Tampilkan postingan dengan label Kiamat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kiamat. Tampilkan semua postingan

11.17.2009

Sakti A. Sihite Mengaku Rasul (Utusan Tuhan)

Subhanallah, betapa benarnya Allah atas segala apa yang Allah firmankan. Dari semua kejadian di dunia ini, semuanya akan berlangsung sesuai dengan apa yang pernah Allah firmankan dan Rasulullah ceritakan tentang apa yang telah terjadi, apa yang sedang terjadi sampai apa yang akan terjadi di kemudian hari termasuk tanda-tanda kiamat dan yang pernah aku tulis di sini. Yang di dalamnya adalah tentang akan adanya manusia yang mengaku dirinya utusan Allah dan hampir ada 30 orang jumlahnya. Masing-masing dengan ajaran kesesatannya sendiri-sendiri. Ada yang berbentuk Ahmad Musadeq, ada yang bernama Lia Eden, ada juga yang berwujud Agus Imam Solichin. Sekarang ada penampakan utusan Tuhan baru lagi yang menamakan diri Sakti A. Sihite. Na'udzubillah min dzalik. Berikut ini alasan dia berani mendeklarasikan diri menjadi seorang Rasul:

Bagaimana awal mulanya sampai Anda mendeklarasikan diri sebagai rasul?

Ceritanya dapat ditarik mundur ke pertengahan tahun 2005 ketika pada suatu malam saya mengalami semacam “induksi energi” yang sangat kuat yang membuat saya lemas satu atau dua hari. Badan saya menggigil kedinginan meskipun udara tidak dingin. Ada semacam cekaman rasa takut yang mengguncang, meskipun saya tidak melihat ataupun mengetahui ada ancaman yang perlu saya takuti.

Energi tersebut mengantarkan pesan bahwa saya telah dipilih Tuhan untuk menyampaikan ajaran ketauhidan yang sejati. Pada tahap ini saya sudah sempat menilai bahwa apa yang saya alami adalah penunjukan saya sebagai rasul. Namun dalam perkembangannya kemudian, saya mulai ragu dan menepis kesimpulan semula.

Sekitar bulan Juli 2007 saya kembali mengalami apa yang saya sebut sebagai induksi energi yang sangat kuat itu. Kali ini induksi terjadi sangat intensif, nyaris setiap hari. Setiap kali itu berlangsung, dada saya terasa sakit. Jantung rasanya seperti dibakar. Induksi yang membakar jantung ini betul-betul membuat saya kepayahan secara fisik maupun mental.

Setelah lebih kurang dua bulan didera oleh “pembakaran jantung” itu, pada awal bulan September 2007 induksi energi kembali meningkat. Kali ini wujudnya adalah luapan kuat dari dalam dada yang mendesak saya supaya mengumumkan jatidiri sebagai rasul.

Saya kemudian mengadu kepada Tuhan, bagaimana mungkin saya akan mengumumkan bahwa saya ini seorang rasul sedangkan keyakinan saya sendiri mengenai itu belum bulat. Karenanya saya memohon kepada Tuhan untuk diberikan tanda yang akan meyakinkan saya.

Akhirnya pada tanggal 13 September 2007 / 1 Ramadhan 1428 di dalam tidur saya melihat ruh Tuhan, dalam wujud cahaya/energi berwarna hijau, datang dan memenuhi rongga dada saya. Cahaya/energi tersebut menyuarakan, “engkau adalah rasulullah, engkau adalah rasulullah…” berulang-ulang. Tiga minggu kemudian saya mendeklarasikan kerasulan saya.


Sebenarnya sudah bisa dipastikan kesesatan seseorang yang mengaku Nabi/Rasul saat ini, sehingga kita tidak perlu melihat bagaimana cara pandang dia, apa yang dia sampaikan pastilah semua itu sudah sesat (bila bertentangan dengan Al-Quran dan As-Sunnah). Tapi saya hanya ingin menulis sedikit tentang kesesatan yang dia buat dan semoga tidak ada satupun muslim yang mempercayai kesesatannya apalagi menjadi pengikutnya, na'udzubillah min dzalik.

Berikut ini beberapa kutipkan yang saya ambil dari blog dia

# Allah atau Tuhan?

Dia, si Sakti ini, selalu menyebut dengan Tuhan dengan mengatakan:
"mari kita sudahi penggunaan sebutan “Allah”, dan menggantinya dengan sebutan “Tuhan”. Dengan langsung menggunakan bahasa sendiri, kita akan terhindar dari salah persepsi yang membahayakan ketauhidan."


Astaghfirullahal'adzim, bagaimana bisa dia mengatakan itu padahal Allah sendiri mengatakan:

"Maka tatkala ia sampai ke tempat api itu, kedengaran ia diseru dari tepi lembah di sebelah kanan, di tempat yang diberkati dari arah pohon kayu: Wahai Musa, sesungguhnya
Akulah Allah, Tuhan sekalian alam." (Al-Qasas:30).

Selain itu disebutkan juga dalam riwayat lain oleh Muslim:

“…gunung-gunung dan pohon-pohon di atas satu jari, kemudian digoncangkan-Nya dan berfirman: “Aku-lah Penguasa, Aku-lah Allah”.

Allah sendiri yang mengatakan dia adalah "Allah", bagaimana bisa si Sakti mengganti Allah menjadi Tuhan?!!. Bagi yang merasa muslim, tolong jangan sampai mengikuti apa yang disesatkan oleh si Sakti ini. Sebutlah Allah atau Rabb, bukan Tuhan.

# Tentang tolok ukur kebenaran:

Dalam memutuskan benar atau salahnya suatu keyakinan, kita harus mengujinya dengan Quran yang telah ditetapkan Tuhan sebagai pemisah (furqan). Kitab Tuhan itu akan mengatakan kepada kita mana sesungguhnya yang benar dan mana yang salah.


Itu menurut ajaran kesesatan dia yang tanpa dasar. Padahal agama itu adalah Qalallah (apa yang Allah katakan) dan Qalarrasul (apa yang Rasulullah katakan). Sehingga dalam memutuskan kebenaran, memutuskan kesesatan atau memutuskan hukum apa-pun kita tidak hanya berpatokan pada Al-Quran saja, tapi pada hadis juga. Bagaimana kita bisa mengetahui tata cara gerakan shalat jika dasar kita hanya Al-Quran saja? karena dalam Al-Quran tidak di detail bagaimana tata cara shalat, tapi detail shalat itu semuanya dijelaskan dalam hadis-hadis Rasulullah.

Berikut ini apa yang dikatakan Allah:

- Allah Ta'ala berfirman : Hai orang - orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim. Dan berpeganglah kamu semua dengan tali Allah dan jangan berpecah belah. Dan ingatlah nikmat Allah terhadapmu ketika kamu saling bermusuhan maka Dia satukan hati kamu lalu kamu menjadi saudara dengan nikmat-Nya, dan ingatlah ketika kamu berada di bibir jurang neraka lalu Dia selamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menjelaskan kepada kamu ayat-ayat-Nya agar kamu mendapat petunjuk. (Ali 'Imran 102 - 103)

- Allah Ta'ala berfirman : Dan sesungguhnya inilah jalan-Ku yang lurus maka ikutilah dia, dan jangan kamu ikuti jalan-jalan (lainnya) sebab jalan-jalan itu akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Allah berwasiat kepada kamu mudah - mudahan kamu bertaqwa. (Al - An'am 153)[1]

- Rasulullah sahallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : Berpeganglah dengan sunnahku dan sunnah khulafaur rasyidin yang terbimbing, gigitlah dengan gerahammu, dan hati - hatilah kamu terhadap perkara yang baru karena sesungguhnya setiap bid'ah itu adalah sesat. (HSR. Ahmad 4/126; At-Tirmidzy 2676; Al-Hakim 1/96, Al-Baghawy 1/205 no. 102)


- "Barangsiapa taat kepada Rasul berarti ia taat kepada Allah...’” [An-Nisaa’: 80]


# Tentang Misi Kerasulan yang dibawa

Apa misi kerasulan yang Anda bawa?

si Sakti menjawab:
"Tidak berbeda dengan rasul-rasul lain sepanjang zaman, misi saya adalah untuk menyampaikan ayat-ayat Tuhan dan mengajak manusia untuk memurnikan pengkhidmatan hanya kepada-Nya".

padahal dalam surat Al Ma’idah ayat ke-3 Allah berfirman:

“Pada hari ini telah aku sempurnakan agama (Islam) untuk kalian, dan telah aku cukupkan nikmat-Ku atas kalian, dan Aku telah ridha Islam menjadi agama kalian”

Masih banyak fikiran si Sakti yang menyesatkan, tapi sebagai penutup kita harus faham dan yakin bahwa Islam itu telah sempurna, tidak ada penambahan dan pengurangan ajaran lagi, tidak diperlukan Rasul-rasul baru lagi untuk melengkapi Islam, tidak!, sama sekali tidak perlu, Allah sendiri yang mengatakan itu. Semua yang telah kita dapat ini sudah lengkap, maka sadarlah wahai Sdr Sakti A. Sihite, bertaubatlah, mohon ampun pada Allah atas semua kesesatan yang engkau perbuat. Kepada kaum muslimin lainnya, marilah kita kembali kepada ajaran yang benar, tidak ada Nabi dan Rasul setelah Nabi Muhammad Shallallah 'alayhi wa sallam sehingga janganlah pernah kalian percaya kepada mereka yang mengaku-ngaku nabi dan/atau rasul. Semoga Allah menguatkan keimanan kita, tauhid kita, melindungi kita dari faham-faham dan fikiran sesat mereka dan syaithan-syaithan mereka. Amin.
/>

10.29.2008

Kedahsyatan Hari Kiamat

Masih melanjutkan tentang Hari Kiamat yang diambil dari buku "Huru-Hara Hari Kiamat" karangan Ibnu Katsir, kali ini adalah tentang gambaran Al-Quran Al-Karim Tentang Sebagian Kedahsyatan Hari Kiamat. Masya Allah bacalah betapa dahsyatnya kejadian Kiamat...

"Maka Pada hari itu terjadilah kiamat, dan terbelalaklah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah. Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu ada delapan orang yang malaikat menjunjung 'Arsy Tuhan-mu di atas (kepala) mereka. Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhan-mu), tiada sesuatu pun dari hal-ihwalmu yang tersembunyi (bagi Allah)." (Al-Haqaah: 15-18)

"Dan dengarkanlah (seruan) pada hari dimana seorang penyeru (malaikat) menyeru dari tempat yang dekat. (Yaitu) pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya, itulah hari keluar (dari kubur). Sesungguhnya Kami menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada Kami-lah tempat kembali (semua makhluk). (Yaitu) pada hari bumi terbelah-belah menampakkan mereka (lalu mereka keluar) dengan cepat. Yang demikian itu adalah pengumpulan yang mudah bagi Kami." (Qaf: 41-44)

"Karena sesungguhnya pada sisi Kami ada belenggu-belenggu yang berat, neraka yang menyala-nyala, makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih. Pada hari bumi dan gunung-gunung berguncang, dan menjadilah gunung-gunung itu tumpukan pasir yang beterbangan." (Al-Muzammil: 12-14)

"Maka bagaimanakah kamu akan dapat memelihara dirimu, jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban. Langit (pun) menjadi pecah-pecah pada hari itu, karena (kehendak) Allah. Adalah janji-Nya itu pasti terlaksana." (Al-Muzammil: 17-18)

"Dan (ingatlah) akan hari dimana Allah mengumpulkan mereka. (Mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) melainkan sesaat saja di siang hari. Di waktu itu mereka saling berkenalan. Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah, sedang mereka tidak mendapatkan petunjuk." (Yunus: 45)

"Dan (ingatlah) akan hari, dimana Kami menjalankan gunung-gunung, dan kamu akan melihat bumi itu datar, dan Kami kumpulkan seluruh manusia tanpa Kami tinggalkan seseorangpun dari mereka. Dan mereka akan dibawa ke hadapan Tuhan-mu dengan berbaris. Sesungguhnya kamu datang kepada Kami, dalam keadaan seperti ketika Kami menciptakan kamu pada kali yang pertama. Tetapi kamu malahan mengatakan bahwa Kami sekali-kali tidak akan mentapkan bagi kamu waktu (memenuhi) perjanjian. Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata "Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya. Dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seseorang jua pun (Al-Kahfi: 47-49).

"Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada Hari Kiamat, dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Mahasuci Dia dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan. Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapapun yang ada di langit dan di bumi, kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangka kala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing). Dan terang-benderanglah bumi (Padang Mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhan-nya, diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing), dan didatangkanlah para nabi, dan saksi-saksi, lalu diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan. Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa (balasan atas) apa yang telah dikerjakannya, dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan." (Az-Zumar: 67-70)

"Apabila sangkakala ditiup, maka tidak ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak pula mereka saling bertanya. Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka mereka itulah orang-orang yang mendapat keberuntungan. Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan diri sendiri, mereka kekal didalam neraka Jahannam." (Al0Mukminum: 101-103)

"Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak. Dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang beterbangan). Dan tidak ada seorang pun teman akrab yang menanyakan temannya, sedang mereka saling melihat. Orang-orang kafir ingin andaikan dia dapat menebus (dirinya) dari adzab hari itu dengan anak-anaknya, saudaranya, kaum familinya yang melindunginya (di dunia), dan orang-orang di atas bumi seluruhnya. Kemudian dia (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya. Sekali-kali tidak dapat. Sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak, yang mengelupaskan kulit kepala, yang memanggil orang yang membelakangi dan berpaling (dari agama) serta mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya." (Al-Ma'arij:8-18)

"Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua), pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dan istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya. Banyak muka pada hari itu berseri-seri tertawa dan gembira ria, dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu, dan ditutup lagi oleh kegelapan. Mereka itulah orang-orang yang kafir lagi durhaka." (Abasa: 33-42)

"Maka apabila malapetaka yang sangat besar (Hari Kiamat) telah datang. Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat. Adapun orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhan-nya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya). (Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari kebangkitan, kapankah terjadinya? Siapakah kamu (sehingga) kamu dapat menyebutkan (waktunya)? Kepada Tuhan-mulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya). Kamu hanyalah memberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari kebangkitan). Pada hari mereka melihat saat kebangkitan itu, mereka (merasa) seakan-akan tidak pernah tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari." (An-Nazi'at: 34-46)

"Jangan (berbuat demikian). Apalagi bumi diguncangkan berturut-turut dan datanglah Tuhan-mu, diiringi para malaikat berbaris-baris. Pada hari itu diperlihatkan neraka jahannam. Pada hari itu manusia barulah ingat, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan, "Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal shaleh)untuk hidupku ini, maka pada hari itu tiada seorangpun dapat menyiksa seperti siksa-Nya, dan tiada seorangpun yang dapat mengikat seperti ikatan-Nya. Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhan-mu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka, masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam surga-Ku." (aL-Fajr:21-30).

"Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan? Banyak muka pada hari itu tunduk terhina, bekerja keras lagi kepayahan, memasuki api yang sangat panas (neraka), diberi minum dengan air dari sumber yang sangat panas. Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar. Banyak muka pada hari itu berseri-seri, merasa senang karena usahanya, berada dalam surga yang tinggi, tidak kamu dengar di dalamnya perkataan yang tidak berguna. Di dalamnya ada mata air yang mengalir. Di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan, dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya), dan bantal-bantal sandaran yang tersusun, dan permadani-permadani yang terhampar. Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta, bagaimana dia diciptakan?." (Al-Ghasyiyah: 1-17).

"Apabila terjadi hari kiamat,tidak seorangpun dapat berdusta tentang kejadiannya. (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain), apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya, dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya,maka jadilah ia debu yang beterbangan,dan kamu menjadi tiga golongan. Yaitu golongan kanan[ialah mereka yang menerima buku catatan amal dengan tangan kanan]. Alangkah mulianya golongan kanan itu. Dan golongan kiri[ialah mereka yang menerima buku catatan amal dengan tangan kiri.]. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu. Dan orang-orang yang beriman paling dahulu, mereka itulah yang didekatkan kepada Allah. Berada dalam jannah kenikmatan." (Al Waaqi'ah: 1-12).

"Maka berpalinglah kamu dari mereka. (Ingatlah) hari (ketika) seorang penyeru (malaikat) menyeru kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari pembalasan),sambil menundukkan pandangan-pandangan mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan, mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata: "Ini adalah hari yang berat." (Al Qamar : 6-8).

"(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan meraka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa. Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu. Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka, agar Allah memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang ia usahakan. Sesungguhnya Allah Maha cepat hisab-Nya. (Al Quran) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran." (Ibrahim : 48-52).

"(Dialah) Yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang mempunyai 'Arsy, Yang mengutus Jibril dengan (membawa) perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya, supaya dia memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari kiamat). (Yaitu) hari (ketika) mereka keluar (dari kubur); tiada suatupun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah. (Lalu Allah berfirman): "Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?" Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan. Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya. (Al Mu'min : 18-20).

"Sesungguhnya Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu. Demikianlah kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesungguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al Quran). Barangsiapa berpaling dari pada Al qur'an maka sesungguhnya ia akan memikul dosa yang besar di hari kiamat,mereka kekal di dalam keadaan itu. Dan amat buruklah dosa itu sebagai beban bagi mereka di hari kiamat, (yaitu) di hari (yang di waktu itu) ditiup sangkakala[Maksudnya: Tiupan sangkakala yang kedua, yaitu tiupan untuk membangkitkan manusia dari kuburnya atau menghidupkannya kembali] dan Kami akan mengumpulkan pada hari itu orang-orang yang berdosa dengan muka yang biru muram; mereka berbisik-bisik di antara mereka: "Kamu tidak berdiam (di dunia) melainkan hanyalah sepuluh (hari)".Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan, ketika berkata orang yang paling lurus jalannya[Yang dimaksud dengan lurus jalannya, ialah orang yang agak lurus pikirannya atau amalannya diantara orang-orang yang berdosa itu] di antara mereka: "Kamu tidak berdiam (di dunia), melainkan hanyalah sehari saja." Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, maka katakanlah: "Tuhanku akan menghancurkannya (di hari kiamat) sehancur-hancurnya, maka Dia akan menjadikan (bekas) gunung-gunung itu datar sama sekali,tidak ada sedikitpun kamu lihat padanya tempat yang rendah dan yang tinggi-tinggi.Pada hari itu manusia mengikuti (menuju kepada suara) penyeru[944] dengan tidak berbelok-belok; dan merendahlah semua suara kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu tidak mendengar kecuali bisikan saja.Pada hari itu tidak berguna syafa'at, kecuali (syafa'at) orang yang Allah Maha Pemurah telah memberi izin kepadanya, dan Dia telah meridhai perkataannya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya. Dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Tuhan Yang Hidup Kekal lagi senantiasa mengurus (makhluk-Nya). Dan sesungguhnya telah merugilah orang yang melakukan kezaliman." (Thaahaa : 98-111).

"Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa'at[160]. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim." (Al Baqarah : 254).

"Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)." (Al Baqarah : 281).

"pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): "Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu." Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya. " (Ali 'Imran : 106-107).

"Tidak mungkin seorang nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan perang. Barangsiapa yang berkhianat dalam urusan rampasan perang itu, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu, kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya." (Ali 'Imran : 161).

"(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri." (An Nahl : 89).

"Dan (ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan dari tiap-tiap umat seorang saksi (rasul), kemudian tidak diizinkan kepada orang-orang yang kafir (untuk membela diri) dan tidak (pula) mereka dibolehkan meminta ma'af. Dan apabila orang-orang zalim telah menyaksikan azab, maka tidaklah diringankan azab bagi mereka dan tidak puIa mereka diberi tangguh. Dan apabila orang-orang yang mempersekutukan (Allah) melihat sekutu-sekutu mereka[Yang dimaksud dengan sekutu di sini ialah apa-apa yang mereka sembah selain Allah atau syaitan-syaitan yang menganjurkan mereka menyembah berhala], mereka berkata: "Ya Tuhan kami mereka inilah sekutu-sekutu kami yang dahulu kami sembah selain dari Engkau." Lalu sekutu-sekutu mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya kamu benar-benar orang-orang yang dusta." Dan mereka menyatakan ketundukannya kepada Allah pada hari itu dan hilanglah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan[Yang mereka ada-adakan itu ialah kepercayaan, bahwa Allah mempunyai sekutu-sekutu dan sekutu-sekutu itu dapat memberi syafa'at kepada mereka di samping Allah s.w.t.].Orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan[Maksudnya: siksaan yang berlipat ganda] disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan." (An Nahl : 84-88)."

bersambung insya Allah...

/>

10.14.2008

17 Oktober 2008, matahari bersinar 36 jam

“Pada tanggal 17 Oktober 2008, matahari akan terusmenyinari kita selama 36 jam (1.5 hari). Dan selama itu Amerika dan tetangga-tentangga nya akan gelap 1,5 hari. Ini akan mengkonversi 3 hari menjadi 2 hari besar. Ini terjadi setiap 2400 tahun sekali. Kita beruntung dapat menyaksikan dan merasakannya, beritahukan yang lain yah...(pantesan panas)”.

Kalimat itu aku dapet dari email temen, setelah mencoba mencari kebenarannya ternyata kalimat itu kudapati hampir di seluruh blog dan site yang menceritakan peristiwa ini dengan mengutip kalimat yang sama persis tanpa perbedaan titik koma, kecuali kalimat terakhir “beritahu teman yang lain ya… (pantesan panas)”

Allah a’lam apakah kabar itu benar atau salah, karena aku tidak menemukan data atau bukti tentang kebenarannya secara ilmiyyah. Dan ternyata berita ini awalnya muncul di India dengan kalimat
“Coming October 17, 2008 the sun will rise continuously for 36 hrs (1.5 days). During this time the US countries will be dark for 1.5 days.
It will convert 3 days into 2 big days. It will happen once in 2400 yrs. We’re very lucky to see this. Forward it to all your friends.
” Yang kemudian diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi seperti kalimat di atas.

Sesuatu yang langsung terlintas di fikiranku membaca kalimat itu adalah:
1. Kalau itu memang kehendak Allah, pasti akan terjadi
2. Kalau itu benar-benar terjadi, maka akan merupakan suatu peristiwa yang sangat besar. Subhanallah…
3. Tappi… Kalau difikir secara logika (logikaku sendiri ya…), sepertinya ini tidak mungkin terjadi karena kalau benar-benar terjadi, maka waktu siang akan sangat lama dan waktu asar tentunya akan lebih lama lagi karena batas waktu berakhirnya asar bukan ditentukan oleh jam, tapi ditentukan oleh terbenamnya matahari, tepatnya waktu Asar dimulai saat panjang bayang-bayang suatu benda sama dengan bendanya ditambah dengan panjang bayang-bayang saat matahari berkulminasi sampai tibanya waktu Magrib, sedangkan untuk Magrib, waktu Magrib dimulai sejak matahari terbenam. So, apabila hal itu terjadi, maka kita tidak akan shalat maghrib sampai dengan matahari terbenam dan berarti pula setelah kita shalat asar, kita tidak shalat maghrib, isya, subuh, dan seterusnya selama sehari itu karena shalat-shalat tersebut hanya di kerjakan di waktu malam hari dan untuk yang berpuasa.. mereka tidak akan berbuka sampai dengan matahari terbenam juga, dengan arti lain mereka akan berpuasa selama kurang lebih 36 jam (1.5 hari ) juga wow masya Allah!!! dan ini sepertinya tidak mungkin terjadi di Indonesia, menurut logika seorang yang awam seperti saya, walaupun mungkin terjadi di belahan bumi sana. Allah a’lam.
4. Kalau itu terjadi yang berarti ada pengkonversian 3 hari menjadi 2 hari… wwaaahhh akan heboh dong dunia...kalender bakalan kacau dan perlu direvisi semuanya.
5. Kalau hal itu terjadi…. Berarti kantor liburrrr dooongg.. Horeeeee..!! hehe... Karena dimulainya jam kantor kan pagi, sedangkan saat itu tidak ada pagi, yang ada siang dan sore terus. Note ya.. jam kantor tetap jam kantor, so kalau hal itu terjadi, pulang kantor jam 5 sore ya tetap jam 5 sore, setelah kita bangun tidur dan ternyata masih tetap siang yaaa…. Terserah dunia.. yang penting besoknya tidak ada pagi dan tidak kerja.. jadi kita bisa nge blog lagi sepuasnya wahahaha (pikiran yang aneh) yang ini jangan diikutin ya… hehehe… Peace!!
Yang pasti, Allah a'alam, kalau Allah berkehendak hal itu terjadi pasti akan terjadi walaupun itu bertentangan dengan akal manusia. sooo Kita lihat saja nanti
/>

10.13.2008

Kiamat Tidak Akan Terjadi Sebelum...

Tulisan ini lanjutan dari huru hara hari kiamat dan tanda-tanda kiamat aku punya keinginan untuk menulis ulang seluruh hadis yang ada di buku Huru-Hara Hari Kiamat karya Ibnu Katsir tapi hanya mengumpulkan hadis-hadis yang di depannya ada kata-kata "Kiamat Takkan Terjadi sebelum.....", kenapa tidak menulis semuanya? karena pertama, aku emang pengen itu dan yang kedua, hadis di sana tuh buanyak sekali, kalau mau tau semua hadis tentang kiamat, lebih baik langsung beli bukunya aja hehe. ini dia sampulnya seperti ini:



Perhatikanlah tanda-tandanya, apakah kiamat sudah dekat?

Albukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah Radiallahu Anhu sabda Nabi Shallallah 'Alayhi Wasallam,
"Kiamat takkan terjadi sebelum kamu sekalian memerangi suatu bangsa yang sandal mereka (terbuat dari) rambut, dan sebelum kamu memerangi bangsa Turki, yang bermata kecil, bermuka merah, berhidung pesek, wajah mereka bagaikan perisai yang ditempa. Dan kamu dapati sebaik-baik manusia ialah orang yang (asalnya) paling membenci perkara (agama) ini, namun akhirnya dia memasukinya. Dan menusia itu serupa dengan tambang. Orang yang terbaik di masa jahiliyyah adalah yang terbaik di masa Islam. Dan pasti datang kepada seseorang dari kamu sekalian suatu zaman, di mana andaikan dia bisa melihat aku, tentu itu lebih dia sukai daripada memiliki (keluarga dan harta) seperti keluarga dan harta yang telah dimilikinya. [H.R Al-Bukhari 56, Kitab Al-Jihad 95-Bab Qital At-Turk hadis no 2927-2928].

Abu Hurairah Radhiallahu Anhu, bahwa Nabi Shallallah 'Alayhi wasallam bersabda,
"Kiamat takkan tejadi sebelum kamu sekalian memerangi kaum Hur dan Karman dari bangsa Ajam yang bermuka merah dan berhidung pesek. Wajah mereka bagaikan perisai yang ditempa. Sandal mereka (terbuat dari) rambut"

Imam Al-Bukhari meriwayatkan, bahwa perawi hadis ini (Sa'id bin Al-Musayyab) berkata, Abu Hurairah Radiallahu Anhu mengabarkan kepadaku, bahwa Rasulullah Sallallah Alayhi Wasallah bersabda,
"Kiamat takkan terjadi sebelum munculnya api dari Tanah Hijaz yang menyinari leher-leher unta di Bushra." (H.R Al-Bukhari 92. Kitab Al-Fitan. 24-Bab Khuruj An-Nar, Hadis no 7118 dan diriwayatkan pula oleh Muslim. 52. Kitab Al-Fitan wa Asyrath As-Sa'ah. 14 Bab La Taqum As-Sa'atu Hatta Takhruja Narun Min Ardhi Al-HIjaz.

Ahmad dari Anas Radhiallahu 'Anhu, dari Nabi Shallallah 'Aalayhi Wasallam, beliau bersabda,
"Kiamat takkan terjadi sebelum manusia bermegah-megah dalam (membangun) masjid-masjid."

Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata: Pernah saya mendengar Rasulullah Shallallah 'Alayhi wa Sallam bersabda,
"Tidak akan terjadi kiamat sehingga seseorang melewati kuburan orang lain. Lalu dia berkata, "Andaikan aku menggantikan tempatnya."

Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah, Pernah saya mendengar Rasulullah Shallallah 'Alayhi wa Sallam bersabda,
"Takkan terjadi Kiamat sehingga pantat wanita Daus bergoyang-goyang di sekeliling Dzul Khalashah." (H.R Muslim 8/182, dari jalur Abdur Razzaq dengan sanad ini. Cet. Al-Astanah dan diriwayatkan pula oleh Al-Bukhari 13/66 dari Abul Yaman dan oleh Ahmad dalam Musnadnya no. 7663 Ibnu Atsir mengatakan, "Yang dimaksud di sini ialah bahwa Kiamat takkan terjadi sehingga kabilah Daus murtad dar Islam, lalu para wanita mereka menari berputar-putar mengelilingi Dzul Khalashah sambil menari menggoyang-goyangkan pantat mereka, seperti yang dulu mereka lakukan di jaman Jahiliyyah.

Dzul Khalasah adalah berhala kabilah Daus yang mereka sembah semasa Jahiliyyah.

Sedangkan riwayat Muslim dari Abu Hurairah Radiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallah 'Alayhi wa Sallam bersabda,
"Takkan terjadi Kiamat sebelum lembah Efrat menyingkapkan sebuah gunung emang yang menyebabkan peperangan di antara sesama manusia yang memperebutkannya. Dari setiap 100 orang akan terbunuh 99. Dan setiap orang dari mereka berkata, "Barangkali akulah yang akan selamat,"

Al-bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah Radiallahu ‘Anhu, sabda Rasulullah Sallallah ‘Alayhi Wasallam, “ Takkan terjadi kiamat sehingga ada dua pasukan besar berperang. Pertempuran terjadi diantara keduanya demikian sengitnya, padahal pengakuan masing-masing sama. Dan (takkan terjadi kiamat) sebelum dibangkitkannya dajjal-dajjal pendusta, hampir ada 30 orang jumlahnya, masing-masing mengaku dirinya utusan Allah. Dan (takkan terjadi kiamat) sebelum dicabutnya ilmu, banyak terjadi gempa bumi, waktu berlalu cepat, huru-hara merajalela dan banyak terjadi kerusuhan, yaitu pembunuhan. Dan (takkan terjadi kiamat) sebelum harta kalian melimpah ruah sehingga membuat pusing pemilik harta karena kesulitan mencari siapa yang akan menerima sedekahnya. Sampai-sampai dia menawarkannya, maka orang yang ditawari berkata, “Aku tidak membutuhkannya”. Dan (takkan terjadi kiamat) sebelum manusia berlomba membangun gedung-gedung tinggi. Dan (takkan terjadi kiamat) sebelum seorang melewati kuburan orang lain lalu dia berkata “Andaikan aku menggantikan tempatnya”. Dan (takkan terjadi kiamat) sebelum matahari terbit dari barat. Apabila matahari telah terbit disaksikan manusia, maka mereka semua beriman, tapi pada saat itu tidak bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya, yang sebelumnya tidak beriman, ataupun berbuat baik selagi telah beriman. Dan sesungguhnya kiamat benar-benar terjadi di kala dua orang lelaki sudah merentangkan kain di antara keduanya. Namun belum sempat berjual beli ataupun melipatnya. Dan sesungguhnya kiamat benar-benar terjadi di kala seorang lelaki pulang dengan membawa susu untanya, tetapi belum sempat mencicipinya. Dan sesungguhnya kiamat benar-benar terjadi di kala seseorang sedang melepa kolamnya, namun belum sempat mengisi air ke dalamnya. Dan sesungguhnya kiamat benar-benar terjadi di kala seseorang sudah mengangkat makanan ke mulutnya, tetapi belum sempat memakannya.”

Muslim bin Hajjaj dari Abu Hurairah Radiallahu 'Anhu meriwayatkan, sabda Rasulullah Shallallah 'Alayhi Wasallam,
"Kiamat takkan terjadi sehingga bangsa Romawi singgah di Al-A'maq atau di Dabiq [nama dua tempat di Syria dekat kota Halab (Alepo)]. Lalu mereka diserbu oleh balatentara dari Madinah, yang merupakan penduduk dunia yang terbaik waktu itu. Apabila mereka telah berbaris rapih, maka berkatalah orang-orang Romawi:"Biarkan kami berperang melawan orang-orang yang telah menawan orang-orang kami." Jawab kaum Muslimin, "Demi Allah, kami takkan membiarkan kalian memerangi saudara-saudara kami." Maka kaum muslimin pun menyerbu mereka, lalu ada sepertiganya yang mundur. Mereka takkan diterima taubatnya oleh Allah selama-lamanya. Ada sepertiga lain yang terbunuh, mereka adalah para syuhada' yang terbaik di sisi Allah. Sedang sepertiga lainnya mendapat kemenangan. Mereka takkan mendapat bencana selama-lamanya. Merekalah yang dapat menaklukkan Konstantinopel. Namun ketika mereka membagi-bagi harta rampasan perang, sementara pedang-pedang mereka digantungkan di pohon zaitun, tiba-tiba setan berteriak kepada mereka, bahwa dajjal telah membokong, menyerang keluarga mereka. Oleh karena itu mereka pun keluar, padahal semua itu tidak benar. Lalu tatkala mereka memasuki negeri Syam, ternyata dajjal telah keluar (pergi). Syahdan, tatkala mereka bersiap-siap untuk berperang dan merapikan barisan, tiba-tiba dikumandangkan iqamatus-shalat. Maka turunlah Nabi 'Isa bin Maryam, lalu mengimami mereka. Apabila musuh Allah itu melihat Nabi 'Isa, maka dia meleleh seperti lelehnya garam dalam air. Andaikan dia dibiarkan, tentu akan benar-benar meleleh sampai mati. Akan tetapi Allah memmbunuh dia dengan tangan Nabi 'Isa. Lalu Nabi Allah itu memperlihatkan kepada kaum muslimin darah dajjal pada tembok yang dipegangnya."

Muslim Meriwayatkan: Al-Mustaurid Al-Quraisyi berkata di hadapan 'Amr bin 'Ash, "Pernah saya mendengar Rasulullah Shallallah 'Alayhi wa Sallam bersabda,
"Kiamat takkan terjadi di kala orang-orang Romawi merupakan bangsa yang terbanyak."
'Amr kepada Al-Mustaurid berkata, "Berhati-hatilah tentang apa yang akan kamu katakan itu!"
Al-Mustaurid menjawab, "Aku hanya mengatakan apa yang pernah aku dengar dari Rasulullah Shallallah 'Alayhi wa Sallam."

Dalam Shahih Al-Bukhari dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu, Rasulullah Shallallah 'Alayhi wa Sallam bersabda,
"Kiamat takkan terjadi sebelum dibangkitkannya para dajjal, yakni para pendusta (yang jumlahnya) hampir tiga puluh orang. Masing-masing mengaku dirinya utusan Allah..." (H.R Muslim, 52, Kitab Al-Fitan, 18, Bab La Taqumus Sa'atu Hatta Yamurra no. 157. Hadits ini diriwayatkan pula oleh Al-Bukhari, 92, Kitab Al-Fitan no.7121 (lihat:Fath Al-Bari). Dan ada pula hadis serupa yang panjang, diriwayatkan oleh Ibnu Majah.

dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu, Rasulullah Shallallah 'Alayhi wa Sallam bersabda,
"Kiamat takkan terjadi sebelum dibangkitkannya para dajjal, yakni para pendusta (yang jumlahnya) mendekati tiga puluh orang. Masing-masing mengaku dirinya utusan Allah."

Imam Ahmad meriwayatkan: Aku diceritai Tsa'labah bin 'Ibad Al-'Abdi, seorang lelaki dari Bashrah, dia berkata, Pada suatu hari aku menyaksikan khutbah Samurah. Dalam khutbahnya itu dia menyampaikan sebuah hadis mengenai shalat gerhana matahari, bahwasanya setelah melakukan shalat tersebut Rasulullah Shallallah 'Alayhi wa Sallam berkhutbah, di mana beliau katakan:
"Demi Allah, Kiamat takkan terjadi sebelum munculnya tiga puluh orang (pendusta), dimana yang terakhir adalah si Picak Dajjal. Matanya yang kiri terhapus seperti mata Abu Yahya. dan bahwasanya kapan dia muncul -atau beliau katakan:kapan saja dia muncul- maka sesungguhnya dia pasti akan mengaku dirinya Allah. Barangsiapa beriman kepadanya, mempercayai dan mengikutinya, maka amal shaleh yang telah dilakukan tidak bermanfaat baginya. Sedangkan barangsiapa mengingkari dan mendustakannya, maka dia takkan dihukum atas perbuatan apapun yang dilakukannya, -menurut Al-Hasan: atas perbuatan apapun yang telah dilakukannya di masa lalu-. Ketahuilah sesungguhnya Dajjal akan menjelajahi seluruh bumi selain Tanah Haram dan Baitul Maqdis. Dan sesungguhnya orang-orang yang mukmin akan dikepung di Baitul Maqdis dan digoncangkan dengan goncangan hebat. Kemudian Allah membinasakan dajjal, sampai reruntuhan dinding dan batang pohon-pohon benar-benar akan memanggil, "Hai orang Mukmin, inilah orang Yahudi," dan dia berkata pula "Inilah orang kafir," lalu dia katakan, "Bunuh dia!" Tetapi ini semua takkan terjadi sebelum kamu melihat bagaimana masalah bertumpuk dalam dirimu, kemudian kamu saling bertanya sesama kamu, "Apakah Nabimu pernah menyebutkan padamu sesuatu di antara masalah-masalah ini?" Juga sebelum ada beberapa gunung yang bergeser dari tempatnya."

Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah Radiallahu Anhu, sabda Rasulullah Shallallah 'Alayhi wa Sallam,
"Kiamat takkan terjadi sebelum kaum muslimin memerangi kaum Yahudi. Mereka akan diperangi kaum muslimin, sampai ada seorang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon. Maka berkatalah batu dan pohon itu: "Hai muslim, hai hamba Allah, ini ada orang Yahudi di belakangku. Kemarilah, bunuhlah dia, "Kecuali pohon Gharqad, karena dia adalah pohon Yahudi."
Gharqad adalah nama pohon tingginya antara satu sampai tiga meter. Batang dan kulitnya berwarna putih.

Diriwayatkan dari Qatadah Radhiyallahu 'Anhu, bahwasanya:
"Kiamat takkan terjadi sehingga tidak ada lagi orang yang berhaji di Baitullah ini."

Hadis diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim, dan para penyusun kitab-kitab Sunan, dari Abu Syarihah HUdzaifah bin Usaid, bahwa Rasulullah Sallallah 'Alayhi wa Sallam bersabda,
"Kiamat takkan terjadi sebelum kamu melihat sepuluh tanda: Terbitnya matahari dari barat, asap, binatang melata, munculnya Ya'juj dan Ma'juj, turunnya Isa bin Maryam, Dajjal, tiga kali gempa, sekali di barat, sekali di timur dan sekali lagi di Jazirah Arab, api yang keluar dari sebuah jurang di Aden, yang menggiring manusia -atau mengumpulkan manusia-. Api itu menginap bersama mereka di malam hari, dan tetap menyala saat mereka tidur di siang hari."

Al-Bukhari meriwayatkan, bahwa perawi hadis ini berkata, Kami diceritai oleh Abu Hurairah Radhiallahu 'Anhu sabda Rasulullah Shallallah 'Alayhi wa Sallam,
"Kiamat takkan terjadi sebelum matahari (terbit dari barat), maka berimanlah seluruh penduduk bumi. Tetapi pada saat itu tidak bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya, yang sebelumnya tidak beriman."

Al-Bukhari meriwayatkan pula dari Abu Hurairah Radhiallahu 'Anhu sabda Rasulullah Shallallah 'Alayhi wa Sallam,
"Ada tiga kejadian yang apabila telah terjadi, maka iman seseorang tidak berguna lagi bagi dirinya, yang sebelumnya tidak beriman, atau (belum) melakukan kebaikan dalam masa imannya, yaitu: terbitnya matahari dari barat, munculnya asap dan binatang melata dari dalam bumi."

Hadis dari Abu Syarihah Hudzaifah bin Usaid Radhiallahu 'Anhu, Rasulullah Sallallah 'Alayhi wa Sallam bersabda,
"Kiamat takkan terjadi sebelum kamu melihat sepuluh tanda: terbitnya matahari dari barat, asap, binatang melata, keluarnya Ya'juj dan Ma'juj, turunnya Isa bin Maryam, Dajjal, tiga kali gempa, sekali di barat, sekali di timur dan sekali lagi di Jazirah Arab, keluarnya api dari suatu jurang di Aden yang menggiring manusia -atau mengumpulkan manusia-. Api itu menginap bersama mereka di malam hari, dan tetap menyala saat mereka tidur di siang hari."

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Abu Hurairah Radhiallahu 'Anhu, dari Nabi Shallallah 'Aalayhi wa Sallam,
"Kiamat tidak akan terjadi sebelum manusia berlomba-lomba meninggikan gedung-gedung. Kiamat tidak akan terjadi sebelum ada dua golongan besar berperang hebat, padahal keyakinan keduanya sama. Kiamat tidak akan terjadi sebelum dicabutnya ilmu, banyak gempa, waktu (terasa) saling berdekatan, banyak huru-hara dan banyak pembunuhan. Kiamat tidak akan terjadi sebelum munculnya dajjal-dajjal pendusta hampir tiga puluh orang banyaknya, masing-masing mengaku dirinya utusan Allah. Kiamat tidak akan terjadi sebelum ada seorang lelaki melewati kuburan orang lain lalu berkata, "Alangkah baiknya andaikan aku menempati tempatmu." Kiamat tidak akan terjadi sebelum matahari terbit dari barat. Apabila ia telah terbit dan diketahui orang banyak, maka mereka pun beriman semuanya. Tapi waktu itu iman seseorang tidak berguna lagi bagi dirinya, yang sebelumnya tidak beriman, atau (belum) berbuat baik dalam masa imannya. Kiamat tidak akan terjadi sebelum harta melimpah ruah di tengah kamu, sampai pemilik harta kebingungan, karena tidak ada orang yang mau menerima (sedekah)nya.

Dari Abu Hurairah, Abu Buraidah, Abi Bakrah dan lainnya Radhiallahu 'Anhum,
"Kiamat tidak akan terjadi sebelum kamu memerangi bangsa Turki berwajah lebar dan berhidung pesek. Wajah mereka bagaikan perisai yang ditempa. Mereka bersandalkan rambut."

Dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim diriwayatkan dari Anas Radhiallahu 'Anhu, sabda Rasulullah Shallallah 'Alayhi wa Sallam,
"Sesungguhnya di antara syarat-syarat terjadinya Kiamat ialah jika ilmu telah dicabut, kebodohan merajalela, perzinahan tersebar luas, khamer diminum, kaum lelaki hilang (berkurang), tinggal kaum wanita saja, sehingga lima puluh wanita menjadi tanggungan seorang lelaki."

Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu, sabda Rasulullah Sallallah ‘Alayhi wa Sallam,
“Kiamat tidak akan terjadi sebelum pantat perempuan-perempuan Daus bergoyang-goyang (menari) di sekeliling Dzul Khalashah, berhala kabilah Daus yang dulu mereka sembah di zaman jahiliyyah.”

“Kiamat tidak akan terjadi sebelum tiap-tiap kabilah dipimpin oleh orang-orang yang hina diantara mereka.”

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu sabda Rasulullah Shallallah ‘Alayhi Wasallam,
“Kiamat tidak akan terjadi sebelum waktu (terasa) saling berdekatan, satu tahun seperti satu bulan, satu pekan seperti satu hari, satu hari seperti satu jam, satu jam seperti lamanya membakar daun korma.”

Imam Ahmad meriwayatkan dari Anas Radhiallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallah ‘Alayhi wa Sallam bersabda,
“Kiamat tidak akan terjadi sehingga di muka bumi tidak terdengar lagi ucapan “La Ilaha Illallah.”

Sedang menurut riwayat Muslim,
“Kiamat tidak akan terjadi sehingga di muka bumi tidak terdengar lagi ucapan, “Allah, Allah.”

Imam Ahmad meriwayatkan dari Anas Radhiallahu Anhu, Rasulullah Shallallah ‘Alayhi wa Sallam bersabda,
“Kiamat tidak akan dialami oleh siapapun yang mengucapkan “Allah, Allah.”
Ada dua pendapat dalam mengartikan sabda Rasulullah Rasulullah Shallallah ‘Alayhi wa Sallam di atas: “…sehingga di muka bumi tidak terdengar lagi ucapan Allah, Allah,”

Pertama: bahwa maksudnya tidak ada lagi orang yang mengingkari kemungkaran, dalam arti tidak mencegah temannya berbuat kemungkaran, sekalipun dia melihatnya. Makna ini beliau ungkapkan dengan: “Sehingga tidak ada lagi yang mengucapkan Allah, Allah,” sebagaimana diungkapkan dalam hadis sebelumnya riwayat Abdullah bin Amr.
“Maka tinggallah orang-orang bodoh yang ada di sana. Mereka tidak mengenal perkara ma’ruf dan tidak mengingkari perkara munkar.”

Kedua: bahwa maksudnya sehingga di muka bumi tidak ada lagi yang mengingat Allah dan tidak ada yang mengenal nama Nya, yaitu ketika zaman sudah sedemikian rusaknya, kekafiran, kefasikan dan maksiat merajalela di mana-mana, sebagaimana disebutkan dalam hadis yang lain:
“Kiamat tidak akan terjadi sehingga di muka bumi tidak terdengar lagi ucapan, “La Ilaha Illallah.”

/>

6.21.2008

Tanda-tanda Kiamat

TANDA-TANDA KIAMAT

Al-Bukhari meriwayatkan dari ‘Auf bin Malik Radiallahu ‘Anhu, dia berkata: Saya menghadap Rasulullah ketika terjadi perang Tabuk. Waktu itu beliau berada dalam kemah berwarna sawo matang. Beliau bersabda,

“ Hitunglah enam peristiwa menjelang terjadinya kiamat: kematianku, kemudian ditaklukkannya Baitul Maqdis, kemudian yang menyergap kamu sekalian bagaikan buduk kambing, kemudian harta melimpah ruah sehingga seseorang lelaki diberi upah seratus dinar, namun masih tetap juga tidak rela menerimanya, kemudian terjadi huru-hara yang tidak membiarkan satu rumahpun dari bangsa arab kecuali dimasukinya, kemudian genjatan senjata antara kamu sekalian dengan Bani Ashraf (bangsa Eropa). Lalu mereka berkhianat. Mereka datang kepadamu dengan membawa delapan puluh bendera, di bawah tiap-tiap bendera dua belas ribu (tentara).”

Abu Daud meriwayatkan dari Abu Dardah’ Radhiallahu Anhu, bahwa Rasulullah Sallallah Alayhi Wasallam bersabda, “sesungguhnya kemah besar kaum muslimin pada hari pertempuran sengit ada di Ghauthah, di sebelah kota yang bernama Dimasyqa (Damaskus), salah satu kota terbaik di Syam.”

Cepat-cepatlah kamu melakukan amal-amal (shaleh) sebelum datangnya enam peristiwa: terbitnya matahari dari barat, datangnya Dajjal, munculnya asap, munculnya binatang melata dari dalam bumi, kematian setiap kamu sekalian dan perkara umum (hari kiamat).”
Qatadah berkata, “Apabila Rasulullah mengatakan ‘perkara umum’, maka yang dimaksud adalah perkara kiamat.”

Dalam riwayat Imam Ahmad lainnya, dari Hudzaifah bin Asad, dia berkata: Nabi Shallallah ‘Alayhi Wasallam tiba-tiba muncul di hadapan kami sedang membicarakan Kiamat, beliau bersabda, “apa yang kalian perbincangkan? “Kami menjawab, “Kami memperbincangkan soal kiamat, “Beliau bersabda, “Sesungguhnya kiamat takkan terjadi sebelum kamu melihat sepuluh tanda: asap, dajjal, binatang melata, terbitnya matahari dari barat, turunnya Nabi ‘Isa bin Maryam, Ya’juj dan Ma’juj, tiga kali tanah tenggelam: tanah tenggelam dari timur, tanah tenggelam dari barat, dan tanah tenggelam dari jazirah Arab. Dan akhir dari semua itu adalah api yang muncul dari arah timur, menggiring manusia menuju tempat perhimpunan mereka.”

Menurut Imam Ahmad dari Dzu Makhmar, Rasulullah Sallallah ‘Alayhi Wasallam, beliau bersabda,
“Kamu sekalian akan berdamai dengan orang-orang Romawi dengan perdamaian yang sentausa, dan kamu bersama mereka akan mengalahkan musuh yang ada di belakang mereka, lalu kamu selamat dan mendapatkan harta rampasan perang. Kemudian kamu singgah di suatu padang rumput yang berbukit-bukit. Tiba-tiba bangkitlah seorang Romawi lalu mengangkat salib seraya berkata, ‘salib lebih unggul.’ Maka dihampirilah dia oleh seorang lelaki dari kaum muslimin lalu dibunuhnya. Mulai saat itulah orang-orang Romawi berkhianat dan terjadilah peperangan-peperangan sengit. Mereka menghimpun kekuatan menyerang kamu sekalian lalu datanglah mereka kepadamu dengan delapan puluh bendera, tiap-tiap bendera disertai sepuluh ribu (tentara).”

Imam muslim meriwayatkan dari Al-Mustaurid Al-Quraisy yang berkata: Pernah saya mendengar Rasulullah Shallallah ‘Alayhi Wasallam bersabda, “Kiamat akan terjadi di kala orang-orang romawi merupakan bangsa terbanyak.”

SIFAT-SIFAT BAIK BANGSA ROMAWI
Muslim meriwayatkan: Al-Mustaurid Al-Quraisyi berkata di hadapan ‘Amr bin ‘Ash, pernah saya mendengar Rasulullah Shallallah ‘Alayhi Wasallam bersabda, “kiamat takkan terjadi di kala orang-orang Romawi merupakan bangsa yang terbanyak.”
‘Amr kepada Al-Mustaurid berkata, “Berhati-hatilah tentang apa yang akan kamu katakan itu!”
Al-Mustaurid menjawab, “Aku hanya mengatakan apa yang pernah aku dengar dari Rasulullah Shallallah ‘Alayhi Wasallam.”
‘Amr berkata, “Sungguh, jika apa yang kamu katakana itu benar, maka memang pada bangsa Romawi itu benar-benar memiliki empat sifat bangsa yang paling bijak ketika terjadi huru-hara, bangsa yang paling cepat sadar setelah ditimpa musibah, bangsa yang paling cepat menyerang kembali dalam peperangan setelah lari, dan bangsa yang paling baik perlakuannya terhadap orang miskin, anak yatim dan orang yang lemah. Adapun sifat baik dan indah yang kelima ialah, mereka adalah bangsa yang paling tahan terhadap kedzaliman raja-raja.”

Ummm… setelah baca yang terakhir ini, aku jadi berfikir tentang politik, demo dan kegiatan lain yang menyudutkan dan menyerang pemerintah secara langsung di Negara kita, Indonesia. Dalam hadis ini dikatakan “Adapun sifat baik dan indah yang kelima ialah, mereka adalah bangsa yang paling tahan terhadap kedzaliman raja-raja.” Berarti secara langsung hadis ini mengatakan bahwa patuh pada pemerintah, tunduk pada pemerintah merupakan hal yang sangat baik dan indah. Terlebih lagi di sana dikatakan “paling tahan terhadap kedzaliman raja-raja” berarti pada saat itu raja-raja mereka (pemimpin Negara) mereka berlaku sewenang-wenang terhadap rakyatnya dan mereka bisa tahan, dan sifat tahan mereka itu Rasulullah katakan sebagai sifat baik dan indah Subhanallah… berarti apa yang sedang terjadi di negeri kita ini, dimana pemerintah di demo di depan umum, dicaci sedemikian rupa sehingga siapapun yang menjadi pemimpin yang mereka pilih, akan mereka turunkah kembali. Memilih sendiri dan menurunkan sendiri, suatu hal yang ironi dan lucu. Padahal Rasulullah bersabda bahwa kita harus taat kepada pemimpin, siapapun itu meskipun pemimpin itu dzalim, dan merupakan sifat yang baik dan indah apabila kita tahan terhadap kedzalimannya (berdasarkan hadis di atas). Melalui kalimat ini kita tidak bisa langsung mengatakan bahwa kita (kaum muslimin yang menjadi rakyat) hanya bisa menerima apapun perlakuan pemerintah kepada kita, hanya bisa tunduk dan patuh tanpa ada tanggungjawab untuk berkomentar atau menasehati mereka. Tidak! Ini salah besar.
Kita sebagai seorang muslim mempunyai adab dan akhlak terhadap siapapun itu, terhadap orang tua, tetangga, pemimpin, bahkan terhadap binatang atau makanan sekalipun yang tidak bernyawa…. Rasulullah mengajarkan beradab terhadap mereka. Contoh adab terhadap makanan yaitu “ kita tidak boleh mencaci makanan misalnya mengatakan “cih, makanan apa.. ini, ga enak banget sii…” atau membuangnya atau memakannya dengan tangan kiri dan perbuatan lain yang dikategorikan menghina makanan. Kembali lagi kepada tunduk dan patuh pada pemerintah. Tidak! Sekali lagi tidak!.. itu merupakan kesalahan besar apabila kita mengatakan kita tidak bisa menasehati atau mengkritik pemerintah. Bisa! Itu bisa dan boleh dilakukan terlebih lagi yang memerintah adalah seorang muslim. Kita punya kewajiban untuk mengingatkan sesama muslim TAPPPIIIII… Dengan adab dan akhlak dan tata cara sesuai dengan yang Rasulullah ajarkan tentang bagaimana menegur atau menasehati sesama muslim. Rasulullah Sallallah ‘Alayhi Wasallam mengajarkan kepada kita untuk menegur atau menasehati sesama muslim dengan cara face to face/4 mata/berhadapan secara langsung. Tapi apabila hal itu tidak bisa atau tidak mungkin dilakukan, maka kita bisa menasehatinya atau menegurnya melalui surat atau telpon atau email atau apapun media yang bisa sampai padanya tanpa diketahui orang lain. Kenapa mesti tidak boleh diketahui orang lain? Karna ini menyangkut aib seseorang apalagi sesama muslim. Kita menegur atau menasehati seseorang berarti dia berbuat salah atau mungkin dia mempunyai kekurangan. Kita tidak boleh mengumbar-ngumbar, mengumumkan kekurangan orang lain di depan umum, terlebih dia adalah seorang pemimpin yang diejek-ejek di depan rakyatnya melalui demo-demo dan semacamnya. Contoh kita sendiri, apakah kita mau kekurangan atau kelemahan kita dibeberkan ke semua orang biar mereka tau semua kejelekan dan kekurangan kita? Engga kan?!!!... yaaa pemimpin juga sama.. dan Subhanallah… Rasulullah benar-benar seorang yang berakhlak tinggi, sangat mulia. So, siapapun kalian, apabila kalian mengikuti Rasulullah, maka ikutlah apa yang Rasulullah ajarkan. Lagian kita punya tugas masing-masing, punya urusan masing-masing. Kenapa pula kita bersusah payah mengurusi urusan mereka? Toh mereka itu sebagai pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban tentang apa yang dipimpinnya. Ya sudah, tugas kita hanya menasehati, tidak mengatur dia harus ini itu terlebih menjelek-jelekkan dia di depan umum. Masya Allah… Na’udzubillah minzalik.

Apabila kita mempermalukan atau membuka-buka aib saudara kita di dunia, insya Allah Allah akan membalasnya dengan membuka aibnya di akhirat nanti. Sadarilah itu wahai saudara-saudaraku…
/>

6.18.2008

Huru-hara Hari Kiamat

Sekarang ini aku lagi baca buku "Huru-hara hari kiamat" karya Ibnu Katsir. iiiii Subhanallaaahhh serem banget tauuu... di sana tuh diceritain mulai dari awal banget kejadian-kejadian penting yang diberitahukan semuanya sama Rasulullah sallallah alayhi wasallam mulai dari Abu Bakar akan memimpin kaum muslimin sepeninggal Rasulullah, trus kaum muslimin akan menaklukan mesir, persia dan romawi akan musnah dan takkan muncul kembali, Umar bin Khattab akan terbunuh, Ustman bin Affan akan mengalami cobaan berat, akan mumculnya nabi-nabi palsu yang kurang lebih jumlahnya 30 orang, trus detail muncul dan berkuasanya dajjal, Isa ibn maryam yang akan mengalahkan dajjal, sampai kejadian saat kiamat tiba, pokoknya semua kejadian yang sudah, sedanng, dan akan terjadi sampai detik kiamat telah Rasullullah kabarkan semuanya, Rasulullah bercerita tentang ini dari subuh sampai magrib, beliau tidak berhenti kecuali untuk shalat, Beliau ceritakan dengan detail dan akan ingatlah orang-orang yang ingat dan akan lupalah orang-orang yang lupa.

ini aku tulis ulang hadits-hadits tentang kiamat, ini hanya sebagian kecil aja. kalau mau tau semuanya, aku saranin tuk beli bukunya, insya Allah tidak akan rugi.
Beberapa hadits mengenai kiamat:
Rasulullah Sallallah Alayhi Wasallam bersabda:
“Kiamat tidak akan terjadi sebelum kamu sekalian memerangi suatu bangsa, yang sandal mereka (terbuat dari) rambut, dan sebelum kamu memerangi bangsa Turki, yang bermata kecil, bermuka merah, berhidung pesek, wajah mereka bagaikan perisai yang ditempa. Dan kamu dapat sebaik-baik manusia adalah orang yang (asalnya) paling membenci perkara (agama) ini, namun akhirnya dia memasukinya. Dan manusia itu serupa barang tambang. Orang yang terbaik di masa jahiliyyah adalah yang terbaik di masa Islam. Dan pasti akan datang kepada seorang dari kamu sekalian suatu zaman di mana andaikan dia bisa melihat aku, tentu itu lebih dia sukai dari pada memiliki (keluarga dan harta) seperti keluarga dan harta yang telah dimilikinya. (H.R Bukhari dari Abu Hurairah)


Imam bukhari meriwayatkan bahwa perawi hadis ini (Sa’id bin Al- Musayyab) berkata, Abu Hurairah Radiallahu ‘anhu mengabarkan kepadaku, bahwa Rasulullah bersabda “Kiamat tidak akan terjadi sebelum munculnya api dari Tanah Hijaz, yang menyinari leher-leher unta di Bushra”


Ibnu majah meriwayatkan dari Anas bin Malik Radiallahu ‘anhu, dia berkata, “Maukah kamu sekalian, aku ceritakan kepadamu sebuah hadits yang pernah aku dengar dari Rasulullah Shallallah ‘Alayhi Wasallam, yang takkan ada seorangpun yang menceritakannya kepadamu sepeninggalku?” “ Aku mendengar dari beliau, “sesungguhnya di antar tanda-tanda Hari kiamat ialah: dicabutnya ilmu, merajalelanya kebodohan, tersebarnya perzinaan, diminumnya khamr, hilangnya kaum laki-laki, dan bertambahnya kaum wanita, sehingga ada seorang lelaki menanggung lima puluh wanita”. (Hadis ini telah diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim dalam kitab Shahih masing-masing, berasal dari Ghandar dengan lafazh yang sama.

Diriwayatkan dalam sebuah hadis shaheh riwayat Abdullah bin Amr, sabda Rasulullah Sallallah ‘Aalayhi Wasallam, “Sesungguhnya Allah takkan mencabut ilmu dari umat manusia begitu saja, tetapi Dia mencabutnya dengan matinya para ulama, sehingga manakala benar-benar sudah tidak ada lagi seorangpun yang berilmu, maka manusia mengangkat para pemimpin yang bodoh. Para pemimpin itu ditanya, mereka memberi fatwa tanpa ilmu. Dengan demikian mereka sesat dan menyesatkan.”

Ibnu majah meriwayatkan dari Abdullah, sabda Rasulullah Shallallah Alayhi Wasallam, “Menjelang Kiamat akan ada beberapa hari di mana ilmu dicabut, lalu diturunkanlah kebodohan, dan terjadi banyak kerusuhan. Adapun kerusuhan adalah pembunuhan.”

Sedangkan menurut riwayat Ahmad dari Anas Radiallahu Anhu dari Nabi Shallallah ‘Alayhi Wasallam beliau bersabda, “Kiamat takkan terjadi sebelum manusia bermegah-megahan dalam (membangun) masjid-masjid”.

Dari Ibnu Umar Radiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallah ‘Aalayhi wa Sallam pernah berdiri di sebelah mimbar sambil menghadap ke timur, lalu bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya huru-hara (akan timbul) dari sini, dari tempat munculnya tanduk setan,- atau kata beliau tanduk matahari--“.


Albukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah. Dia berkata: saya pernah mendengar Rasulullah Shallallah ‘Alayhi Wasallam bersabda “ Tidak akan terjadi kiamat sehingga seseorang melewati kuburang orang lain lalu dia berkata “andaikan aku menggantikan tempatnya”.

Hadist yang lain dalam riwayat yang sama:
“ Tak kan terjadi kiamat sehingga pantat para wanita Daus bergoyang-goyang di sekeliling Dzul Khalashah”.
Dzul Khalashah adalah berhala kabilah Daus, yang mereka sembah pada masa jahiliyyah.

Sedangkan riwayat Muslim dari Abu Hurairah Radiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Sallallah ‘Alayhi Wasallam bersabda: “ Takkan terjadi kiamat sebelum lembah Efrat menyingkapkan sebuah gunung emas yang menyebabkan peperangan di antara sesama manusia yang memperebutkannya. Dari setiap 100 orang akan terbunuh 99. Dan tiap orang dari mereka berkata, Barangkali akulah yang akan selamat”.

Al-bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah Radiallahu ‘Anhu, sabda Rasulullah Sallallah ‘Alayhi Wasallam, “ Takkan terjadi kiamat sehingga ada dua pasukan besar berperang. Pertempuran terjadi diantara keduanya demikian sengitnya, padahal pengakuan masing-masing sama. Dan (takkan terjadi kiamat) sebelum dibangkitkannya dajjal-dajjal pendusta, hampir ada 30 orang jumlahnya, masing-masing mengaku dirinya utusan Allah. Dan (takkan terjadi kiamat) sebelum dicabutnya ilmu, banyak terjadi gempa bumi, waktu berlalu cepat, huru-hara merajalela dan banyak terjadi kerusuhan, yaitu pembunuhan. Dan (takkan terjadi kiamat) sebelum harta kalian melimpah ruah sehingga membuat pusing pemilik harta karena kesulitan mencari siapa yang akan menerima sedekahnya. Sampai-sampai dia menawarkannya, maka orang yang ditawari berkata, “Aku tidak membutuhkannya”. Dan (takkan terjadi kiamat) sebelum manusia berlomba membangun gedung-gedung tinggi. Dan (takkan terjadi kiamat) sebelum seorang melewati kuburan orang lain lalu dia berkata “Andaikan aku menggantikan tempatnya”. Dan (takkan terjadi kiamat) sebelum matahari terbit dari barat. Apabila matahari telah terbit disaksikan manusia, maka mereka semua beriman, tapi pada saat itu tidak bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya, yang sebelumnya tidak beriman, ataupun berbuat baik selagi telah beriman. Dan sesungguhnya kiamat benar-benar terjadi di kala dua orang lelaki sudah merentangkan kain di antara keduanya. Namun belum sempat berjual beli ataupun melipatnya. Dan sesungguhnya kiamat benar-benar terjadi di kala seorang lelaki pulang dengan membawa susu untanya, tetapi belum sempat mencicipinya. Dan sesungguhnya kiamat benar-benar terjadi di kala seseorang sedang melepa kolamnya, namun belum sempat mengisi air ke dalamnya. Dan sesungguhnya kiamat benar-benar terjadi di kala seseorang sudah mengangkat makanan ke mulutnya, tetapi belum sempat memakannya.”

Isyarat Rasulullah tentang berbagai kerusakan, yang untuk menghindarinya harus menyingkir dari masyarakat.
Abu Daud meriwayatkan tersebut dalam sebuah hadis yang disampaikan oleh Ibnu Mas’ud. Abu Daud meriwayatkan dari Muslim bin Abi Bakrah dari ayahnya, dia berkata: Rasulullah Shallallah ‘Alayhi Wasallam bersabda, “ Sesungguhnya akan terjadi suatu huru-hara, dimana orang yang berbaring lebih baik daripada orang yang duduk, orang yang duduk lebih baik daripada orang yang berjalan, orang yang berjalan lebih baik daripada orang yang berlari. Abu Bakrah berkata, “Ya Rasulullah, apa yang Anda perintahkan kepadaku?” Rasul menjawab, “Barangsiapa memiliki unta, temuilah untanya, barangsiapa memiliki kebun, temuilah kebunnya, “Rasul bersabda pula, “Barangsiapa tidak memiliki apa-apa, maka ambillah pedangnya, lalu pukullah batu dengan mata pedangnya itu, kemudian selamatkan dirinya selagi bisa”.

Hadits serupa diriwayatkan pula oleh Muslim dari Utsman As-sahham. Sedangkan menurut riwayat Ahmad, bahwa Sa’ad bin Abi Waqqash mengatakan ketika terjadi huru-hara yang menewaskan Utsman bin ‘Affan Radiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallah ‘Alayhi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya akan terjadi suatu huru-hara, dimana orang yang berbaring lebih baik daripada orang yang duduk, orang yang duduk lebih baik daripada orang yang berjalan, orang yang berjalan lebih baik daripada orang yang berlari. Sa’ad berkata, “Bagaimana pendapat Anda, kalau seseorang masuk rumahku lalu mengulurkan tangannya –maksudnya, hendak membunuhku…?” Rasul menjawab, “Tirulah seperti (Habil) putra Adam”.

Aku tadinya ga ngerti apa yang dimaksud dengan “Barangsiapa tidak memiliki apa-apa, maka ambillah pedangnya, lalu pukullah batu dengan mata pedangnya itu, kemudian selamatkan dirinya selagi bisa”. Setelah tanya ke ustad, ternyata itu artinya apabila datang saat-saat seperti itu, (huru-hara), maka jangan ikutan… tapi sibukkanlah diri kita dengan urusan kita masing2. kalo kita punya unta.. ya urusilah unta kita, kalau punya kebun, urusilah kebun kita dan kalau kita punya apa yaaa urusilah itu, tapi kalo kita ga punya apa-apa yang bisa diurusin, so ga usah ikut2, ambillah pedang kita lalu pukullah batu dengan mata pedang itu, memukulkan mata pedang ke batu kan berarti kita menghancurkan pedang, itu berarti kita harus musnahkan senjata yang ada di tangan kita, trus selamatkan diri kita selagi bisa. Kalau salah seorang dari kalian dimasuki (rumahnya), maka tirulah yang terbaik diantara kedua putra Adam yaitu Habil. Wuuuiiihhh ya Rabbeeee… serem banget ya…

GAMBARAN AL-QURAN AL-KARIM TENTANG SEBAGIAN KEDAHSYATAN HARI KIAMAT

Tulisan ini ada mulai di halaman 234 dst.

Allah Ta'ala berfirman:
"Maka pada hari itu terjadilah kiamat, dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah. Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu ada delapan orang malaikat menjunjung 'Arsy Tuhan-mu di atas (kepala) mereka. Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhan-mu), tiada sesuatupun dari hal-ihwalmu yang tersembunyi (bagi Alllah)." (Al-Haqqah : 15-18).

"Dan dengarkanlah (seruan)pada hari dimana seorang penyeru (malaikat) menyeru dari tempat yang dekat. (yaitu) pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya, itulah hari keluar (dari kubur). sesungguhnya Kami menghidupkan dan mematikan, dan hanya kepada Kami-lah tempat kembali (semua makhluk). (yaitu) pada hari bumi terbelah-belah menampakkan mereka (lalu mereka keluar) dengan cepat. yang demikian itu adalah pengumpulan yang mudah bagi Kami." (Qaf:41-44).

"Karena sesungguhnya pada sisi Kami ada belenggu-belenggu yang berat, neraka yang menyala-nyala, makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih. Pada hari bumi dan gunung-gunung berguncang dan menjadikanlah gunung-gunung itu tumpukan pasir yang berterbangan." (Al-Muzammil:12-14).

"Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang berterbangan). Dan tidak ada seorang pun teman akrab yang menanyakan temannya, sedangkan mereka saling melihat. Orang kafir ingin andaikan dia dapat menebus (dirinya) dari adzab pada hari itu dengan anak-anaknya, saudaranya, kaum familinya yang melindunginya (di dunia) dan orang-orang di atas bumi seluruhnya. Kemudian dia (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya. sekali-kali tidak dapat. Sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak. yang mengelupaskan kulit kepala, yang memanggil orang yang membelakangi dan berpaling (dari agama) serta mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya." (Al-Ma'arij: 8-18).

Sebenernya masih banyaaaakkk banget hadis-hadis tentang kiamat yang ada di buku “Huru-hara Hari Kiamat” karangan Ibnu Katsir. Subhanallah.. lengkap banget sampai diterangkan tentang tanda-tanda kiamat kecil dan besar secara detail, apa yang harus kita lakukan kalau kejadian itu menimpa kita, ciri-ciri dajjal dan lain-lain lengkap dari yang sudah terjadi, yang sedang terjadi dan yang akan terjadi berdasarkan hadits-hadits shaheh. Masya Allah… semoga Allah balas kebaikan semua orang yang berusaha menyampaikan kebenaran dan mengingatkan saudaranya untuk berbuat baik. Semoga Allah membalas amal kalian dengan berlipat ganda dan memasukkan kalian ke dalam golongan orang-orang yang saleh. Ameen.

So, sebelum datang huru-hara itu, lakukanlah yang terbaikmu hari ini, Do your best today.
/>