsalaam warahmatullaah wabarakaatuh (Semoga mba Riana sudah menikah sekarang yaa.. amin).
1. Kemungkinan besar iya mba... dulu aku di Jkt dan disuruh ke Komdak, temenku yg di daerah di suruh ke deket tempat tinggalnya. So, mba Riana coba ke Kepolisian terdekat aja mba, nanti kalau salah juga akan diarahkan ko insyaa Allaah.
2. Pernah denger juga sih tentang 2 masjid itu mba. Tapi apapun masjidnya semua tergantung KUA nya mba karna yang minta2 syarat kayak gitu tu KUA. Seperti yang diceritakan mba Nisa.
3. Ini juga sama bergantung KUAnya mba. Coba ditanyakan aja ya...
4. Kalo kami dulu insyaa Allaah cuma CNI aja deh mba. Repot2 translate2 gitu tuh setelah menikah buat ngurus PR. Kalo KUA nya minta berarti tinggal diikuti aja mba... :) . Semoga Allaah berikan kemudahan selalu ya... amin.

@mba Julia: Mba, Jujur sedih dengernya dan ga bisa komen apa2 karena siapalah aku ini kalau pihak berwenang sudah memberikan jawaban seperti itu. Tapi terus semangat dan berjuang ya mba...harapan itu pasti ada karena siapun manusia yang ingin menyusahkan, kalau Allaah berkehendak memudahkan maka sesuatu itu akan menjadi mudah. Semoga Allaah mudahkan mba Julia tuk reunite dengan suami ya... Amin.

@ mba Nisa: Wa'alaykumsalaam warahmatullaah wabarakaatuh mba Nisa...
Alhamdulillaaah... baarakallaah laka wabaaraka 'alayka wajama'a baynakumaa fii khair. Semoga Allaah jadikan keluarga kalian keluarga yg sakinah mawaddah warahmah barakah dan diberkahi Allaah. amin. Makasih informasinya ya mba Nisaaaa

lintang segara mengatakan...

Assalamualaikum mbak Aisyah, maaf ya saya ikutan komen...karna kebetulan saya baca pertanyaan mbak Julia Shakeel..mungkin lewat blog mbak Aisyah saya bisa bantu info dikit...sebetulnya Pakistani bisa masuk Indonesia bukannya ga bisa sama sekali cuma memang prosedurnya lebih sulit dibanding WNA lainnya..itu bukan semata2 salah pemerintah Indonesia tapi lebih sebagai proteksi dan karna Pakistan masuk negara yg memerlukan persetujuan khusus untuk disetujui permohonan visanya. Saya sendiri menikah dgn pakistani di Indonesia. Perjuangan mendapat visa memang bukan hal mudah, tapi bukan berarti tidak mungkin.Kalau memang mbak Julia sudah menikah siri di luar negeri, kenapa tidak meresmikannya sekalian? Tinggal urus surat2 dr Indonesia dan Pakistan, bawa ke tempat dimana akan menikah dan mbak akan dapat surat nikah yg diakui negara. Kalau dokumen buku nikah sudah punya, apply visa utk suami kemungkinan approvalnya lbh besar. Atau bisa apply visa turis, kalau suaminya ingin berkunjung ke Indonesia. Saya mungkin tak tahu banyak info, tapi kalau mbak Julia mau ngobrol2 boleh email saya di lintangsegara@gmail.com. Trims ya mbak Aisyah utk ruang nulisnya. Wasalam

Anonim mengatakan...

Assalmu'alaikum Wr Wb.
Subhanallah di tengah kebimbangan saya saat ini saya menemukan blok mba Aisyah..yang subhanallah membuka secercah harapan bagi saya ...untuk mewujudkan Harapan untuk menggenapkan sebagian Dien ini walaupun hinggga saat ini beliaw masih WNA.. cma mba saat ini keberadaan saya di daerah yang jauh dari ibukota jakarta..jadi mohon mba bisa memberikan alamat emailnya ke ammahmimi@ymail.com mohoon ya mbaa sya ga tau harus gimana..sedangkan ikwnx itu terus bertanya tentang prosedur u segera walmh.. syukraan Jazakillah Khoiran Katsira..ya mba...

Anonim mengatakan...

Saya bole minta emailny mba vony dan mba reny gak..?
Sya mw tnya2...ngobrol lgsg..nich..

Trisni Heron mengatakan...

Assalamualaikum WR WB. Mbak Aisyah tolong sy minta almt email nya ada yng mau sy Tanya kan secara pribadi .kbtln sa mau menikah dngn WNA warga negara UK trimakasih sebelumnya . trisni.heron@gmail.com

Poskan Komentar